Kasus George Floyd Jadi Bukti Bahwa Rasisme Memang Masih Tumbuh Subur di Amerika Serikat

Kasus George Floyd Amerika Serikat

Di tengah pandemi yang masih berlangsung ini, kita baru saja dikejutkan dengan adanya kasus yang menimpa warga kulit hitam di Amerika Serikat bernama George Floyd. Floyd diduga mendapat perlakuan tidak manusiawi dari polisi Minneapolis yang berujung pada akhir ajalnya. Kasus itu memicu demonstrasi besar-besaran di negeri Paman Sam. Mulanya warga hanya berdemo di lokasi meninggalnya Floyd, lalu sampai artikel ini ditulis, demo bahkan kerusuhan sudah meluas ke seluruh bagian AS.

Advertisement

Kasus Floyd ini cuma segelintir dari banyaknya kejadian serupa yang dialami warga kulit hitam di AS. Walau sudah sering ada kampanye penolakan, nyatanya rasisme masih tumbuh subur di sana. Permasalahan sosial ini masih belum sepenuhnya bisa dihapuskan, seolah sudah mendarah daging di negara tersebut. Kali ini Hipwee sudah mengumpulkan kronologi bagaimana George Floyd harus merasakan pahitnya rasisme di AS, sampai namanya jadi trending topic dan memicu demo di mana-mana. Mari simak selengkapnya.

Semua bermula saat George Floyd yang baru saja membeli sesuatu di toko, didatangi sekelompok polisi di mobilnya. Ia akan ditahan karena ada laporan kalau Floyd bertransaksi menggunakan uang palsu

George Floyd saat ditahan via en.as.com

Pada hari Senin, 25 Mei lalu, Floyd yang merupakan korban PHK di AS itu baru saja membeli barang di toko di wilayah Powderhorn, selatan kota Minneapolis. Tapi waktu mau pergi, tiba-tiba ia didatangi polisi atas dugaan penggunaan uang palsu. Karena Floyd menolak ditangkap, ia pun menerima perlakuan tidak manusiawi dari seorang opsir bernama Derek Chauvin, hingga Floyd tidak kuat dan akhirnya meninggal dunia. Padahal Floyd sudah memohon ampun dan berkata kalau ia tidak bisa bernafas, tapi Chauvin tetap tidak bergeming. Kejadian itu terekam dalam sebuah kamera ponsel warga sekitar dan tersebar di dunia maya. Sungguh perih rasanya saat menonton video detik-detik Floyd meregang nyawa 🙁

Yang membuat hati makin teriris, keesokan harinya, kepolisian Minneapolis justru mengumumkan kalau Floyd meninggal karena insiden medis

Derek Chauvin via www.suara.com

Satu jam setelah insiden tidak manusiawi di atas, Floyd, pria malang itu dinyatakan meninggal dunia. Ia juga sempat dilarikan ke George Hennepin Medical Center, Minneapolis. Mirisnya lagi, keesokan harinya kepolisian Minneapolis justru merilis pengumuman yang menyatakan kalau Floyd meninggal karena insiden medis. Meski saat ini katanya para polisi yang terlibat penangkapan Floyd ditahan, tapi warga menuntut lebih.

Advertisement

Siangnya, gelombang protes di wilayah Minneapolis pecah. Hingga kini warga masih terus memadati negara-negara bagian AS untuk berdemo. Di linimasi tagar #BlackLivesMatter jadi trending topic. Nama George Floyd terus diperbincangkan

Demo di mana-mana via www.suara.com

Walau pandemi belum berakhir dan angka kasus Covid-19 di AS masih bertambah, namun hal itu nggak menyurutkan keinginan warga AS untuk menuntut keadilan dan menolak mentah-mentah segala bentuk rasisme. Ratusan bahkan mungkin ribuan warga berdemo turun ke jalan. Mereka membawa spanduk bertuliskan #BlackLivesMatter yang artinya nyawa orang kulit hitam itu juga berharga. Di beberapa titik, bahkan demo juga berujung rusuh. Rumah opsir Chauvin jadi sasaran amuk warga sampai-sampai harus dijaga ketat. Sampai artikel ini ditulis, demo di AS belum mereda.

Kasus Floyd hanya puncak dari sebuah gunung es. Faktanya banyak sekali orang berkulit hitam yang masih kerap mendapat perlakuan tidak adil di AS. Rasisme masih tumbuh begitu subur di sana

Semua bersedih atas meninggalnya Floyd via www.aa.com.tr

Rasisme di AS sudah berlangsung sejak dahulu kala. Adanya protes atau kampanye penolakan rasisme memang tampak sedikit menghapuskan praktiknya. Tapi fakta di lapangan justru berkata hal sebaliknya. Masih banyak ditemui orang berkulit hitam yang mendapat perlakuan tidak manusiawi dari orang kulit putih. Masalah ini memanas kembali pada Februari 2020 kemarin, saat seorang warga kulit hitam Ahmaud Arbery yang sedang jogging dan mendapat perlakuan serupa oleh kelompok kulit putih hingga ia meninggal. Setelahnya ada juga seorang tenaga medis bernama Breonna Taylor yang juga mendapat perlakuan tidak manusiawi dari polisi yang mendobrak masuk ke dalam apartemennya di Louisville.

Sedih banget denger berita tentang kasus Floyd di atas. Kehidupan para warga kulit hitam di AS memang sebegitu sulitnya ya ternyata. Padahal udah jelas kalau rasisme itu kejam dan tidak mencerminkan prikemanusiaan. Semoga dengan adanya protes dari seluruh dunia ini, Floyd jadi orang terakhir yang merasakan pahitnya menjadi warga kulit hitam di AS. Dan semoga, para pelaku rasis mendapat hukuman yang seberat-beratnya.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE