Instagramxiety: Kondisi di Mana Kita Merasa Cemas dan Stres saat Melihat Unggahan Orang Lain

Instagramxiety adalah

Saat pertama kali diciptakan, nggak pernah ada yang menyangka kalau perkembangan Instagram hari ini berbanding lurus dengan munculnya berbagai risiko gangguan mental. Kevin Systrom, salah satu orang yang berjasa dalam mengembangkan aplikasi ini pun, mungkin juga nggak kepikiran sebelumnya. Yang dia ingin lakukan adalah membuat platform di mana orang bisa saling berbagi foto dan kebahagiaan di sana. Lewat Instagram juga, pengguna bisa merekam momen-momen indah dalam hidupnya serta mengekspresikan diri secara bebas.

Advertisement

Namun ternyata, semakin banyak Instagram digunakan, semakin banyak pula pengguna yang merasakan mentalnya terganggu saat menggunakan aplikasi ini. Tahun 2017, Instagram disebut sebagai media sosial terburuk lewat penelitian di Universitas Cambridge, terutama kaitannya dengan persepsi tubuh atau body goals. Secara tidak langsung, persepsi tubuh sempurna, langsing, putih, dan mulus, terbentuk lewat unggahan-unggahan penggunanya, membuat mereka yang tak memiliki semua itu merasa minder, malu, takut, hingga yang terparah memicu depresi. Tahun 2018 lalu, psikolog menemukan istilah gangguan mental yang disebabkan oleh unggahan di Instagram, namanya Instagramxiety. Seperti apa sih ulasan lengkapnya? Yuk, simak bersama!

Instagramxiety adalah kondisi dimana kita cemas dan sedih manakala melihat unggahan orang lain di Instagram

Instagramxiety via nationalgeographic.grid.id

Perlu diakui, Instagram adalah media sosial yang memang bisa bikin kecanduan. Entah mengapa kita senang dan rela meluangkan waktu untuk melihat kegiatan orang lain yang sebenarnya nggak terlalu penting. Rasa ingin tahu yang berlebihan ini ternyata nggak baik lo, sebab bisa menimbulkan risiko gangguan mental yang disebut Instagramxiety.

Lebih jauh lagi, instagramxiety adalah kondisi dimana kita akan merasa kewalahan, stres, cemburu, penuh kebencian pada diri sendiri dan merasa sedih karena bermain Instagram. Terus, apa penyebabnya? Menurut para psikolog, Instagramxiety ini muncul dari kebiasaan membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain yang kita lihat di Instagram. Singkatnya kita merasa cemas melihat unggahan orang lain yang kelihatannya punya kehidupan lebih baik dari kita.

Advertisement

Sejalan dengan hasil penelitian, yang menyebut kalau Instagram adalah salah satu media sosial paling buruk untuk kesehatan mental penggunanya

Instagram adalah media sosial terburuk untuk kesehatan mental via beritagar.id

Berdasarkan hasil penelitian United Kingdom’s Royal Society for Public Health, Instagram disebut sebagai salah satu media sosial paling buruk untuk kesehatan mental. Penelitian ini mengungkap bahwa pengguna Instagram sangat berisiko mengalami kecemasan, depresi dan rasa takut kehilangan yang tinggi. Hal ini juga berkaitan dengan penelitian dimana saat orang menghabiskan 2 jam waktunya untuk bermain sosial media, sangat besar kemungkian psikisnya terserang.

Nggak hanya itu penelitian juga menyebut bahwa Instagram bisa mengurangi kualitas tidur penggunanya dan membuat orang merasa kehilangan yang berlebihan yang berakhir pada depresi dan anxiety. Bahkan Instagram bisa membuat para penggunanya punya harapan yang nggak realistis dan menciptakaan perasaan rendah diri. Sebagai contoh, baik perempuan maupun laki-laki merasa tubuh mereka kurang baik setelah melihat foto orang lain yang punya badan ideal.

“Satu foto saja cukup untuk mengubah wajah tersenyum saya menjadi cemberut”, kata jurnalis, editor, dan pengarang buku, Jenny Stallard, yang juga mengakui kalau Instagram sering membuat moodnya hancur.

Advertisement

Sebenarnya kunci untuk menghindari Instagramxiety ada pada diri kita sendiri. Tidak harus meninggalkan Instagram, tapi dengan menjadi lebih selektif dengan akun atau konten yang kita ikuti

cara mengatasi Instagramxiety via eclincher.com

Perlu diakui kalau Instagram adalah media sosial yang menyenangkan, penuh inspirasi, dan dapat menghasilkan uang. Media sosial ini juga membuat para penggunanya bebas berekspresi, bebas berbicara dan memungkinkan berjejaring dengan orang baru. Bahkan Instagram bisa jadi salah satu sumber informasi baru.

Mungkin ada juga di antara kalian yang nggak pernah merasa terusik dengan unggahan orang lain, dan malah melihat Instagram sebagai peluang emas untuk melakukan banyak hal. Tapi, faktanya, nggak semua orang bisa menyikapinya secara positif. Mungkin ada faktor-faktor lain yang memengaruhi dan mungkin nggak bisa kita pahami karena nggak ikut merasakan.

Namun, jika kamu termasuk yang sering cemas, stres, cemburu, atau perasaan lain yang mengarah ke Instagramxiety, tenang, karena semua itu bisa dicegah kok. Semua tergantung pada diri kita sendiri. Nggak harus meninggalkan Instagram begitu saja. Cara yang paling mudah dan bisa kita lakukan adalah berhenti mengikuti akun-akun yang dirasa bisa menggangu mood. Sekalipun itu adalah akun teman sendiri. Atau kita bisa mengikuti akun-akun yang mengunggah hal lucu yang bisa membantu menaikan mood.

Dan yang paling penting kita mesti bisa memberikan jeda waktu untuk kehidupan nyata. Saat mengalami hal buruk, akan jauh lebih baik kalau kita menghindari dulu membuka Instagram dan fokus mengembalikan mood dengan cara lain. Selalu ingat aja bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik buat kesehatan, sekalipun itu tampak menyenangkan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

An amateur writer.

CLOSE