Hunting Foto di Kuburan, Pemilik Butik dan Modelnya Dihujat Warganet. Kayak Gitu Sopan Nggak sih?

Hunting Foto di Kuburan

Siapapun boleh berkreasi, tetapi tentu ada batasannya. Kita perlu mempertimbangkan etika dan adat istiadat setempat supaya nggak menyinggung perasaan orang lain. Barangkali itulah yang sempat terlupakan oleh Nur Amirah Mohd Amiruddin. Pemilik butik asal Malaysia ini sedang ramai diperbincangkan karena melakukan sesi pemotretan yang dianggap nggak pantas. Dia menyuruh beberapa model memakai baju pengantin dan berpose di pemakaman!

Advertisement

Hasil foto-foto tersebut diunggah Nur di media sosial. Namun bukannya dipuji, dia justru dihujat bertubi-tubi oleh warganet. Yuk simak cerita selengkapnya.

Belum lama ini beredar foto para wanita berbaju pengantin yang berpose di kuburan. Mereka bahkan duduk dan berbaring di batu nisan!

Sampai berbaring di antara dua kuburan via www.instagram.com

Nur mengaku sengaja memilih lokasi pemotretan di pemakaman Kristen di Batu Pahat, Johor, Malaysia. Dia mengajak beberapa model perempuan. Setiap model dipakaikan busana pengantin muslimah yang indah. Wajah mereka juga dipulas make-up lengkap.

Supaya hasilnya bagus, Nur juga menyewa fotografer profesional untuk mengabadikan momen. Para model pun berpose bergantian. Ada yang berdiri anggun dengan latar belakang pemakaman yang sepi. Namun sayangnya ada yang menduduki kuburan dan berbaring di antara dua nisan. Inilah yang membuat warganet keberatan.

Advertisement

Berfoto di atas kuburan orang dianggap nggak sopan oleh warganet. Tak pelak, mereka jadi bulan-bulanan

Pemotretan di pemakaman Kristen via www.instagram.com

Foto-foto mereka langsung viral setelah dibagikan oleh @chrissytwittwit pada Selasa (5/10). Banyak warganet yang berpendapat kalau sikap mereka nggak pantas. Harusnya pemakaman adalah tempat untuk berdoa dan menghormati orang-orang yang sudah meninggal, bukan untuk tempat pemotretan.

Sebagian warganet juga mempermasalahkan konsep mereka: mengenakan baju pengantin muslimah, sementara latar belakang fotonya adalah pemakaman Kristen. Tindakan mereka dianggap kurang menghormati umat Kristen. Mereka dianggap mencederai toleransi umat beragama.

“Memangnya nggak ada tempat lain untuk berfoto? Kalian sama sekali nggak menghargai pemakaman,” tulis seorang warganet.

“Orang-orang kayak kalian rela melakukan apa pun untuk menarik perhatian. Kalau itu adalah makam keluarga saya, maka saya bakal mencari kalian,” sambung yang lain.

“Sikap mereka nggak mencerminkan agama Islam. Saya menentang pemotretan yang nggak pantas ini. Mereka harus meminta maaf kepada semua orang Kristen,” timpal warganet lainnya.

Advertisement

Menanggapi hujatan warganet, Nur meminta maaf sebagai perancang ide pemotretan. Dia juga menegaskan kalau foto-foto itu bukan untuk marketing

Nur Amirah meminta maaf via www.instagram.com

Nur telah menyadari kalau perbuatannya salah dan dia meminta maaf pada semua pihak yang tersinggung. Dia menegaskan kalau tujuan foto-foto ini bukanlah untuk mencari sensasi atau mempromosikan butiknya. Nur memilih lokasi pemakaman hanya untuk menunjukkan konsep berbeda yang ditirunya dari luar negeri.

Namun, ternyata perbuatan itu justru menjadi senjata makan tuan. Dia pun menerima hujatan dari banyak pihak. Akhirnya Nur terpaksa menonaktifkan akun Facebook dan mengunci akun Instagram miliknya.

Supaya kejadian ini nggak terulang lagi, baiknya kita lebih berhati-hati saat berkreasi. Berkarya itu baik, tapi jangan pertimbangkan juga etika dan kesopanan di masyarakat. Pertimbangkan konsep kita dengan matang sebelum mewujudkannya menjadi karya. Semangat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE