Kompetisi ‘HOOQ Filmmakers Guild’ Kembali Hadir Untuk Mencari Para Sineas Berbakat di Asia

HOOQ Filmmakers Guild 2019

Setelah menampilkan film ‘BHAK’ dan ‘She’s A Terrorist And I Love Her’ sebagai pemenang utama pada musim sebelumnya, HOOQ kembali membuka kompetisi “HOOQ Filmmakers Guild” musim ke-3 dengan periode pendaftaran 30 Juli hingga 14 Oktober 2019.

Advertisement

Sebagai layanan video-on-demand terkemuka di Asia Tenggara, Country Head HOOQ Indonesia Guntur Siboro mengatakan kompetisi ini adalah wujud kontribusi nyata HOOQ dalam mengembangkan industri hiburan melalui pencarian sineas-sineas berbakat dari Indonesia dan berbagai negara lain.

“Kompetisi ‘HOOQ Filmmakers Guild’ adalah bentuk komitmen HOOQ dalam mengembangkan industri hiburan dan mendukung sineas berbakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saya percaya, Indonesia memiliki talenta berkualitas untuk industri perfilman wilayah Asia,” ujar Guntur di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Kisah-kisah luar biasa yang nggak mengenal batasan menjadi semangat HOOQ untuk menggulirkan kompetisi musim ke-3

(Ki-Ka) Gene Vicente – Deputy Country Head HOOQ Indonesia, Allison Chew – Producer HOOQ Singapore, Tita Priadi – Head of Content HOOQ Indonesia, Adinia Wirasti – Aktris & Juri HOOQ Filmmakers Guild 2019, Mouly Surya – Film Director and Judge HOOQ Filmmakers Guild 2019 (foto.luthfi) via www.hipwee.com

Kesuksesan pada dua musim sebelumnya dengan antusias tinggi para sineas baru untuk mewujudkan visi-visi kreatifnya, membuat HOOQ pada musim ke-3 ini menambah investasinya untuk pengembangan episode percontohan (pilot episode) yang sebelumnya USD 30.000 menjadi USD 40.000. Tambahan investasi ini adalah langkah untuk terus mendukung bakat-bakat yang bertumbuh pesat dan agar bisa mendongkrak mutu konten yang diproduksi.

“Kompetisi ini bukan sekadar pencarian bakat baru, melainkan juga kesempatan bagi sineas baru untuk membagikan kisah-kisah luar biasa mereka. Kompetisi ini juga peluang bagi sineas Asia Tenggara untuk unjuk gigi,” kata Producer HOOQ Digital Pte. Ltd, Allison Chew.

Terobosan sineas dalam bercerita dengan menantang kelaziman adalah hal yang paling ditunggu pada kompetisi ‘HOOQ Filmmakers Gulid 2019′

‘BHAK’, film pemenang ‘HOOQ Filmmakers Guild’ musim 1 via www.hooq.tv

Semakin terbukanya wadah untuk berkarya di zaman serba digital ini, menjadikan banyak sineas yang berani menabrak batas-batas kaku bercerita dalam memproduksi sebuah film. Hal seperti ini adalah angin segar bagi industri hiburan yang harus diberi dukungan.

‘She’s A Terrorist And I Love Her’, film pemenang ‘HOOQ Filmmakers Guild’ musim 2 via www.hooq.tv

Advertisement

“Banyak dari mereka (peserta HOOQ Filmmakers Guild musim sebelumnya) yang menantang metode-metode naratif yang lazim dipakai dalam membuat terobosan. Hal ini menunjukkan kiprah Asia yang sarat akan sineas-sineas kreatif. Kami tak sabar menyaksikan karya-karya yang didaftarkan pada tahun ini,” ucap Deputy Country Head HOOQ Indonesia, Gene Vicente.

Adinia Wirasti dan Mouly Surya menjadi juri ‘HOOQ Filmmakers Guild 2019’

Dewan juri yang berisi tokoh ternama dan sineas dari seluruh Asia akan memilih lima naskah yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi episode percontohan. Nantinya lima episode percontohan tersebut akan tayang di HOOQ, dengan episode peraih penonton terbanyak yang akan jadi pemenang utama untuk melanjutkan produksi menjadi film serial.

Mouly Surya (kanan) dalam konferensi pers ‘HOOQ Filmmakers Guild 2019’, Jakarta (19/9) (foto.luthfi) via www.hipwee.com

Sutradara dan juri untuk HOOQ Filmmakers Guild 2019, Mouly Surya, mengatakan tidak ada indikator khusus untuk memilih pemenang maupun naskah seperti apa yang akan dimenangkan. “Hanya kita akan melihat naskah yang sudah memiliki premis yang kuat dan memiliki karakter dalam penulisannya. Karena hal tersebut adalah syarat untuk naskah yang bagus,” jelasnya.

Adinia Wirasti (kiri) dalam konferensi pers ‘HOOQ Filmmakers Guild 2019’, Jakarta (19/9) (foto.luthfi) via www.hipwee.com

Sementara artis peran yang dihadirkan untuk memperkaya perspektif di meja penjurian ‘HOOQ Filmmakers Guild 2019, Adinia Wirasti mengatakan, “Naskah yang bagus menurutku adalah yang bisa membuatku jatuh hati dengan kedinamisannya. Selain itu, aku selalu mempertimbangkan skenario yang potensial untuk diangkat menjadi visual. Karena kita tahu, film itu audio visual. Jadi menilai skenario dan film itu adalah dua hal yang berbeda dan harus diputuskan dengan pendekatan yang berbeda pula.”

Cara Berpartisipasi dalam Kompetisi ‘HOOQ Filmmakers Guild’ Musim 3

HOOQ Filmmakers Guild 2019 via v1.genero.com

Kompetisi “HOOQ Filmmakers Guild” Musim 3 telah dibuka sejak 30 Juli 2019 dan akan menerima pendaftaran hingga 14 Oktober 2019. Para pendaftar harus mengirimkan karya-karyanya berupa sebuah naskah dan mencakup sebuah film serial pendek (mini series) atau serial lengkap (full series) dengan jumlah maksimal 13 episode dalam satu musim melalui website HOOQ.

Panitia menerima kiriman karya dari Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, India, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Para peserta lomba harus lah mereka yang terdaftar di sekolah perfilman atau bekerja sebagai profesional di industri film serta memiliki pengalaman memproduksi film. Tidak ada batasan terhadap genre film, tapikarya-karya dan produksi film yang didaftarkan harus menggunakan bahasa asli peserta kompetisi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

CLOSE