Mengirim puluhan bahkan ratusan lamaran kerja tanpa mendapatkan panggilan wawancara adalah pengalaman yang sering dialami para pencari kerja. Kondisi tersebut tidak selalu berarti kamu kurang kompeten.
Dalam banyak kasus, penyebabnya justru terletak pada dokumen lamaran yang kurang relevan dengan posisi yang dilamar atau tidak dapat terbaca dengan baik oleh sistem rekrutmen perusahaan.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara agar lamaran kerja cepat dipanggil HRD?
Ulasan kami kali ini akan membedahnya untuk kamu. Lengkapnya, simak pembahasannya di bawah ini!
Cara Agar Lamaran Cepat Dipanggil HRD
Saat ini, banyak perusahaan memanfaatkan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring CV secara otomatis sebelum dibaca oleh HRD. Karena itu, pelamar perlu memahami bagaimana menyusun dokumen lamaran yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus mampu melewati proses seleksi awal.
Jika ingin peluang dipanggil interview semakin besar, berikut beberapa langkah yang sebaiknya kamu lakukan.
1. Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar

Sumber gambar: Resume Genius dari Unsplash
Kesalahan yang masih sering dilakukan pencari kerja adalah mengirim satu CV yang sama ke berbagai lowongan. Padahal, setiap posisi memiliki kebutuhan dan kualifikasi yang berbeda.
Sebelum mengirim lamaran, baca kembali deskripsi pekerjaan (job description). Perhatikan keterampilan, pengalaman, maupun kata kunci yang sering muncul, lalu sesuaikan isi CV dengan kebutuhan tersebut.
Misalnya, jika perusahaan mencari kandidat yang menguasai Microsoft Excel, analisis data, atau digital marketing, pastikan kemampuan tersebut benar-benar tercantum apabila memang kamu miliki.
CV yang relevan memiliki peluang lebih besar untuk lolos proses seleksi awal dibandingkan CV yang bersifat umum.
2. Gunakan Format CV yang ATS Friendly

Sumber gambar: Omid Ajorlo dari Unsplash
Banyak perusahaan kini menggunakan ATS untuk membantu menyaring ribuan lamaran dalam waktu singkat. Sistem ini akan memindai isi CV sebelum diteruskan kepada perekrut.
Agar mudah dibaca ATS, gunakan desain yang sederhana tanpa tabel, ikon, grafik, maupun elemen dekoratif yang berlebihan. Pilih font standar seperti Arial atau Calibri, gunakan satu kolom, serta simpan file sesuai format yang diminta perusahaan, biasanya PDF atau DOCX.
Format yang sederhana tidak hanya memudahkan sistem membaca informasi, tetapi juga membuat HRD lebih nyaman saat meninjau CV.
3. Tampilkan Pencapaian, Bukan Sekadar Tugas

Sumber gambar: Giorgio Trovato dari Unsplash
Cara agar lamaran kerja cepat dipanggil lainnya yang bisa kamu aplikasikan adalah memberikan highlight pada pencapaianmu.
HRD umumnya lebih tertarik pada hasil kerja dibandingkan daftar tanggung jawab.
Daripada menulis “bertanggung jawab mengelola media sosial”, jelaskan pencapaiannya, misalnya “meningkatkan engagement Instagram sebesar 45% dalam enam bulan” atau “berhasil memperoleh 120.000 pembaca organik per bulan melalui strategi SEO.”
Jika kamu seorang fresh graduate, gunakan pencapaian dari magang, organisasi, proyek kampus, atau kompetisi sebagai bukti kemampuan yang dimiliki.
4. Tulis Ringkasan Profesional yang Singkat

Sumber gambar: Remotar Jobs dari Unsplash
Bagian profil atau ringkasan profesional adalah salah satu elemen pertama yang dibaca perekrut.
Tuliskan deskripsi singkat sekitar tiga hingga lima kalimat mengenai pengalaman, keahlian utama, dan tujuan karirmu. Hindari kalimat yang terlalu umum seperti “pekerja keras” atau “mudah beradaptasi” tanpa didukung contoh nyata.
Ringkasan yang jelas membantu HRD memahami nilai yang dapat kamu berikan bahkan sebelum membaca keseluruhan CV.
5. Lengkapi Portofolio atau Hasil Karya

Sumber gambar: charlesdeluvio dari Unsplash
Untuk profesi seperti content writer, desainer grafis, programmer, digital marketer, fotografer, maupun videografer, portofolio seringkali menjadi faktor penentu.
Menyertakan tautan menuju portofolio, baik melalui website pribadi, GitHub, Behance, LinkedIn, maupun platform lain yang relevan adalah salah satu cara agar lamaran kerja cepat dipanggil HRD yang wajib diterapkan. Di sini, kamu bisa pilih hasil karya terbaik yang menunjukkan kemampuan dan pencapaianmu.
Portofolio yang tersusun rapi akan meningkatkan kepercayaan perekrut terhadap kompetensi yang kamu miliki.
6. Periksa Kembali Kesalahan Penulisan

Sumber gambar: Dylan Ferreira dari Unsplash
Kesalahan ejaan, tata bahasa, atau informasi yang tidak konsisten dapat memberikan kesan kurang teliti.
Sebelum mengirim lamaran, baca kembali seluruh dokumen secara menyeluruh. Pastikan nama perusahaan, posisi yang dilamar, alamat email, nomor telepon, serta tautan portofolio sudah benar.
Kesalahan kecil memang tidak selalu menggugurkan lamaran, tetapi dapat mengurangi kesan profesional di mata perekrut.
7. Kirim Lamaran Secepat Mungkin

Sumber gambar: Swello dari Unsplash
Banyak perusahaan mulai menyeleksi kandidat bahkan sebelum masa penutupan lowongan berakhir.
Karena itu, usahakan mengirim lamaran dalam beberapa hari pertama setelah lowongan dipublikasikan. Dengan begitu, peluang CV milikmu ditinjau lebih awal menjadi lebih besar dibandingkan jika melamar menjelang batas akhir.
Selain melalui situs lowongan kerja, manfaatkan juga halaman karier resmi perusahaan dan platform profesional seperti LinkedIn agar memperoleh informasi lowongan terbaru lebih cepat.
8. Bangun Profil Profesional di LinkedIn

Sumber gambar: Swello dari Unsplash
Cara agar lamaran kerja cepat dipanggil HRD yang terakhir adalah membangun profil secara profesional di LinkedIn.
Bukan tanpa alasan, saat ini tidak sedikit perekrut yang memeriksa profil LinkedIn kandidat sebelum menghubunginya.
Di sini, kamu bisa mulai lengkapi profil dengan foto profesional, ringkasan pengalaman, keterampilan, sertifikasi, serta pencapaian yang relevan. Mintalah rekomendasi dari mantan atasan, dosen, atau rekan kerja jika memungkinkan.
Selain memperkuat personal branding, LinkedIn sendiri juga membuka peluang untuk dihubungi langsung oleh recruiter tanpa harus melamar terlebih dahulu.
Kesimpulan
Sekian sedikit ulasan cara agar lamaran kerja cepat dipanggil yang sudah kami rangkum. Singkatnya, agar lamaran kerja cepat dipanggil, tidak cukup hanya mengirim CV ke banyak perusahaan. kamu perlu memastikan bahwa setiap dokumen lamaran relevan dengan posisi yang dituju, menggunakan format yang mudah dibaca ATS, menampilkan pencapaian yang terukur, serta bebas dari kesalahan penulisan.
Di sisi lain, melengkapi portofolio, memperbarui profil LinkedIn, dan mengirim lamaran lebih awal juga dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan panggilan wawancara. Dengan strategi yang tepat, peluangmu untuk lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke tahap interview akan menjadi lebih besar. Semoga berhasil.