Mengandung Bakteri Berbahaya, Jamur Enoki Asal Korea Selatan Ditarik. Bukan Cuma di Indonesia Aja

Jamur enoki Korea Selatan

Penggemar shabu-shabu atau makanan Korea? Kalau iya, mungkin kamu sudah sering melihat jamur enoki. Jenis jamur ini berwarna putih yang sekilas bentuknya mirip tauge raksasa. Cocok deh kalau ditambahkan ke dalam masakan rebusan, tumisan, atau digoreng sampai krispi. Rasanya juga lezat! Apalagi kita bisa membelinya dengan mudah di berbagai supermarket.

Advertisement

Sayangnya, telah ditemukan jamur enoki yang mengandung bakteri berbahaya di sejumlah negara. Jadi jamur tersebut harus dimusnahkan untuk menghindari hal-hal yang nggak diinginkan. Tetapi, apakah berarti kita nggak boleh makan jamur enoki lagi untuk seterusnya? Yuk simak dulu penjelasan berikut.

Jamur enoki merek tertentu yang berasal dari Korea Selatan dimusnahkan di Indonesia. Sebab, jamur ini mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang berbahaya

Jamur enoki mentah via www.kompas.com

Dilansir dari Kompas, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan telah meminta importir untuk menarik peredaran jamur enoki di Indonesia. Mereka juga diperintahkan untuk memusnahkan 8.000 kilogram jamur tersebut pada 22 Mei hingga 19 Juni silam. Pemusnahan dilakukan khusus pada jamur enoki merek Green Co Ltd dari Korea Selatan. Sedangkan larangan impor sementara diterapkan pada semua importir, nggak hanya yang berasal dari negara tersebut.

Tindakan tegas dilakukan setelah jamur enoki yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes ditemukan di luar negeri. Dilansir dari CNN, ada 36 orang dari 17 negara yang terinfeksi pada 11 Maret silam. Empat orang telah meninggal, sedangkan 30 orang dirawat di rumah sakit. Sebagian di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Advertisement

Jamur enoki yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes memang bisa menyebabkan infeksi serius. Terutama pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Bahkan bisa membahayakan kandungan ibu hamil. Sedangkan kalau dikonsumsi orang sehat, jamur ini bisa menyebabkan demam dan diare.

Selain tentunya menghindari jamur enoki yang ditarik tersebut, kita bisa melakukan tindakan pencegahan seperti memasak jamur tipe ini dengan baik. Perlu sampai suhu 80°C supaya bakteri mati semua

Menyantap jamur enoki pedas via www.youtube.com

Kalau kita telanjur memiliki jamur enoki merek Green Co Ltd, sebaiknya kembalikan ke distributor agar bisa ditindaklanjuti. Bagaimana dengan merek lainnya? Karena nggak dilarang pemerintah, kita masih bisa mengonsumsinya asalkan sangat berhati-hati.

Bakteri berbahaya dalam jamur enoki bisa tumbuh dalam suhu 1-44°C. Tetapi bakteri akan mati kalau dipanaskan dengan suhu 80°C, seperti penjelasan Prof. Endang S. Rahayu selaku Pakar Keamanan Pangan UGM, sebagaimana masih dilansir dari laman Kompas. Jadi jamur enoki harus dimasak dengan suhu tersebut agar bebas bakteri. Tetapi kalau mau sepenuhnya aman, lebih baik hindari dulu konsumsi jamur enoki sampai kondisinya betul-betul terkendali.

Advertisement

Selain itu, kita harus berhati-hati saat menyimpan bahan makanan di kulkas agar bakteri nggak menyebar ke makanan lain. Lebih baik tempatkan dalam wadah khusus

Memisahkan makanan dalam wadah via www.ebay.com.au

Ternyata bakteri Listeria monocytogenes nggak hanya terdapat pada jamur enoki. Bakteri ini juga bisa terdapat pada sayuran, buah-buahan, susu dan keju mentah, sosis, ikan mentah atau asap, unggas mentah atau kurang matang, serta berbagai bahan makanan lainnya. Bakteri tersebut memang bisa dimusnahkan dengan memasaknya pada suhu tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya kontaminasi silang dari satu makanan ke makanan lainnya.

Supaya bakteri berbahaya itu nggak menyebar, kita perlu berhati-hati saat menyimpan bahan makanan di kulkas. Gunakan wadah khusus untuk menyimpan setiap bahan makanan. Jangan mencampur makanan mentah dengan masakan yang sudah matang. Selain itu, kita perlu menjaga kebersihan diri sendiri. Pastikan tangan kita dalam kondisi bersih saat hendak memasukkan dan mengeluarkan makanan dari kulkas.

Dengan cara-cara itu, semoga kita aman dari bakteri berbahaya. Lebih baik berhati-hati daripada menyesal nantinya. Jangan lupa untuk memilih makanan yang bergizi seimbang agar badan tetap sehat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE