Banyak warga Indonesia yang tercengang ketika kasus Haikal terungkap kemarin. Bayangkan, bocah 19 tahun yang cuma tamatan SMP tersebut berhasil membobol 4200-an situs online. Nama-nama situs besar seperti Tiket.com hingga situs Polri, tak luput dari sasaran aksinya. Bahkan situs milik Abu Rizal Bakrie saja pernah diretas dan tampilannya diganti dengan gambar anak kecil. Kalau bicara soal uang, Haikal cs sampai bisa mendapat milyaran rupiah dari kegiatan hacking menjebol situs-situs dan menipu banyak pengguna internet.

Mungkin, kamu salah satu korbannya. Cuma mungkin nggak sadar aja.

Advertisement

Nah berkaca dari kasus kemarin, kamu wajib hati-hati biar nggak jadi korban penipuan penjahat masa kini semacam Haikal ini. Masalahnya orang masih banyak yang awam masalah kejahatan cyber yang sebenarnya sudah merajalela. Akibatnya, belum banyak juga yang tahu cara pencegahannya. Nih Hipwee News & Feature punya infonya dari Heimdal Security. Kamu jangan sampai buta sama kejahatan di dunia maya, apalagi Indonesia yang termasuk salah satu negara paling rawan diserang kejahatan cyber.

Ini data tahun 2014 via inet.detik.com

1. Hacker akan menyasar komputer yang anti-virusnya sudah kadaluarsa. Nah kalau kamu terus online, pastikan anti-virus laptopmu terus ter-update ya

2. Nah kalau bicara sosial media, Facebook adalah platform yang paling sering diretas. Maklum, penggunanya paling banyak

3. Tapi kalau mau bicara fakta, perusahaan-perusahaan kecil sebenarnya yang jadi sasaran utama. Meski untungnya kecil, risikonya juga kecil

4. Disamping kebocoran sistem, ternyata banyak juga kebocoran informasi yang disebabkan manusia. Faktanya, 59% karyawan mengaku tega menjual rahasia perusahaan kepada hacker saat mereka dipecat atau resign

5. Kalau ngomongin jenis virus, worm khusus e-mail bernama MyDoom jadi yang paling mahal di dunia. Kerusakan karena virus ini ditaksir mencapai Rp526 milyar!

6. Motivasi orang-orang melakukan hacking memang ada banyak. Namun motif paling umum adalah ‘Hactivisme’; menyuarakan agenda tertentu. Jadi bukan mencuri uang ya

7. Nah kalau yang mencuri, biasanya lewat cara phising. Kamu akan dipancing untuk mengisi log-in ke suatu web tertentu yang nantinya akan mencuri data pribadimu, seperti rekening bank dan password atm

8. Yang bikin sedih, 68% uang yang dicuri lewat hacking nggak bisa dibalikin lagi. Yaaah… Sedih sih kalau ini

9. Ada loh situs yang yang memunculkan lokasi kejahatan cyber yang sedang berlangsung. Coba deh cek map real time Norse ini

10. Nah kalau di Indonesia, kamu bisa melapor ke divisi Cyber Crime Polri saat mengetahui ada tindak penipuan online. Tapi ya semoga kamu nggak jadi korban ya…

Di era yang serba online dan teknologi ini, kejahatan hacking semakin marak. Semoga kita nggak jadi korban ya. Hati-hati kalau sedang main di internet.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya