10 Potret Pilu Kehidupan Tunawisma di Tengah Lockdown Corona. Hidup & Tidur Serba Seadanya

Kehidupan tunawisma lockdown corona

Saat ini kita sudah memasuki 3 minggu Work From Home dan physicial distancing. Akibat wabah virus corona yang melanda hampir seluruh dunia, sebagian besar aktivitas jadi mesti dilakukan dari dalam rumah; bekerja, sekolah, rapat, sampai belanja. Namun, pada kenyataannya, tak semua orang beruntung karena memiliki semua privilege itu. Banyak yang masih harus bekerja di luar rumah, mencari pekerjaan serabutan, demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Advertisement

Gelandangan adalah satu dari sekian banyak orang yang tetap berjuang menyambung nyawa di tengah kondisi isolasi massal ini. Tak seperti kita yang memiliki tempat berteduh dan berlindung dari wabah berbahaya, mereka, tak peduli bagaimana pun situasinya, nggak punya pilihan lain selain bertahan hidup di jalanan. Para gelandangan ini dipaksa untuk tetap nyaman tidur di pelataran toko, sudut-sudut pusat perbelanjaan, atau halaman parkir yang sepi, tanpa kehangatan seperti yang kita rasakan di ruang keluarga. Berikut ini adalah rangkuman sejumlah foto yang diabadikan oleh Reuters, yang menunjukkan betapa pilu kehidupan mereka di tengah wabah Covid-19.

1. Seorang gelandangan tertangkap kamera sedang tertidur di eskalator di Santiago, Chile. Kota tersebut sedang dikarantina terkait persebaran virus corona

Gelandangan di Chile via www.reuters.com

2. Kota Atena di Yunani menerapkan lockdown demi mencegah persebaran corona lebih luas lagi. Namun, status itu tidak berlaku bagi tunawisma, yang nggak punya pilihan lain selain tetap tinggal di jalanan

Homeless di Atena via www.reuters.com

Advertisement

3. Latar pertokoan yang tutup sering jadi tempat favorit para homeless melepas penat. Seperti yang dilakukan gelandangan di Dublin, Irlandia ini

Di negara dingin, gelandangan juga mesti berjuang melawan rasa dingin yang menusuk tulang via www.reuters.com

4. Di Newcastle, Inggris, seorang gelandangan terlihat duduk di depan pertokoan dengan menggunakan masker. Seharusnya sih homeless di semua negara terjangkit dibagi masker gratis

Gelandangan memakai masker via www.reuters.com

5. Selain di depan pertokoan yang sudah tutup, para tunawisma juga kerap ditemukan di lorong-lorong seperti di dekat Colosseum, Roma, Italia ini. Terlihat juga petugas palang merah yang menghampiri untuk mengecek kondisinya

Gelandangan di Roma, Italia via www.reuters.com

Advertisement

6. Semenjak virus corona mewabah, palang merah memang jadi lebih rutin dan sering menemui para homeless di Italia untuk memantau kondisinya. Sejak semua restoran tutup, nggak ada lagi pihak yang memberikan mereka makanan sisa

Seorang gelandangan dihampiri petugas palang merah via www.reuters.com

7. Banyak gelandangan memenuhi lokasi parkir di Las Vegas ini. Meski begitu, mereka sadar akan potensi penularan dengan tetap menjaga jarak satu sama lain

Gelandangan di lahan parkir via www.reuters.com

8. Di Perancis, ada juga tunawisma yang tertangkap kamera sedang tidur terlentang di dekat toko buku Place de l’Opera yang tutup untuk sementara waktu

Gelandangan di Perancis via www.reuters.com

9. Di sejumlah kota seperti Cape Town, Afrika Selatan, pemerintah setempat sengaja mendirikan tenda-tenda di tempat penampungan yang memang ditujukan untuk tunawisma. Ini merupakan bagian dari upaya mereka melakukan lockdown nasional selama 21 hari

Lockdown di Cape Town, Afrika Selatan via www.reuters.com

10. Beberapa tunawisma mencoba ‚Äúmenggalang dana‚ÄĚ demi tetap bisa bertahan hidup. Seperti yang dilakukan pria di Birmingham, Inggris ini

Melihat potret di atas, seolah semakin menegaskan betapa wabah corona ini juga menimbulkan kesenjangan sosial yang cukup tinggi. Imbauan untuk #DiRumahAja nggak berlaku bagi mereka yang hidup di jalanan. Kebijakan Work From Home jelas nggak bisa disamaratakan untuk semua pekerja. Mereka yang kerjanya serabutan dan mengandalkan upah harian tentu sangat tidak relate dengan WFH. Orang-orang itu jadi jauh lebih rentan terinfeksi virus corona dibanding kita yang punya privilese lebih.

Sedih sih ya… Semoga pemerintah bisa menerapkan aturan yang adil bagi semua warganya deh, biar nggak hanya menguntungkan sebagian kelompok saja. Kan, semua warga negara punya hak yang sama di mata hukum, yaitu hak mendapat perlindungan dari negara, termasuk perlindungan dari wabah berbahaya ini.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE