Zeta Bags dan Crystallure by Wardah Gelar Talkshow Bertajuk ‘Be Productive and Less Stress During Crisis’

Cara menghadapi stres di tengah pandemi

Nggak dimungkiri, beradaptasi dalam kondisi serba nggak pasti di masa pandemi telah menguras banyak energi. Bosan dan stres jadi dua kata yang mulai terasa akrab karena rutinitas jadi cenderung monoton, sementara perkembangan dunia luar membuat pikiran jadi kacau. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut malah membuat sebagian orang jadi nggak produktif.

Advertisement

Tapi merasa stres di masa pandemi ini sebuah kewajaran lo. Karena faktanya, stres merupakan respon alami tubuh ketika dihadapkan pada sesuatu perubahan. Jangankan karena pandemi, menyadari besok Senin dengan setumpuk tugas di penghujung hari Minggu saja bisa bikin stres. Meski begitu, kita harus bisa mengelola stres agar jangan sampai mengganggu produktivitas. Nah, untuk itu, Crystallure by Wardah berkolaborasi dengan Zeta Bags menggelar talkshow bertajuk ‘Be Productive and Less Stress During Crisis’ bersama Psikolog dan CEO Analisa Personality Development Center, Analisa Widyaningrum, untuk membantu menghadapi stres di tengah krisis.

Kolaborasi Crystallure by Wardah dan Zeta Bags hadirkan ruang untuk saling dukung di tengah pandemi

Founder Zeta Bags, Trisha Cas dalam virtual talkshow Be Productive and Less Stress During Crisis via Zoom, Kamis (24/9/2020) (dok. Tangkapan layar Zoom) via www.hipwee.com

Talkshow yang digelar secara virtual via Zoom pada Kamis (24/9/2020) ini merupakan salah satu inisiatif Zeta Bags, yang ingin platform-nya jadi sebuah wadah melebihi sekadar tempat belanja. Founder Zeta Bags, Trisha Cas menyampaikan ingin ada ruang untuk saling dukung antar kostumer yang mayoritas perempuan, apalagi di masa sulit saat ini. Sebelumnya ia mengatakan Zeta Bags dan Crystallure by Wardah sudah pernah bekerjasama dan kali ini mengangkat topik yang mungkin dirasakan banyak orang dengan menggandeng pakarnya untuk berbagi masukan.

“Aku pengen Zeta Bags nggak hanya tempat belanja tapi lebih dari itu, seperti jadi ruang pertemanan yang saling mendukung. Sejalan dengan moto Zeta Bags, aku berharap lewat acara ini kita bisa membawa sedikit kebahagian untuk teman-teman semua di tengah masa sulit ini,” kata Trisha dalam virtual talkshow Be Productive and Less Stress During Crisis via Zoom, Kamis (24/9/2020).

Advertisement

Representative Crystallure by Wardah, Karina Agnia (dok. Tangkapan layar Zoom) via www.hipwee.com

Sementara Representative Crystallure by Wardah, Karina Agnia, menyampaikan bahwa cantik sesungguhnya cerminan dari diri, baik itu melalui emosi, dan berbagai kekuatan positif dalam diri. Untuk itu ia merasa penting agar setiap orang khususnya perempuan bisa mengelola stres dengan baik di masa pandemi ini, karena hal tersebut bukan saja bisa mendongkrak produktivitas tapi juga akan berpengaruh pada kecantikan yang tampak melalui fisik.

“Bagi Crystallure, cantik itu adalah cerminan dari diri kita. Baik dari emosi, ekspresi. atau semua kekuatan positif diri kita. Cantik dari luar itu tentu. Tapi harus didukung juga dari dalam seperti mental dan pikiran yang positif,” jelas Karina.

Kunci menghadapi stres adalah bagaimana kita menyikapinya, bukan mencari tahu penyebabnya

Advertisement

Psikolog dan CEO Analisa Personality Development Center Analisa Widyaningrum (dok. Tangkapan layar Zoom) via www.hipwee.com

Bicara mengelola stres, Analisa Widyaningrum menjelaskan bahwa sumber utama stres adalah perubahan dalam hidup, yang mana suatu kewajaran jika dialami semua orang saat ini. Ia menjabarkannya sebagai persepsi psikologis dan fisiologis yang melibatkan sistem tubuh, perasaan, dan perilaku seseorang ketika menghadapi tekanan baik internal maupun eksternal. Menurut Ana, yang utama dalam menyikapi stres bukanlah mencari penyebabnya melainkan respons diri terhadapnya. Hal tersebut bisa dicapai dengan cara menyadari bahwa kita sedang stres, lalu menerimanya secara perlahan hingga nantinya akan jadi persepsi positif.

Untuk menyadari bahwa sedang stres, Ana menganjurkan kamu untuk bisa mengenali gejala umum stres melalui scan fisik sederhana. Biasanya pada beberapa orang stres membawa perubahan fisik, seperti munculnya jerawat atau rontoknya rambut. Kalau kamu sudah rajin skincare-an tapi jerawat tetap muncul, bisa jadi itu karena stres. Atau kalau hal tersebut nggak terjadi tapi kamu curiga lagi stres, maka lakukan cek emosi. Apakah belakangan kamu gampang marah, sedih, atau baper tanpa alasan yang jelas.

“Atau bisa juga cek perubahan perilaku yang ekstrem. Apakah jadi nggak produktif dan malas merawat diri, misalnya. Stres itu berada di wilayah yang sepenuhnya nggak kita sadari. Jadi kita perlu untuk mengetahui kondisi fisik, emosi, dan perilaku,” jelas Ana.

Stres bukanlah perasaan yang bisa dimanipulasi tetapi bisa dihindari

Photo by engin akyurt on Unsplash via unsplash.com

Meski begitu, ia mengatakan stres bukanlah perasaan yang bisa dimanipulasi, karena merupakan respons alami tubuh secara psikis dan fisik. Jadi kalau kamu sedang dilanda stres, jangan menyangkal perasaan tersebut dan sebaliknya coba mengaturnya agar kamu nggak terjebak di fase denial. Ana menyarankan, sekadar mengatur napas ketika sedang stres bisa membuatmu lebih mudah mengelolanya.

Berdasar riset yang dikutip Ana dalam pemaparannya, saat menyadari dan mengatur napas pembuluh darah melebar untuk mensuplai oksigen dan tubuh punya ruang untuk memproduksi hormon-hormon positif. Atau kalau kamu ingin menghindari stres, Ana memberikan tips sederhana yakni bergerak selama 15 menit di pagi hari, atau melakukan hal-hal mindful lainnya. Selain itu, memberi batasan diri dalam mengonsumsi berita terkait pandemi juga bisa baik buat kesehatan mentalmu lo.

“Tips sederhana menghindari stres bisa dengan bergerak 15 menit di awal pagi, karena hal tersebut bisa meningkatkan mood untuk 23 jam ke depan. Detak jantung ketika bergerak atau berolahraga bisa memicu hormon positif. Atau coba lakukan berbagai hal mindful lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ana menjelaskan, bagi kamu yang karena pandemi nggak bisa berdekatan dengan keluarga atau sosok lain yang jadi mood booster, agaknya bisa tetap mengupayakan untuk terkoneksi entah itu melalui video call atau teleponan, karena merasa dekat dengan seseorang akan berpengaruh baik dalam tahapan mengelola stres.

“Atau kalau bosan juga bisa melakukan self-care seperti menekuni hobi, skincare-an, atau mengerjakan hal-hal lain yang selama ini sempat tertunda,” pungkas Ana.

Nah, selama pandemi ini cara-cara apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mengelola stres biar nggak mengganggu produktivitas?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE