Di setiap ajang perlombaan olahraga, medali jadi hadiah yang paling diharapkan seluruh peserta. Mereka rela mengerahkan segala upaya untuk merebut medali-medali itu. Di Asian Games 2018, hadiah medali sendiri dibagi jadi 3; medali emas, perak, dan perunggu. Nantinya jumlah perolehan medali setiap negara partisipan akan ditotal. Sampai berita ini ditulis, total medali yang sudah diraih Indonesia ada 72 keping; 24 emas, 19 perak, dan 29 perunggu. Perolehan ini membawa Indonesia di peringkat 4.

Selain medali, ternyata para atlet juara ini juga mendapat bonus dari pemerintah negaranya masing-masing lho. Bahkan ada yang sampai memberi hadiah uang yang jumlahnya fantastis! Tapi, apakah hadiahnya beneran sebanding sama perjuangan mereka bisa sampai ke final? Kali ini, Hipwee News & Feature akan mengulasnya buat kamu. Yuk simak, negara mana yang paling “loyal” sama atletnya!

1. Mari bahas negara kita dulu. Kabarnya Menpora menjanjikan hadiah yang nggak main-main lho buat atlet peraih medali emas di Asian Games 2018 kali ini!

Jonatan Christie dan Anthony Ginting via www.suara.com

Advertisement

Atlet peraih medali emas dari Indonesia seperti Jonatan Christie, Kevin & Marcus, Lindswell Kwok, dan Defia Rosmaniar, ternyata dijanjikan bonus uang yang nilainya nggak main-main lho. Dilansir Kompas, Menpora Imam Nahrawi, berjanji akan mengapresiasi kerja keras para atlet peraih emas dengan bonus senilai Rp1,5 M/orang, untuk ganda Rp1 M/orang, dan tim Rp800-900 juta/orang. Menurutnya, peraih perak dan perunggu serta tim pelatih juga akan mendapat bonus dari pemerintah.

Nggak cuma itu lho guys, peraih medali emas dari Indonesia katanya sih juga bakal diberi rumah secara cuma-cuma, serta dapat “freepass” untuk diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Wah, lumayan juga ya~

2. Selisih sedikit sama Indonesia, pemerintah Filipina juga ngasih bonus yang kalau dirupiahkan, nilainya lebih dari 1 miliar lho

Hidilyn Diaz, atlet angkat besi Filipina berhasil raih medali emas via www.malaymail.com

Pemerintah Filipina rupanya rada sehati sama pemerintah Indonesia. Soalnya besar bonus yang diberikan untuk atlet penyumbang medali emas, mencapai Rp1,6 miliar. Tapi nggak tahu sih, hadiahnya cuma itu aja atau masih ada bonus lain kayak rumah dan lapangan pekerjaan seperti di Indonesia…

3. Meskipun kelihatannya udah wow, tapi bonus dari pemerintah Indonesia & Filipina belum ada apa-apanya dibanding sama apa yang dikasih pemerintah Hong Kong

Atlet asal Hong Kong berpose setelah berhasil raih medali via www.sportsroad.hk

Advertisement

Kalau kamu udah cukup kaget sama hadiah dari pemerintah Indonesia dan Filipina, tunggu sampai kamu tahu berapa uang yang dijanjikan pemerintah Hong Kong untuk atlet berbakatnya. Mereka yang berhasil meraih medali emas dalam Asian Games 2018, katanya bakal diberi bonus uang senilai Rp3,5 miliar! Uang segitu sih udah bisa dipakai keliling Indonesia kali ya?

4. Sedikit lebih ‘hemat’, pemerintah Malaysia cukup memberi bonus nggak lebih dari 500 juta. Hmm, lumayan lah ya~

Atlet Malaysia raih emas dalam cabor bowling via www.bowlingdigital.com

Lain halnya kayak Indonesia, Filipina, dan Hong Kong, yang bonus buat atletnya dianggarkan sampai lebih dari 1 M. Pemerintah Malaysia justru hanya menyiapkan dana bonus sebesar 80,000 ringgit, atau sekitar Rp260 juta untuk para atletnya yang berhasil membawa pulang media emas.

5. Sebagai negara dengan perolehan medali paling banyak, ternyata Cina juga cukup loyal sama para atletnya. Tapi kayaknya tetap banyakan kita deh

Sun Peiyuan, atlet Cina peraih emas cabor wushu via www.wionews.com

Sejak pertama bertanding hingga saat ini, China jadi negara yang unggul pada jumlah perolehan medali. Saat ini China berada di peringkat 1, dengan rincian medali: 97 emas, 64 perak, dan 45 perunggu. Jadi kalau ditotal jumlah medalinya 206! Tapi ternyata kurang jelas apa bonus yang disiapkan pemerintah China untuk atletnya pada Asian games 2018 kali ini. Tapi kalau merujuk pada gelaran Olympics Games di Rio, Brazil, 2016 lalu, China katanya memberikan $36,000 atau sekitar Rp500-an juta untuk para atletnya yang berhasil meraih medali emas lho.

6. Beda lagi sama Korea Selatan, yang ternyata nggak memberi hadiah berupa uang buat peraih medali emas, melainkan pemotongan masa wajib militer

Atlet Korea via japan.hani.co.kr

Seperti yang kita tahu, pemerintah Korsel mewajibkan seluruh penduduk laki-lakinya yang berusia 18-25 tahun untuk mengikuti program wajib militer. Program wamil ini berlangsung selama 2 tahun. Tapi ternyata ada pengecualian bagi mereka yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, kayak Asian Games ini. Katanya sih para atlet yang menang medali emas, bakal dapat pemotongan masa wamil jadi cuma sebulan aja! Eh, tapi kalau pemenangnya cewek gimana ya guys?

7. Meski Jepang saat ini berada di peringkat kedua untuk perolehan medali terbanyak, tapi ternyata para atletnya harus berbesar hati karena pemerintah sana nggak menyiapkan bonus apa-apa

Atlet badminton dari Jepang via mainichi.jp

Saat berita ini ditulis, Jepang ada di peringkat 2 sebagai negara peserta Asian Games 2018 yang paling banyak mendapat medali. Posisinya tepat di bawah China. Namun ternyata para peraih medali itu justru nggak mendapat bonus apapun dari pemerintahnya. Hmm… memang rada kasihan sih, tapi bisa jadi pemerintah Jepang malah memberi sesuatu yang bisa menjamin masa depan para atletnya, kayak pelatihan atau regenerasi olahragawan.

Kalau bicara soal hadiah gini, sebenarnya memang bisa panjang sih. Soalnya, banyak lho kita dengar cerita bekas atlet berprestasi Indonesia zaman dulu yang hidupnya sekarang justru miris, pekerjaan juga nggak punya. Sekarang bisa jadi para atlet Asian Games ini dapat duit miliaran, tapi namanya uang pasti bisa habis kalau nggak dimanfaatkan dengan baik. Mungkin selain hadiah ‘sesaat’ itu, pemerintah juga perlu merencanakan program jangka panjang yang bisa diinvestasikan kepada para atlet kita ya~ Kalau menurutmu gimana nih?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya