Sebelumnya, mari kita ucapkan selamat dulu untuk Jonatan Christie, atlet bulutangkis andalan kita yang baru saja memenangkan medali emas setelah menaklukkan Taiwan di laga final tunggal putra Asian Games 2018. Kali ini kita nggak akan bahas kemenangan Jojo, soalnya sebelum pertandingan final ini, ada satu hal menarik yang banyak disorot orang setelah Jojo menang lawan Jepang di semifinal kemarin. Atlet 20 tahun itu, refleks melakukan selebrasi lepas seragam di lapangan setelah mengalahkan Kenta Nishimoto. Para penonton cewek yang memenuhi stadion pun sontak berteriak histeris.

Kehebohan selebrasi Jojo itu rupanya nggak cuma berlangsung di lapangan aja. Di media sosial, foto Jojo menampilkan perut ‘kotak-kotak’nya itu tersebar luas, memancing komentar beragam dari netizen, terutama kaum Hawa yang tak henti-hentinya memuja Jojo. Banyak juga cewek yang sampai berkomentar seksis, mulai dari “Boleh pegang perutnya nggak?” sampai “Bikin basah nih…”. Tapi ada yang menarik dari rentetan komentar itu, karena ternyata banyak orang, cowok atau cewek, yang menganggap itu sexual abuse. Kali ini Hipwee News & Feature sudah merangkum infonya untuk kamu.

Foto Jonatan Christie telanjang dada yang banyak tersebar di media sosial mengundang komentar-komentar seksis cewek-cewek sejagat raya

Selebrasi Jonatan Christie via kampiun.id

Advertisement

Selebrasi Jojo yang nggak biasa itu rupanya mengundang cewek-cewek berkomentar di media sosial. Foto Jojo bertelanjang dada langsung dipenuhi beragam komentar. Yang paling jadi perhatian itu ya komen-komen seksis para cewek. Mulai dari yang biasa aja kayak “Mau dong dismash…” sampai yang ekstrem kayak “Duh, body-nya bikin pengen gigit” atau “Tonjolannya bikin basah“, semua ada! Mirisnya, mereka merasa komen-komen itu biasa aja.

Ternyata banyak orang yang menganggap komentar-komentar itu termasuk pelecehan seksual

Komentar warganet di postingan akun @lamiscorner via www.instagram.com

Banyak orang berpendapat kalau komen-komen seperti di atas itu sama aja melecehkan Jojo. Menurut beberapa orang komen-komen itu sejenis dengan komentar seksis yang sering dilontarkan cowok ke cewek, tapi sering diprotes dan didemo gila-gilaan. Katanya pelecehan seksual, dll, padahal sebenarnya ya sama aja. Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapapun yang berkelamin, mau cowok mau cewek, namanya tetap sexual abuse. Tapi nggak tahu sih, bisa jadi Jojo-nya malah merasa komen-komen itu cukup normal…?

Kalau kasusnya dibalik, misal cewek yang menerima komentar-komentar “panas” macam itu, pasti sebagian besar mereka nggak terima

Kalau dibalik pasti pada nggak terima via www.merdeka.com

Seandainya komentar-komentar liar semacam itu dibalik dan ditujukan buat cewek-cewek, mungkin di media sosial udah ramai kampanye stop pelecehan seksual atau sejenisnya. Padahal kasusnya ‘kan sama, tapi cuma karena subjeknya beda jenis kelamin, kesannya jadi beda. Ini lah yang dinamakan double standard atau standar ganda; ketidakadilan penilaian pada subjek yang berbeda pada kasus yang sama. Standar ganda ini sering banget terjadi di lingkungan sosial apalagi yang menyangkut soal gender.

Simpelnya, kalau nggak mau “dicubit” ya jangan “mencubit”. Analogi ini berlaku pada komentar-komentar seksis cowok ke cewek dan sebaliknya

Stop pelecehan seksual! via indianacesa.org

Advertisement

Satu pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini: kalau nggak mau “dicubit” ya jangan “mencubit”. Tidak peduli cowok atau cewek, ya sebisa mungkin saling menghargai satu sama lain dan tidak merendahkan seseorang karena gendernya. Termasuk soal komentar-komentar flirty-flirty yang mungkin sekilas tampak lucu dan tidak berbahaya, tapi sebenarnya bersifat seksis.

Hmm.. Jadi menurut kalian gimana nih guys? Wajar nggak sih komen-komen seksis yang dilontarkan cewek ke cowok gitu? Atau memang pantas buat diprotes? Share pendapat kalian di kolom komentar ya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya