Agaknya kita patut berterimakasih kepada penyelenggara debat Pilpres kedua, 17 Februari lalu. Soalnya, dari debat tersebut, kita jadi tahu apa itu unicorn, istilah yang disebut-sebut oleh kedua capres ketika beradu di atas podium. Kita pun jadi ikut belajar dan menambah kosakata baru, nggak cuma unicorn tapi juga decacorn dan hectocorn.

Unicorn: perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS –setara Rp13-an triliun

Decacorn: perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari 10 miliar dolar AS –setara Rp140-an triliun

Hectocorn: perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari 100 miliar dolar AS –setara Rp1,4 kuadriliun

Advertisement

Nah belum lama ini, Grabperusahaan transportasi online yang berpusat di Singapura ini– dinobatkan sebagai perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menyandang status ‘decacorn’ lo! Sekarang, nilai valuasi Grab dilaporkan mencapai 11 miliar dolar AS, seperti ditulis CNN. Jadi penasaran deh, siapa sih sosok pendiri perusahaan raksasa ini? Dan gimana juga potret perusahaan decacorn dunia yang lainnya? Intip yuk “wajah” orang-orang tajir melintir ini!

1. Grab didirikan oleh dua orang alumni jurusan bisnis, Harvard University, Amerika Serikat. Mereka adalah Anthony Tan dan Tan Hooi Ling

Dua orang di balik Grab via yourstory.com

Bermula dari sebuah garasi sempit di Kuala Lumpur, Malaysia, dua orang alumni Harvard University, Anthony dan Ling, memulai bisnis mereka di bidang transportasi online, 2012 silam. Ayah Anthony ini kabarnya merupakan bos di perusahaan distributor mobil. Kakeknya adalah mantan sopir taksi. Jadi dunianya sebenarnya nggak jauh-jauh dari bidang transportasi.

Seiring berjalannya waktu, Grab yang kini berbasis di Singapura sudah beroperasi di 225 kota yang tersebar di 8 negara. Belum lama ini statusnya juga naik jadi decacorn, membuatnya jadi start-up company yang nggak bisa diremehkan!

2. Perusahaan decacorn lain yang mungkin juga cukup akrab di telinga kita adalah Uber. Pemiliknya ternyata adalah dua pria bernama Travis Kalanick dan Garrett Camp

Travis Kalanick dan Garrett Camp via www.blognone.com

Advertisement

Di Indonesia, Uber mungkin kurang populer jika dibanding Go-Jek atau Grab. Tapi di Amerika sana, Uber jadi transportasi online paling diminati. Didirikan oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp tahun 2009, Uber kini jadi perusahaan decacorn yang nilai valuasinya sudah mencapai 72 miliar dolar AS, dikutip CNN. Dengan valuasi segitu, nggak kaget kalau Garrett dan Travis masuk dalam jajaran orang terkaya sedunia.

3. Selain Uber, ada lagi decacorn lain yang nggak kalah populernya; SpaceX. Pernah dengar ‘kan pasti…

Elon Musk, si jenius pendiri SpaceX via www.thetimes.co.uk

Berbeda sama kebanyakan start-up decacorn atau unicorn, SpaceX adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi luar angkasa. Pendirinya adalah Elon Musk, yang merintis SpaceX sejak 2002. Pria 47 tahun itu merupakan pebisnis sekaligus ilmuwan jenius yang berambisi tinggi membangun koloni manusia di planet Mars. Dengan nilai perusahaan mencapai 21 miliar dolar, Elon masuk 30 besar orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

4. Kalau di AS ada Uber, di Cina ada Didi Chuxing. Perusahaan transportasi online ini menghubungkan 80% jaringan rental mobil di Cina. Siapa sih pemiliknya?

Orang di balik suksesnya Didi Chuxing via fortune.com

Adalah Cheng Wei, pria di balik perusahaan transportasi terbesar di Cina. Di usia Cheng yang masih 36 tahun, perusahaan yang didirikannya sudah berstatus decacorn, dengan valuasi mencapai 56 miliar dolar AS! Ada pendapat menarik dari Cheng, menurutnya untuk dapat memulai bisnis, seseorang tidak perlu ahli di bidangnya. Kamu cuma perlu menyelesaikan suatu masalah dan membuat orang mau membayar. Soalnya waktu memulai bisnisnya, Cheng malah nggak bisa menyetir!

5. Masih dari Cina, di negara tirai bambu itu ada platform berita populer bernama Toutiau. Meskipun jarang terdengar publik internasional, tapi perusahaan ini masuk jajaran decacorn dunia lo

Zhang Yiming, pendiri Toutiau via medium.com

Pria di balik Toutiau adalah Zhang Yiming. Ia mendirikan bisnisnya itu pada 2012. Kalau di Indonesia, Toutiau ini mirip Line Today gitu. Zhang sendiri masih 35 tahun lo, tapi perusahaan rintisannya sudah mencapai valuasi 20 miliar dolar AS. Selain Toutiau, Zhang yang merupakan lulusan Teknik Informatika ini juga punya perusahaan lain yang nggak kalah populer; ByteDance.

6. Masih ada perusahaan decacorn lain yang pendirinya punya kisah inspiratif. Pernah dengar WeWork?

Dua pebisnis muda founder WeWork via www.businessinsider.sg

WeWork adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan ruangan untuk usaha kecil atau pekerja lepas. Ruangan semacam ini kita kenal dengan sebutan co-working space. Pendiri WeWork adalah dua pemuda usia 40-an bernama Adam Neumann dan Miguel McKelvey, yang merintis bisnis ini pada 2010. Awalnya mungkin tampak biasa, tapi ternyata WeWork mampu tumbuh menjadi perusahaan decacorn dengan valuasi mencapai 20 miliar dolar.

Sebenarnya masih banyak lagi perusahaan dunia yang masuk jajaran decacorn. Pada intinya sih sama, para pendirinya selalu punya kisah inspiratif masing-masing sebelum akhirnya bisa mengantarkan perusahaannya naik “kasta” menjadi decacorn. Kira-kira menurutmu, siapa di antara mereka yang lebih dulu jadi hectocorn ya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya