Kerja Shift Malam Ternyata Bisa Picu Sel Kanker dalam Tubuh, Sekalipun Siangnya Sudah Tidur dulu

Kerja shift malam picu kanker

Sebagian profesi mensyaratkan pekerjanya untuk bekerja di malam hari, seperti tenaga medis, petugas keamanan, hingga pilot dan pramugari. Selama ini kewajiban tersebut dianggap biasa oleh masyarakat umum, toh pagi sampai siangnya mereka yang kebagian shift malam ini bisa puas-puasin tidur dulu. Namun faktanya, kebiasaan itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Seorang dokter di Twitter mengungkapkan kalau bekerja di larut malam hingga subuh berpotensi memicu sel kanker dalam tubuh. Penelitian lain membuktikan kalau pekerja wanita yang sering kebagian shift malam akan lebih berpotensi terkena kanker payudara dan kanker kulit. Waduh, gimana sih penjelasan lengkapnya?

ADVERTISEMENTS

Dokter bernama Jefry Albari Tribowo membagikan cuitan lewat Twitter soal apa-apa saja selain makanan yang jadi penyebab kanker, salah satunya bekerja shift malam

Dokter Jefry mengunggah cuitan yang mengatakan kalau bekerja shift malam bisa jadi hal yang memicu kanker (karsinogenik) pada tubuh manusia. Ia menyertakan klasifikasi karsinogenik yang dikeluarkan badan kesehatan dunia (WHO) tahun 2007. Bekerja shift malam tertulis sebagai karsinogenik level 2A, yang berarti “probably” atau “ada kemungkinan” menyebabkan kanker.

Shift malam yang dimaksud merujuk pada profesi yang mengharuskan orang bekerja di malam hari, atau orang yang pekerjaannya membuat ia melewat berbagai zona waktu, seperti pilot atau pramugari dan pramugara.

ADVERTISEMENTS

Kenapa bekerja di malam hari bisa memicu kanker? Jawabannya karena aktivitas tersebut bikin jam biologis tubuh kita berantakan. Waktu yang harusnya dipakai istirahat, malah dipakai kerja~

Kerja Shift Malam Ternyata Bisa Picu Sel Kanker dalam Tubuh, Sekalipun Siangnya Sudah Tidur dulu

Merusak jam biologis tubuh via www.liputan6.com

Tubuh manusia tidak diciptakan dari besi, sehingga organ-organ dalam tubuh kita butuh diistirahatkan. Itulah kenapa Tuhan menciptakan waktu siang dan malam, siang buat beraktivitas, malam buat tidur. Ibarat gadget, waktu malam itu waktu di mana saatnya kita recharge energi kita dengan tidur. Tapi ada kondisi-kondisi di mana kita mungkin melewatkan waktu tidur malam, salah satunya saat kebagian shift malam.

Saat bekerja di malam hari, tubuh yang seharusnya istirahat jadi dipaksa untuk tetap “on“. Inilah yang membuat jam biologis tubuh kita jadi berantakan. Perubahan siklus tidur ini memengaruhi hormon melatonin, menekan sistem imun, dan pertumbuhan sel, yang kemudian kalau dibiarkan terus menerus plus didukung dengan gaya hidup nggak sehat, akan memicu sel kanker. “Membayar” utang tidur itu dengan tidur di siang harinya, juga sebetulnya nggak mengubah apapun. Karena, ya, tugas organ-organ di siang hari itu untuk melakukan aktivitas penting seperti mencerna makanan, dan lain-lain.

ADVERTISEMENTS

Penelitian lain menyebutkan kalau perempuan yang sering bekerja di malam hari lebih berpotensi terkena kanker kulit dan kanker payudara, meski pada kenyataannya mau cewek atau cowok sama-sama berpotensi terserang kanker sih

Kerja Shift Malam Ternyata Bisa Picu Sel Kanker dalam Tubuh, Sekalipun Siangnya Sudah Tidur dulu

Meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita via hellosehat.com

Peneliti dari West China Medical Center di Sinchuan University pernah membuat penelitian soal hubungan antara kebiasaan bekerja shift malam pada wanita dengan kemungkinan sel kanker dalam tubuh berkembang. Hasilnya bekerja di shift malam dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko 11 jenis kanker, dengan presentase terbesar kanker kulit (41%), kanker payudara (32% — khususnya Amerika Utara dan Eropa), dan kanker gastrointestinal (18%).

Di sebagian besar profesi, shift malam memang nggak bisa dihindari. Untuk itu, jika kalian memang terpaksanya kebagian shift malam terus, ya mau nggak mau harus mengimbangi dengan menerapkan pola hidup sehat. Jauhi hal-hal pemicu kanker lainnya seperti alkohol, rokok, dan daging olahan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE