Kisah Mengharukan Seorang Perawat yang Selamatkan Tiga Bayi Saat Ledakan di Lebanon. Berani Banget!

Korban ledakan Lebanon

Bayangkan seandainya kamu sedang berada di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Lalu tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat keras. Bangunan tempatmu berada terguncang, kaca jendela pecah, dan langit-langit runtuh. Lalu kamu berusaha menyelamatkan diri. Di luar, tampak api dan asap membumbung tinggi. Suasana kacau dan banyak orang terluka di jalanan. Menyeramkan, bukan?

Advertisement

Itulah yang dirasakan penduduk Beirut saat ledakan dahsyat mengguncang kota mereka pada Selasa (4/8). Diduga ledakan disebabkan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang. Hingga kini, ada banyak sekali korban yang meninggal dan terluka. Termasuk para ibu hamil, bayi yang baru dilahirkan, dan tenaga medis yang mendampingi mereka.

Saat ledakan mengacaukan Beirut, tampak seorang perawat yang menggendong tiga bayi. Dia mati-matian menyelamatkan mereka dari rumah sakit yang rusak parah

Dilansir dari CNN, saat itu Rumah Sakit Al Roum di kawasan Ashrafieh mengalami kerusakan parah. Puing-puing bangunan berserakan di sekitarnya. Beberapa orang yang terluka dan tewas tampak terbaring di jalanan. Di antara kekacauan itu, ada seorang perawat menggendong tiga bayi yang baru lahir. Dia berusaha tetap tenang agar para bayi nggak ketakutan.

Saat ledakan terjadi, perawat itu sedang berada di bangsal bersalin. Gedung rumah sakit terguncang hebat dan dia sempat pingsan. Setelah sadar, sang perawat melihat tiga bayi di dekatnya dan bergegas menyelamatkan mereka. Dia keluar dari rumah sakit untuk menghindari bangunan yang bisa roboh sewaktu-waktu.

Syukurlah perawat dan ketiga bayi itu selamat. Tetapi ada 12 pasien, 2 pengunjung, dan 4 perawat yang meninggal akibat ledakan di Beirut. Sekitar 80% bangunan rumah sakit dan 50% peralatan medis juga rusak.

Di sisi lain, ada seorang ibu yang hampir melahirkan saat tiba-tiba ledakan mengguncang rumah sakit. Syukurlah persalinan tetap lancar meskipun fasilitas seadanya

Advertisement

BBC melaporkan insiden menegangkan yang terjadi di Rumah Sakit St. George. Saat itu ada seorang ibu bernama Emmanuelle yang sedang bersiap melahirkan. Beberapa tenaga medis membantu di sekitarnya, sedangkan suaminya berada di luar ruangan sambil membawa kamera untuk merekam lahirnya sang buah hati. Sungguh nggak disangka, ternyata kamera itu justru merekam ledakan di Beirut.

Akibat ledakan tersebut, langit-langit rumah sakit runtuh dan peralatan medis berantakan. Emmanuelle terbaring dalam kondisi shock dengan pecahan kaca jendela di sekitarnya. Untungnya, sang suami sigap memindahkan istrinya ke luar ruangan. Dia juga menolong para tenaga medis yang turut terdampak.

Setelah itu, persalinan tetap dilakukan dengan fasilitas seadanya. Para tenaga medis menyiapkan peralatan dengan sangat cepat, hanya sekitar 20 detik. Tetapi nggak ada obat-obatan sehingga persalinan dilakukan secara tradisional. Sekitar 1,5 jam setelah ledakan, syukurlah sang ibu bisa melahirkan dengan selamat. Bayinya diberi nama George untuk mengenang musibah di Rumah Sakit St. George tersebut.

Sayangnya, nggak semua orang seberuntung mereka. Ada ribuan orang yang terluka dan meninggal akibat ledakan di Beirut

Menurut laporan New York Times, hingga kini ada 135 korban yang tewas akibat ledakan di Beirut. Ada pula 5.000 korban yang terluka dan sebagian orang masih hilang. Proses evakuasi cukup sulit dilakukan karena banyak orang terjepit reruntuhan gedung. Di sisi lain, rumah sakit juga kewalahan dengan banyaknya pasien yang masuk.

Kondisi Lebanon saat ini membuat seluruh dunia berduka. Berbagai negara mengulurkan tangan untuk membantu, termasuk Israel yang merupakan musuh besar mereka. Semoga kondisi Lebanon cepat membaik dan mereka bisa membangun Ibu Kota Beirut kembali.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE