Sejarah terukir di panggung gemerlap Oscar tahun ini. Sejak pertama berdiri pada tahun 1929 silam, Oscar memang selalu didominasi orang-orang kulit putih. Bahkan pada tahun 2016 kemarin pun Oscar sempat dikecam karena tak ada sineas kulit hitam yang masuk nominasi. Padahal film-film dengan talenta sineas berkulit hitam seperti “Creed” dan “Straight Outta Compton” mendapat applause luar biasa dari penonton.

Nah sepertinya Oscar tahun ini bisa dipandang sebagai ajang penebusan ‘dosa’. Tak cuma karena jumlah sineas kulit hitam yang masuk nominasi mencetak angka terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya, namun ada rekor sendiri yang terpecahkan dalam daftar kemenangan Oscar tahun ini. Aktor Mahershala Ali menjadi orang muslim pertama yang berhasil memenangkan piala Oscar, lewat kategori ‘Best Supporting Actor’. 

Lewat performa menawannya dalam film ‘Moonlight’, Mahershala Ali sejak awal telah diunggulkan dalam kategori pemain pendukung terbaik

Menang

Aktor muslim ini akhirnya berhasil memenangkan nominasinya via

Advertisement

Tidak ada yang menyangkal bahwa masuk dalam gelaran nominasi Oscar itu sebuah prestasi yang membanggakan. Apalagi memangkannya. Adalah mimpi semua sineas untuk bisa naik ke panggung Oscar dan membawa pulang piala tersebut. Seorang Leonardo Di Caprio yang aktingnya jelas-jelas selalu cakep, keren, bagus, menjiwai dan gokil itu saja baru menang tahun 2016 kemarin.

Namun Mahershala Ali berhasil membuktikan pada dunia bahwa aktingnya layak disejajarkan dengan sederet bintang kenamaan yang sudah menggondol piala Oscar. Perannya sebagai Juan dalam film Moonlight menuai banyak pujian. Saking bagusnya, Mahershala Ali pun sedari awal dijagokan sebagai salah satu unggulan pemenang Oscar.

Meski diunggulkan, bukan berarti persaingan untuk titel itu tidak ketat. Dalam pergelatan sebelum Oscar seperti British Academy Award dan Golden Globe, Ali mengalami kekalahan

Persaingan ketiganya ketat!

Persaingan ketiganya ketat! via hipwee.com

Menjadi unggulan bukan berarti tanpa saingan loh. Tahun ini Oscar memang terkenal jauh lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Selain Viola Davies dalam ‘Best Supporting Actress’ dan Zootopia dalam ‘Best Animated Film’, pendapat para kritikus dan pecinta film masih terpecah. Untuk kasus ‘Best Supporting Actor’, Mahershala Ali bersaing ketat dengan aktor Aaron Taylor-Johnson dan Dev Patel.

Advertisement

Dalam gelaran bergengsi sebelum Oscar, Mahershala Ali hanya menang di Screen Actors Guild Award (SAG Award). Sementara di Golden Globe, ia dikalahkan oleh Aaron Taylor-Johnson dalam film Nocturnal Animal. Lalu oleh performa Dev Patel dalam film Lion di gelaran British Academy Awards. Itu bukti ketatnya persaingan dalam kategori ini.

Sejatinya Ali memang bukan terlahir sebagai muslim, ia baru masuk Islam tahun 1999. Meski begitu, ia bangga dengan keislamannya

Ia dengan bangga bilang

Ia dengan bangga bilang ‘I’m muslim’ waktu memenangkan penghargaan SAG tahun ini via akamaihd.net

Kalau bicara soal Mahershala Ali, sejatinya ia tidak terlahir sebagai muslim. Lahir di Oakland pada tahun 1974 silam, nama aslinya adalah Maher-shalal-hash-baz. Orangtua yang membesarkannya adalah seorang penganut Kristen yang kuat. Nah, barulah pada tahun 1999 ia secara resmi masuk Islam.

Ia belajar soal Islam setelah mendengar khotbah dan adzan. Padahal khotbah dan adzan tersebut dilantunkan dengan bahasa Arab yang ia sama sekali nggak paham artinya, namun Mahershala tetiba meneteskan air mata haru. Seakan khotbah dan adzan tersebut menyentuh bagian terdalam hatinya. Entah apa yang jadi penyebab dan bagaimana caranya. Sejak saat itu pintu hatinya mulai terketuk untuk belajar soal Islam. Nah, namanya kemudian diganti jadi Mahershala Ali setelah ia masuk Islam.

Oh iya selain Mahershala Ali, ada ‘The Salesman’ yang juga memangkan Oscar untuk kategori Best Foreign Language! Sayangnya, seluruh jajaran The Salesman menolak datang ke gelaran Oscar karena menentang kebijakan Trump yang melarang muslim memasuki Amerika. Duh, politik Trump!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya