Hal-hal Penting dalam Debat Capres Ke-4 Semalam. Bisa Jadi Acuan Buat Memilih Presiden Nanti!

Debat Capres Keempat

Tadi malam (Minggu, 30 Maret) digelar debat keempat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertempat di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat. Debat kali ini hanya diikuti oleh dua pasang calon presiden tanpa wakilnya dan dimoderatori oleh Retno Pinasti dan Zulfikar Nagh. Tema yang diangkat ialah ideologi, pemerintahan, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional. Di sini para calon telah memamarkan beberapa strategi yang nantinya akan mereka gunakan ketika menjabat sebagai presiden.

Advertisement

Buat kamu yang ketinggalan debat semalam, berikut Hipwee berikan ulasan point-point penting yang menjadi strategi kedua calon agar nantinya dapat kamu menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan siapakah presiden akan kamu pilih. Yuk kita simak!

Pada sesi ideologi, kedua calon Presiden mengatakan bahwa Pancasila adalah harga mati dan final. Tak ada yang berideologi khilafah dan PKI ya, clear

Indonesia Jaya via radarmalang.id

Pada sesi ini, capres nomer urut 2 mendapat kesempatan menjawab pertama. Prabowo Subianto memarkan bahwa nilai pancasila harus dimasukkan ke dalam pendidikan kurikulum yang lebih edukatif namun tidak mendoktrin. Pendidikan kurikulum ini dapat mulai sejak TK, SD, SMP, SMA, hingga pendidikan lanjut yakni S1 dan S2. Di samping itu, pemerintah juga harus memberi contoh yang baik untuk menyatukan dan tidak memandang suku dan atau ras serta mengedepankan politik persatuan.

Tak beda jauh, capres nomer urut 1 justru mengatakan bahwa pendidikan pancasila harus diberikan pada anak-anak sejak PAUD hingga universitas. Hal terpenting ialah bagaimana memberikan pendidikan Pancasila dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara dengan  membentuk badan pembinaan ideologi pancasila yang kekininan dan sesuai dengan anak muda.

Advertisement

Note : Tidak ada calon Presiden dengan ideologi khilafah dan komunis ya, seperti yang dituduhkan kepada mereka berdua. 

Sesi pemerintahan, Jokowi punya konsep pemerintahan Dilan (Digital Melayani) sementara Prabowo menginginkan pemerintahan efektif dengan penggunaan teknologi informasi

dilan via www.suara.com

Capres nomer urut 1, Jokowi memaparkan strategi pemerintahan Dilan (Digital Melayani) yang mana beliau percaya pelayanan bukan hanya sekedar melayani tapi juga kecepatan. Sehingga,  diperlukan reformasi dalam bidang pelayanan berbasis elektronik. Jokowi juga menuturkan untuk mennyederhanakan dan mempertajam kelembagaan agar lebih gampang memutuskan dan tidak berbelit-belit.

Advertisement

Sementara itu, Prabowo menuturkan untuk  mengutamakan penggunaan teknologi informatika untuk mencapai transparansi, contohnya bisa dilakukan untuk meningkatkan rasio pajak yang dapat ditegakkan melalui teknologi informatika. Prabowo juga menuturkan bahwa tidak perlu banyak kartu untuk melaksanakan fungsi-fungsi besar, mengingat tujuan pemerintah yang sebenarnya ialah kesejahteraan rakyat.

Note : Ya sama aja lah ya kurang lebih. Cuma bedanya kalau Jokowi banyak kartu, Prabowo tidak perlu banyak kartu

Sesi pertahanan dan keamanan, Prabowo menyoroti anggaran yang sedikit sementara Jokowi menyangkal hal tersebut

TNI kita via best-pftf.com

Prabowo menilai pertahanan di Indonesia saat ini masih terlalu lemah sehingga kita diharuskan untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Oleh karenanya, perlu dibuat sistem untuk memberhentikan kebocoran agar kekayaan Indonesia tidak mengalir terus ke luar negeri. Sedangkan, Jokowi menuturkan bahwa saat ini beliau sudah menggelar pasukan di empat titik terintegrasi. Radar maritim dan udara juga sudah menguasai 100 persen wilayah di Indonesia.  Selain itu, beliau juga menuturkan untuk membangun investasi bukan belanja agar dapat dipakai industri alutsista.

Note : Jokowi memaparkan infrastruktur yang dibangun sementara Prabowo lebih banyak bercerita seluk beluk dunia militer

Terakhir, sesi Hubungan Internasional, mempertanyakan tentang bagaimana keunggulan bangsa Indonesia dalam diplomasi Internasional

hubungan internasional via angalul.com

Joko Widodo mengungkap bahwa saat ini Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sehingga hal ini memberi keuntungan bangsa kita untuk menjadi mediator dalam mendamaikan fraksi yang berkonflik. Sedangkan bagi Prabowo Subianto, hal ini belum cukup. Dalam menjalin diplomasi kita tidak hanya menjadi mediator, tetapi diplomasi harus juga mempertahankan kepentingan nasional.

Terjadi perdebatan yang cukup sengit disesi ini yang mana kemudian Joko Widodo menguturkan  bahwa  kepentingan nasional tetap harus dinomor satukan dengan memberikan perlindungan terhadap WNI yg ada di luar negeri, dan menjalin perdagangan diplomasi tetap akan dapat dilakukan. Sedang bagi Prabowo Subianto, pertahanan kita saat ini masih sangat rapuh, anggaran pertahanan juga masih minim.

Note : Prabowo masih menyoroti rapuhnya pertahanan dan soal anggaran, Jokowi lebih menekankan tentang kekuatan Muslim terbesar yang ia ulang beberapa kali. Prabowo sempat marah kepada audiens yang tertawa.

Nah, itu tadi hal-hal yang dipaparkan oleh para calon kandidat presiden kita, Bapak Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Harus diakui tidak banyak perbedaan antara gagasan kedua capres. Semoga artikel ini dapat memberi kamu pencerahan  untuk memilih siapa presiden yang akan kamu coblos di 17 April 2019 mendatang. Semoga bermanfaat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

CLOSE