Rentetan Gempa di Dunia Sepanjang Tahun 2019. Benarkah Ini Pertanda Ring of Fire Bergejolak?

Gempa tahun 2019

Tahun 2019 memang baru berlangsung setengah jalan, namun kita sudah “disuguhkan” dengan berbagai macam bencana alam, baik yang terjadi di Indonesia maupun di dunia. Yang masih terngiang di ingatan adalah sederet gempa yang melanda NTB, Maluku Utara, dan Bali, yang terjadi dalam waktu berdekatan, hanya selang beberapa hari saja.

Advertisement

Ternyata, sederet gempa bumi kemarin itu baru sepersekian persen dari seluruh gempa yang dilaporkan telah melanda berbagai belahan dunia, yang kalau ditotal jumlahnya mencapai ribuan! Yang jadi perhatian adalah, gempa-gempa itu banyak terjadi di sepanjang kawasan cincin api Pasifik, dimana Indonesia memang termasuk di dalamnya. Benarkah itu semua merupakan pertanda ring of fire sedang bergejolak?

Di Indonesia sendiri, sejak pertengahan Juli kemarin, gempa bumi terjadi hampir setiap hari, bergantian dari satu daerah ke daerah lain, mulai dari gempa kecil sampai besar. Takutnya, ini jadi pertanda akan ada gempa super besar di kemudian hari

Gempa bumi di Bali via www.liputan6.com

Sejak pertengahan Juli kemarin, tanpa sadar, Indonesia ternyata hampir setiap hari dilanda gempa lo, Guys! Ini termasuk gempa yang terjadi di NTB, Maluku Utara, dan Bali beberapa waktu lalu. Rentetan gempa ini dikhawatirkan jadi pertanda bakal ada gempa lain yang jauh lebih besar.

Tapi kata pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja, dilansir dari Liputan6, seringnya gempa nggak bisa begitu aja dijadikan sinyal akan ada gempa besar dalam waktu dekat. Butuh riset dan analisa lebih dalam lagi.

Advertisement

Lain lagi pendapat dari pakar mitigasi gempa bumi dari ITB, Irwan Meilano, menurutnya rentetan gempa itu jadi bukti sekaligus pesan kalau wilayah itu memang secara tektonik aktif, dan mungkin aja menyimpan potensi gempa besar di kemudian hari.

Apalagi Indonesia berada di kawasan jalur gempa teraktif di dunia atau sebutannya cincin api Pasifik. Ini artinya secara tektonik aktif dan bukan nggak mungkin memang ada potensi gempa sangat besar suatu hari nanti

Kita ada di kawasan cincin api Pasifik via www.theborneopost.com

Pernah dengar ring of fire atau cincin api Pasifik, ‘kan? Nah, negara kita ternyata masuk kawasan cincin api ini, Guys. Kawasan ini berada di jalur gempa teraktif di dunia, artinya memang ada kemungkinan terjadi gempa besar suatu saat ini. Selain ada di kawasan cincin api, Indonesia juga berada di atas 3 tumbukan lempeng benua: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Selain Indonesia, ada juga sejumlah negara yang masuk kawasan ring of fire dan memang beberapa waktu terakhir juga dilanda gempa bumi. Jadi memang gempa di ring of fire ini kayak “menular” gitu lo, Guys

Ini gempa di California, AS via www.bbc.com

Terhitung sejak awal Juli, ratusan gempa dilaporkan terjadi di berbagai belahan dunia. Beberapa negara bahkan dilanda gempa bermagnitudo lebih dari 5, seperti Kanada, California AS, Papua Nugini, Jepang, Australia, Kepulauan Balleny, Filipina, dan tentu saja Indonesia. Semua negara ini masuk kawasan cincin api Pasifik. Apakah ini jadi pertanda kalau ring of fire sedang tidak baik-baik saja?

Advertisement

Kalau sudah tahu berada di wilayah bahaya, apa yang mesti kita lakukan? Tentu saja bukan hanya diam menerima takdir lo ya~

Pelatihan tanggap bencana di Jepang sudah dimulai sejak anak-anak via www.telegraph.co.uk

Kalau bicara soal kesiapsiagaan menghadapi gempa, kita bisa mencontoh negara Jepang. Jepang termasuk sama kayak Indonesia, yang sangat rawan dilanda gempa bumi besar. Tapi di sana, persiapan pemerintah dan penduduknya jauh lebih matang untuk menghadapi bencana. Sosialisasi yang diberikan ke warga, diserap dan diterapkan dengan baik. Jadi setiap ada gempa, mereka tenang aja gitu, sambil berusaha menyelamatkan diri.

Sekalipun potensi bencana di negara kita cukup besar, intinya sih jangan panik, karena orang kalau sudah panik tuh susah buat berpikir logis. Ya, nggak sih?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE