Bencana alam memang sulit untuk diprediksi kedatangannya. Contohnya gempa bumi yang baru aja terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dilansir dari Kompas, gempa tektonik dengan kekuatan 6,4 SR terjadi di Lombok pada pukul 05.47 WIB hari Minggu, 29 Juli 2018 lalu. Gempa itu disusul oleh ratusan gempa susulan, tepatnya 213 gempa hingga berita ini ditulis. Selain gempa bumi, ada juga banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gelombang tinggi, dan sebagainya. Selama bulan Januari hingga Maret 2018, total bencana alam yang terjadi di Indonesia sudah mencapai 513 bencana lho.

Nah untuk kawasan yang notabene rawan bencana seperti Indonesia, kita tampaknya masih kurang aware dan minim pengetahuan soal persiapan menghadapi bencana. Terutama metode persiapan bencana untuk diri sendiri. Selain mengetahui metode yang tepat untuk mengamankan diri seperti yang pernah ditulis Hipwee di sini, kita juga sebenarnya perlu menyiapkan ‘tas siaga bencana’ untuk kondisi darurat seperti saat terjadi bencana alam secara tiba-tiba. Dalam keadaan panik, keberadaan tas seperti itu bisa sangat membantu lho~ Mau tahu apa aja yang harus masuk ke tas itu? Yuk simak selengkapnya ulasan Hipwee News & Feature ini!

Berusaha mempersiapkan diri sebelum terjadi bencana alam itu penting lho. Bagaimanapun, ketika ada bencana, akses terhadap kebutuhan hidup menjadi terbatas

Advertisement

Sudah punya tas siaga bencana di rumah?

Korban dari bencana alam kadang nggak cuma berasal dari bencana tersebut, tapi juga kesulitan memenuhi kebutuhan utama hidup setelah bencana terjadi seperti air bersih, makanan yang baik, dan sebagainya. Akibatnya, yang awalnya sehat, bisa jadi mendadak mengalami penyakit lalu parahnya karena tidak ada obat-obatan menjadi meninggal. Jadi, sebenarnya persiapan menghadapi bencana itu perlu lho, minimal dilakukan dengan memiliki tas siaga bencana di rumah.

Tiap orang yang hidup di daerah-daerah rawan bencana, sudah seharusnya punya tas seperti ini. Tas ini berisi barang yang paling kita butuhkan untuk bertahan hidup pasca terjadi bencana

Isi dari tas siaga bencana. Tiap orang seharusnya punya satu via www.hipwee.com

Tas siaga bencana ini berisi masker, obat-obatan, baju cadangan, makanan, minuman, dan sebagainya. Sebaiknya tas siaga bencana diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau. Keberadaannya sebenarnya sangat bermanfaat lho. Jadi, ketika bencana alam terjadi, akan lebih praktis untuk mempersiapkan diri saat evakuasi. Tinggal ambil tasnya lalu pergi deh.

Advertisement

Jepang bisa jadi satu dari sedikit negara di mana warganya punya kultur untuk selalu mempersiapkan tas siaga bencana seperti ini di rumah masing-masing. Sama-sama terletak di kawasan ring of fire yang rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi, kita di Indonesia pun nggak ada salahnya lho mempersiapkan diri lebih baik menghadapi bencana seperti Jepang. Mempersiapkan tas seperti ini bisa jadi langkah pertama yang kita mulai sekarang guys…

Kalau orang-orang yang hidup di wilayah rawan tornado seperti beberapa kota di Amerika Serikat, tas siaga bencana dinilai tidak cukup. Kebanyakan rumah pribadi di wilayah itu memiliki bungker untuk berlindung

Kriteria umum pembuatan bungker bawah tanah via www.hipwee.com

Bungker atau perlindungan bawah tanah diperlukan jika bencana alam yang terjadi memang rawan merusak rumah seperti angin topan dan tornado. Di tengah putaran angin kencang yang merusak dan merobohkan segala bangunan di jalurnya, perlindungan bawah tanah adalah cara terbaik untuk bertahan hidup. Makanya, orang-orang yang tinggal di daerah ‘Tornado Alley‘ atau ‘Lorong Tornado’ di Amerika Serikat — seperti kota Texas, Nebraska, dan Oklahoma, biasanya punya bungker bawah tanah untuk berlindung dari tornado.

Nah bungker tersebut dibuat seperti tempat tinggal darurat di bawah tanah dengan berbagai peralatan dan kebutuhan di dalamnya. Tapi, membangunnya nggak bisa sembarangan. Material yang dipilih untuk membangun bungker hingga kedalaman bungker harus dipertimbangkan.

Memang bagus untuk punya persiapan diri, tapi ada juga kelompok yang ‘terobsesi’ mempersiapkan diri dari segala bentuk bencana seperti doomsday prepper. Segala sesuatu yang berlebihan emang nggak baik

Ingin selamat dari segala jenis bencana hingga serangan nuklir. Perilaku ini tergolong ekstrem via www.hipwee.com

Orang-orang yang bersiap untuk hari kiamat ini mempersiapkan banyak hal mulai dari makanan kering, air, obat-obatan, dan lain sebagainya. Semua itu dipersiapkan dalam jumlah yang cukup besar. Nggak hanya itu, mereka juga mempersiapkan teknologi dan metode-metode yang bisa membantu bertahan hidup ketika hari kiamat datang dan hanya mereka orang-orang yang bisa selamat. Contohnya adalah teknologi penyimpan listrik jangka panjang, keahlian bertahan di hutan, dan sebagainya.

Kelompok doomsday prepper ini seringkali dikritik karena perilakunya yang terlalu berlebihan. Mereka biasanya termasuk orang paranoid yang selalu khawatir akan kemungkinan terjadinya bencana. Mereka juga sering menimbun dan menyimpan makanan dalam jumlah besar di dalam rumahnya. Meski tetap harus berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana, kita jelas tidak boleh berlebihan seperti kelompok doomsday prepper ini karena takdir itu pada akhirnya memang kuasa Tuhan. Jadi setelah berusaha, ya berusahalah ikhlas dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Yang Di Atas…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya