Naik lagi, naik lagi. Ini deh risiko menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yaitu harganya yang tidak akan stabil. Ketika harga minyak dunia naik, maka harga BBM non-subsidi juga ikut naik. Penyesuaian harga bisa terjadi kapan saja ketika harga minyak dunia berubah. Seperti baru-baru ini, BBM non-subsidi naik per tanggal 1 Juli 2018 lalu.

Sebagai informasi, BBM ada yang sifatnya subsidi dan non-subsidi. BBM subsidi tentu saja mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga harganya tetap. Yang termasuk dalam BBM subsidi adalah premium dan solar. BBM selain premium dan solar seperti pertamax, pertamina dex, dan sebagainya termasuk dalam BBM non-subsidi.

Advertisement

Tetapi, meskipun harganya tidak stabil, BBM non-subsidi tetap pantas untuk dipilih untuk digunakan. BBM non-subsidi, seperti Pertamax, memiliki kualitas bahan bakar yang lebih baik dibandingkan dengan BBM subsidi, seperti Premium. Mau tahu mengapa kita sebaiknya menggunakan BBM non-subsidi? Baca alasannya bareng Hipwee News & Feature yuk.

1. Sayang sama kendaraan bukan cuma dengan rajin dicuci aja. Memakai BBM non-subsidi juga jadi salah satu langkahnya

Rajin membersihkan kendaraan bukan satu-satunya cara merawatnya via www.finansialku.com

Buat yang ngaku pecinta otomotif dan sayang sama kendaraannya, sebaiknya memilih BBM non-subsidi yang kualitasnya lebih baik seperti Pertamax. Selain jadi bahan bakar, BBM non-subsidi yang diisikan ke mesin kendaraan memiliki kemampuan merawat mobil. Apalagi, BBM yang kualitasnya baik bisa melakukan pembakaran yang lebih sempurna sehingga mesin bekerja lebih efisien.

2. Dengan pakai BBM non-subsidi sebenarnya pemakaian BBM jadi lebih irit lho. Kok bisa sih?

Nggak perlu sering-sering isi bensin deh via kemudiku.com

Pembakaran yang dilakukan oleh BBM non-subsidi seperti Pertamax lebih sempurna. Kerja mesin menjadi lebih efisien. Hampir semua bahan bakar yang digunakan benar-benar diubah menjadi energi untuk menggerakkan kendaraan. Dengan begitu, menggunakan BBM non-subsidi tentu saja lebih irit dibandingkan menggunakan BBM subsidi.

3. Kalau kamu pecinta lingkungan dan kesehatan, pakai BBM non-subsidi jadi salah satu caranya. Emisinya lebih sedikit lho.

Emisi pembakaran mesin kendaraan via carfromjapan.com

Advertisement

Salah satu gas berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan adalah gas karbon monoksida atau CO. Gas ini bisa menyebabkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit sehingga berbahaya bagi tubuh. Gas CO merupakan hasil dari pembakaran tidak sempurna di mesin kendaraan.

Ternyata, emisi atau gas buang hasil pembakaran BBM non subsidi seperti pertamax lebih aman daripada BBM subsidi yaitu premium. Karena pembakaran mesin dengan bahan bakar pertamax lebih sempurna, gas CO yang terbentuk tentu saja lebih sedikit.

4. Subsidi BBM itu sebenarnya sangat membebani APBN negara kita, padahal harga BBM di Indonesia sudah termasuk paling murah se-Asia Tenggara lho

Subsidi BBM terus menerus bisa membebani APBN via ekbis.sindonews.com

Salah satu sektor yang mengambil banyak bagian dari APBN digunakan untuk melakukan subsidi pada BBM. Hal ini terasa membebankan karena harga minyak dunia yang tak menentu padahal harga BBM subsidi harus dibuat tetap sepanjang tahun.

Sebenarnya, harga BBM di Indonesia sudah termasuk yang paling murah se-Asia Tenggara. Menurut website Global Petrol Prices, harga BBM paling mahal se-Asia Tenggara adalah Singapura dengan harga USD 1.59 per liternya sedangkan Indonesia dipatok USD 0.68 per liter, mirip dengan harga di Malaysia yaitu USD 0.54 per liternya.

5. Kalau tidak harus subsidi BBM, pemerintah punya dana lebih untuk mengembangkan sektor lain

Subsidi BBM bisa dialihkan untuk pembangunan via beritagar.id

Karena tidak disubsidi, maka dana subsidi bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat bagi pembangunan negara, salah satunya untuk membangun fasilitas yang bisa mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Misalnya saja digunakan untuk memperbaiki fasilitas kendaraan umum agar lebih nyaman digunakan, pengembangan energi terbarukan sebagai alternatif BBM, dan sebagainya.

Jika subsidi BBM dilakukan terus menerus, sebenarnya hal ini bisa merugikan negara lho. Seharusnya, pendidikan dan pembangunan menjadi prioritas dalam memajukan negara, namun dananya terpaksa dikurangi untuk subsidi BBM. Jangan ragu deh buat pilih pakai BBM non-subsidi apalagi kalau berasal dari kalangan mampu, yang tidak menjadi sasaran dari subsidi BBM ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya