Angin segar berhembus dari negara asal boyband F4 yang booming di masa remaja millennial. Di tengah ancaman perubahan iklim dan polusi udara yang mengancam nyawa, sebuah gedung baru berkonsep ‘hijau’ didirikan. Tao Zhu Yin Yuan namanya. Sama seperti gedung pencakar langit lainnya, Tao Zhu Yin Yuan juga besar dan tinggi. Istimewanya, bukan hanya desainnya yang rumit tapi juga fungsinya yang unik: sebagai pemakan karbondioksida atau mengurangi polusi udara.

Biasanya teknologi dan pembangunan gedung-gedung tinggi selalu disebut sebagai penghancur bumi. Yang membuat bumi terasa sesak dan nggak bisa bernafas. Namun gedung karya Vincent Callebaut ini selain canggih dan megah, ternyata juga bertujuan untuk menyelamatkan generasi nanti.

Tao Zhu Yin Yuan dibangun oleh Vincent Callebaut di Ibukota Taiwan, Taipei. Bila sesuai rencana, 130 ton karbondioksida diserap setiap tahunnya sama pencakar langit ini

masih dalam proses pengerjaan

Masih dalam proses pengerjaan via aasarchitecture.com

Advertisement

Tao Zhu Yin Yuan atau yang berarti ‘The Retreat of Tao Zhu’ dibangun oleh arsitek dunia berkebangsaan Perancis di ibukota Taiwan, Taipei. Gedung yang berfungsi sebagai komplek hunian atau apartemen itu saat ini masih dalam proses pembangunan. Diperkirakan akan selesai dibangun pada September 2017. Urban Forest atau hutan kota adalah konsep yang diterapkan. Jadi kalau sudah jadi nanti, apartemen ini akan dipenuhi oleh lebih dari 23.000 tanaman di dalam gedung ataupun sekelilingnya. Karena ini juga, arsitek perancang gedung memperkirakan sebesar 130 ton karbondioksida akan diserap setiap tahunnya.

Mengambil bentuk menyerupai DNA manusia, gedung Tao Zhu Yin Yuan ini akan menjadi hutan baru kota Taipei. Menyediakan udara bersih bagi penduduk kota metropolitan ini

Kalau sudah jadi kira-kira begini

Kalau sudah jadi kira-kira begini via edition.cnn.com

Desain gedung yang mengagumkan ini terinspirasi dari DNA dalam tubuh manusia. Berbentuk spiral dan berkelak-kelok 90 derajat dari atas ke bawah, gedung ini memang mengusung konsep arsitektur ekologis yang bertujuan meminimalisir jejak-jejak teknologinya. Bila sudah jadi kompleks apartemen ini akan mempergunakan pencahayaan dan ventilasi alami, sekaligus juga pengolahan kembali air hujan. Bagunan ini juga akan dilengkapi dengan panel surya, alat yang bisa mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Dengan begitu bangunan yang dipenuhi oleh pepohonan di setiap lantainya itu akan mengurai emisi gas dan konsumsi energi.

Ini bukan karya spektakuler pertama Vincent Callebaut. Arsitek kenamaan dunia ini memang sudah terkenal dengan keahliannya membangun gedung-gedung ramah lingkungan

Vincent Callebaut

Vincent Callebaut via www.flickr.com

Sejak awal, Vincent Callebaut memang mendeklarasikan dirinya sebagai archibiotect, yaitu sebuah disiplin ilmu yang menggabungkan antara arsitektur, bioteknologi, dan komunikasi. Karya-karyanya selalu mengusung prinsip pembangunan ramah lingkungan. Prinsipnya adalah, arsitektur ekologis harus mendamaikan manusia dengan alamnya. Jadi manusia bisa tinggal di dalamnya, dan alam semesta juga tetap terjaga. Bagi Callebaut, penting untuk membuat gedung yang bisa ditanami. Dengan begitu, taman tidak hanya ditaruh di luar gedung untuk tempat main anak, tapi taman adalah gedung itu sendiri!

Advertisement

“Di tahun 2015, akan ada 9 milyar manusia hidup di bumi, dan 80% dari populasi dunia tinggal di kota besar. Ini adalah saatnya untuk memerangi ‘climate change;, untuk menciptakan gaya hidup yang punya tanggung jawab ekologi dan untuk memasukan alam dalam kehidupan kita.” Tutur Callebaut seperti yang dilansir dari CNN (06/01/2017).

Selain Tao Zhu Yin Yuan, ternyata sudah banyak gedung penyelamat dunia lainnya. Konsep pembangunan seperti ini layak kita coba di Indonesia

Tao Zhu Yin Yuan adalah salah satunya. Selain itu, banyak juga ahli arsitektur  yang menyadari bahwa ada tanggung jawab yang kita pikul untuk menyembuhkan bumi yang sedang sakit ini. Caranya tentu dengan membuat bangunan yang ramah lingkungan dan bahkan bisa menciptakan energi sendiri.

1. Pearl River Tower di Sanghai, Cina

Pearl River Tower

Pearl River Tower via www.som.com

Gedung setinggi 309 meter ini sudah mendapatkan banyak pernghargaan karena sistem operasionalnya yang minim penggunaan energi fosil dengan pemakaian panel surya.

2. The CIS Tower di Inggris

CIS Tower

CIS Tower via edwud.com

Berada di kota Manchester, CIS Tower adalah salah satu bangunan tertinggi di Inggris yang memiliki panel surya terbesar di Eropa.

4. Vanke Center, China

Gedung yang punya julukan ‘pencakar langit horizontal’ ini merupakan bangunan yang tahan tsunami. Selain dilengkapi oleh panel surya, setiap furniture di dalamnya juga memakai bahan dasar bambu.

5. Manitoba Hydro Place di Winnipeg, Kanada.

Manitoba Hydro Place

Manitoba Hydro Place via www.glassdoor.com

Sekilas desainnya terlihat biasa. Tapi kalau kamu perhatikan lebih dekat, dinding gedung dipenuhi dengan jendela yang bisa dibuka yang berfungsi sebagai ventilasi alami. Untuk penghangat dan pendingin ruangan gedung ini memakai sistem geotermal. Dengan begitu sekitar 60% energi berhasil dihemat.

6. The Crystal, London, Inggris

Gedung ini selain dilengkapi dengan teknologi Fotovoltaik yang bisa menghemat energi listrik, juga bisa menampung air hujan. Sementara limbah airnya diolah dan bisa digunakan kembali.

Meski ramalan-ramalan kiamat banyak yang meleset, ilmuwan Stephen Hawking mengatakan bahwa melihat kondisi bumi yang sudah sedemikian sakit ini, kira-kira usianya tak akan sampai 1000 tahun lagi. Climate change, ledakan populasi, dan ancaman perang nuklir sudah di depan mata. Jadi segenap warga bumi harus bekerja sama untuk ‘berbaik-baik’ pada alam, bila mau anak cucu kita nanti masih bisa tinggal di bumi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya