Uniknya Konser Musik Saat Pandemi, Pemain Band dan Penonton Terpisah dalam Gelembung Plastik

Konser musik gelembung

Pandemi corona membuat orang-orang di seluruh dunia harus menerapkan physical distancing. Akibatnya banyak kebiasaan yang berubah, termasuk saat menyaksikan konser musik. Kini orang-orang lebih sering menontonnya secara online. Pasalnya, musisi diimbau agar nggak menggelar konser musik secara langsung untuk menghindari penyebaran virus corona.

Advertisement

Namun, bukan berarti industri musik berhenti sama sekali. Sejumlah musisi berinisiatif menggelar konser musik drive-in alias menonton dari dalam mobil sehingga lebih aman. Selain itu, ternyata ada konser musik dengan konsep lain yang nggak kalah menarik.

Saat pandemi, band The Flaming Lips mengadakan konser musik yang menarik. Para penampil dan penonton berada di dalam gelembung plastik agar tetap aman

Advertisement

The Flaming Lips adalah band rock asal Amerika yang dibentuk pada 1983. Anggotanya terdiri dari tujuh orang, termasuk Wayne Coyne yang merupakan vokalis. Mereka berusaha tetap berkarya di tengah pandemi. Dilansir dari CNN, The Flaming Lips menggelar konser musik yang unik di Oklahoma pada 12 Oktober silam. Setiap anggota band maupun penonton diminta untuk masuk ke dalam gelembung besar yang terbuat dari plastik! Para anggota band juga memakai masker dan sarung tangan agar lebih aman.

Khusus untuk acara itu, mereka memesan banyak gelembung plastik seukuran manusia dari China. Para penonton diminta masuk satu per satu ke dalamnya, lalu gelembung tersebut dipompa sehingga menjadi ruangan sempit yang menciptakan jarak di antara orang-orang. Meskipun berada di dalam gelembung, mereka tetap bisa bernapas dan mendengarkan musik dengan baik kok. Tetapi, cara ini dianggap agak berbahaya untuk orang-orang yang mempunyai masalah pernapasan dan klaustrofobia (takut berlebihan pada tempat sempit).

Selain bisa menyaksikan konser musik secara langsung, para penonton juga mendapat pengalaman yang unik. Siapa tahu konsep ini bisa ditiru band lain

Advertisement

Bermusik di dalam gelembung via www.instagram.com

“Saya suka konser ini, karena penonton bisa tetap semangat dan berteriak-teriak semau mereka, tapi tidak menginfeksi orang di sebelahnya. Penghalang (gelembung) ini melindungi penonton dan kami menganggapnya sebagai kesuksesan,” kata Wayne yang merupakan vokalis.

Saat itu, ada beberapa ratus penonton yang datang ke konser The Flaming Lips. Mereka tampak menikmati alunan musik rock sambil sesekali berjoget. Meskipun sedang pandemi, mereka bisa menikmati konser dengan perasaan tenang. Sebab gelembung tesebut dianggap bisa mengurangi risiko tertular virus corona. Konsepnya menarik banget nih! Mungkin bisa ditiru para musisi lain.

Sebelum pandemi merebak, ternyata The Flaming Lips sudah akrab dengan konsep tersebut. Bahkan vokalisnya menikah di dalam gelembung plastik!

Wayne yang menyukai gelembung via www.instagram.com

Bagi The Flaming Lips, berada di dalam gelembung adalah cara mengekspresikan musik mereka yang spesial. Ternyata konsep ini sudah mereka terapkan bertahun-tahun lalu, jauh sebelum pandemi corona merebak. Salah satunya adalah saat Wayne masuk ke dalam gelembung saat konser di Coachella pada 2004. Nggak nyangka, ternyata 16 tahun kemudian konsep itu betul-betul berguna di tengah pandemi!

Kedekatan The Flaming Lips pada gelembung juga bisa dilihat dalam video klip mereka yang berjudul Flowers of Neptune 6 yang dirilis pada Mei lalu. Dalam video tersebut, tampak Wayne berjalan-jalan di dalam gelembung dan diselingi oleh alunan musik serta adegan lainnya. Kemudian, mereka menggelar konser musik berkonsep gelembung pada Juni silam dan disusul oleh konser pada pertengahan Oktober ini.

Yang bikin unik, ternyata Wayne juga pernah menikah di dalam gelembung plastik raksasa! Wah, dengan kesukaannya pada gelembung, sepertinya di masa depan dia akan kembali menggelar konser musik semacam ini.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE