7 Fakta Mengenai Pesawat yang Jarang Diketahui. Kamu yang Sering Naik Pesawat Wajib Tahu, Nih

Fakta mengenai pesawat

Di era sekarang, jarak bukan lagi kendala untuk sesorang yang ingin mengunjungi berbagai tempat. Kalau ingin melakukan perjalanan dalam kota, ada sepeda motor atau angkot sebagai moda transportasi. Jika ingin ke luar kota, bus dan kereta bisa jadi pilihan. Atau kalau jarak yang akan ditempuh cukup jauh, pesawat selalu bisa diandalkan.

Advertisement

Nah, bicara pesawat, moda transportasi primadona banyak masyarakat ini menyimpan banyak fakta menarik lo. Salah satunya, burung besi ini ternyata merupakan transportasi paling aman di antara jenis transportasi lain. Meski tetap memiliki catatan kecelakaan, setidaknya angka kecelakaan pesawat jauh lebih rendah ketimbang transportasi lain. Buat kamu yang sering plesiran atau mudik menggunakan pesawat, kali ini Hipwee Feature bakal rangkum 7 fakta mengenai pesawat yang jarang diketahui. Yuk simak.

1. “Duduk di sebelah sini aja ah, lebih aman.” Eits, sebenarnya nggak ada kursi yang benar-benar aman di pesawat lo

Photo by Suhyeon Choi on Unsplash via unsplash.com

Kalau kamu pernah mendengar bisik-bisik yang mengatakan beberapa bagian bangku di pesawat lebih aman dari bagian lainnya, maka itu nggak sepenuhnya benar. Karena faktanya, nggak ada posisi kursi yang benar-benar bisa diketahui aman, sampai sebuah kecelakaan pesawat terjadi. Hal ini disebabkan setiap kecelakaan pesawat itu berbeda-beda, sehingga perkiraan posisi penumpang yang terdampak pun akan berbeda. Misalnya, kalau pesawat kecelakaan dengan posisi menukik, bisa jadi bangku bagian belakang yang relatif “aman”. Tapi skenario ini tentunya berbeda kalau kecelakaan membuat pesawat terguling. Meski begitu, sebuah analisis pada 2015 yang dilakukan majalah Time dari CSTRG Aircraft Accident Database Federal Aviation Administration menemukan bahwa posisi kursi di bagian tengah dekat bagian belakang lah yang memiliki tingkat kematian terendah, yaitu 28%.

2. Asal kamu tahu, toilet ternyata bukan tempat paling kotor di pesawat

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via www.pexels.com

Meski toilet identik dengan sesuatu yang kotor, nyatanya pada pesawat meja di belakang kursi penumpang lah yang paling banyak menyimpan kuman dan bakteri. Penelitian mengatakan hal ini terjadi karena toilet cenderung mendapatkan pembersihan menyeluruh dibanding bagian lain seperti meja. Selain itu, lubang ventilasi yang biasa mengeluarkan udara di atas kepala, dan sabuk pengaman juga menyimpan kuman lebih banyak ketimbang toilet. Jadi, jangan lupa bawa hand sanitizer kalau menumpangi pesawat, ya.

Advertisement

3. Pilot terkadang tidur di ruang kontrol

Photo by Rafael Cosquiere from Pexels via www.pexels.com

Seperti kamu yang pernah ketiduran di depan laptop saat menyelesaikan deadline atau belajar online, pilot pun juga terkadang begitu dalam pekerjaannya. Tapi kamu nggak usah khawatir, karena hal ini memang diperbolehkan dengan catatan co-pilot harus tetap terjaga ketika pilot beristirahat. Begitu pun sebaliknya. Hal seperti ini biasanya terjadi dalam penerbangan panjang. Kalau penerbangan Jakarta-Yogyakarta sih kayaknya nggak bakal ketiduran pilotnya.

4. Pesawat bisa bertahan terbang hanya dengan satu mesin

Photo by Emiel Molenaar on Unsplash via unsplash.com

Saat ini pesawat terbang komersil yang bisa kamu tumpangi umumnya memiliki dua mesin. Hal ini merupakan inovasi dari pesawat dengan empat mesin yang cenderung boros bahan bakar. Dalam praktiknya yang cenderung jarang diketahui penumpang, pesawat bisa bertahan terbang hanya dengan satu mesin. Namun jika hal ini terjadi, pesawat dipastikan harus mendarat darurat, karena dengan satu mesin yang bekerja pesawat hanya bisa bertahan 20 hingga 30 menit di udara.

5. Makanan yang dihidangkan di pesawat nggak fresh from the oven

Photo by Toni Osmundson on Unsplash via unsplash.com

Selain karena perbedaan tekanan udara, agaknya hal ini juga jadi alasan kenapa makanan di pesawat itu cenderung nggak menggugah selera. Terkadang, makanan yang ada dipesawat dimasak jauh sebelum dihidangkan ke penumpang. Misalnya, kalau kamu dihidangkan makanan dalam penerbangan jam 4 sore, bisa jadi itu telah di masak pada jam 7 pagi. Hal ini dilakukan tentunya untuk menyiasati waktu memasak yang terbilang lama, dan pesawat nggak punya dapur seperti di restoran untuk menghidangkan makanan yang fresh from the oven. Nah, beberapa orang menyarankan cara terbaik menikmati makanan di pesawat adalah anggap saja kamu telah mencicipi makanan tersebut 12 jam lebih awal.

Advertisement

6. Kamu hanya punya waktu 90 detik untuk melarikan diri kalau sebuah pesawat terbakar

Photo by Tiana Attride on Unsplash via unsplash.com

Meski bakteri dan kuman di meja kursi dan sabuk pengaman itu menjijikan, tapi hal tersebut punya potensi kecil untuk membahayakan daripada pesawat yang terbakar. Bukan mau nakut-nakutin, karena faktanya menurut Federal Aviation Administration seluruh kru pesawat hanya punya waktu satu menit tiga puluh detik untuk mengevakuasi seluruh penumpang, karena lewat dari batas waktu itu api dipastikan telah menyebar ke seluruh kabin. Peluang terbaik dalam skenario ini adalah siaga, atau kamu bisa memilih duduk dalam lima baris pintu keluar dan pintu darurat.

7. Masker oksigen hanya berfungsi antara 12 hingga 20 menit

(dok. Insider) via www.insider.com

Meski nggak semahal harga masker N-95 di masa awal pandemi, tapi masker oksigen di pesawat sangatlah berharga karena hanya akan berfungsi antara 12 hingga 20 menit sejak tekanan oksigen di kabin tiba-tiba menurun. Tapi nggak perlu panik, karena durasi tersebut mestinya cukup bagi pilot untuk memandu pesawat kembali ke ketinggian dimana kamu nggak perlu oksigen tambahan dari masker. Jadi seperti imbauan kru kabin, gunakan maskermu sebelum menolong orang lain.

Nah, itu dia 7 fakta pesawat yang mungkin jarang diketahui dan nggak pernah dikasih tahu kru kabin pesawat yang kamu tumpangi. Meski menyimpan skenario-skenario buruk, percayalah kalau pesawat merupakan transportasi paling aman di banding yang lain. Karena menurut data Aviation Security Network pada 2015, risiko kematian akibat kecelakaan pesawat itu 1 berbanding 9.821.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE