Sempat Membantah, Militer Iran Akui Tak Sengaja Menembakkan Rudal ke Pesawat Ukraina

Iran tembak pesawat Ukraina

Belum surut ketegangan konflik semenjak serangan Iran ke pangkalan Amerika di Irak, kini datang berita bahwa pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina yang membawa 176 penumpang jatuh sesaat setelah take off. Pilot beserta seluruh penumpang tewas seketika. Berita ini pun langsung menuai berbagai macam kecaman dari dunia.

Advertisement

Iran sempat membantah tudingan bahwa pesawat komersil milik Ukraina tersebut ditembak oleh rudal tentaranya. Namun kini secara resmi, Presiden Iran, Hassan Rouhani, meminta maaf dan mengakui kejadian mengerikan tersebut akibat tembakan rudal dari militer Iran.

Akui adanya human error, Perdana Menteri Kanada meminta pertanggungjawaban kepada Iran atas insiden yang membuat 57 warganya tewas

Perdana Mentri Kanada menuntut pertanggung jawaban Iran via www.cnnindonesia.com

Sempat terlihat janggal dan penuh konspirasi, akhirnya pihak militer Iran mengakui telah menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina. Pesawat komersil tersebut baru saja lepas landas dari bandara Iman Khomeni dan dikira sebagai pesawat musuh. Oleh karena itu, militer Iran pun menembakkan rudal ke pesawat tersebut. Atas tindakan, ini dunia mengecam tindakan militer Iran nggak terkecuali perdana menteri Kanada, Justin Treudeu, yang meminta pertanggungjawaban Iran. Dari 176 korban tewas, 57 diantaranya adalah warga negara Kanada. Dikutip dari CNN, Perdana menteri Kanada juga meminta Iran untuk kooperatif saat proses investigasi.

Berusaha kooperatif, Iran meminta semua pihak turut menginvestigasi kecelakaan yang telah menewaskan 176 orang tersebut

Ali Rabei Meminta maaf dan meminta negara lain untuk ikut menginvestigasi via en.mehrnews.com

Dalam kejadian seperti ini, banyak pihak yang dapat terlibat dalam proses investigasi. Berdasarkan regulasi internasional, perwakilan dari badan penerbangan tempat kejadian terjadi (Iran), Badan penerbangan sipil yang memberi uji kelayakan terbang (Ukraina), Pemilik Maskapai (Ukraina Airlines), perusahaan pembuat pesawat (Boeing.co) dan perusahaan pembuat mesin pesawat (CFM Internasional) dapat terlibat dalam proses investigasi. Dilansir dari Press TV, juru bicara Iran, Ali Rabie, menyambut baik keterlibatan semua negara yang menjadi korban atas kejadian ini. Rabie menambahkan, Iran menyambut baik keterlibatan para pakar dari berbagai negara yang warganya tewas dalam kecelakaan dan meminta pemerintah Kanada untuk datang dan memberikan informasi pada komite penyelidikan kecelakaan.

Iran sempat menyalahkan Amerika akan kejadian ini karena melakukan agresi dan membuat konflik memanas

Tentara Iran menyalahkan agresi Amerika via www.efe.com

Angkatan bersenjata Iran menyalahkan Amerika atas tragedi ini.  Terdorong peningkatan aktivitas penerbangan Amerika di titik-titik strategis Iran, pusat pertahanan udara Iran pun menjadi lebih sensitif. Dilansir dari CNN, menurut angkatan bersenjata Iran, pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina yang baru lepas landas dari bandara melaju dengan kecepatan yang seperti hendak menyerang mendekati pusat militer IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps).

Semoga semua korban bisa teridentifikasi dan jenazahnya kembali ke keluarganya. Dan semoga nggak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia apalagi mereka sama sekali nggak ada hubungannya dengan perang antara Iran dan Amerika ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE