Insiden Pertama di Indonesia, Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak. Berikut Kronologinya

Kronologi kapal Nanggala hilang kontak

Menjelang akhir bulan April ini, publik dikejutkan dengan kabar kurang mengenakkan di Tanah Air. Perhatian publik yang semula fokus dengan suasana bulan Ramadan pun teralihkan. Pasalnya, kabar hilangkan kapal selam KRI Nanggala 402 langsung mencuri perhatian. Insiden nahas itu terjadi pertama kalinya di Indonesia.

Advertisement

Kapal selam milik Tentara Negara Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) itu dilaporkan hilang kontak saat sesi latihan di perairan utara Bali, hari Rabu (21/4) lalu. Bagaimana kabar terkini dari kapal selam KRI Nanggala 402 dan awak yang menumpanginya?

Jalani latihan torpedo, kapal selam KRI Nanggala 402 tak berikan hasil latihan. Sehingga dinyatakan hilang kontak

Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang | Photo by U.S. Pacific Fleet via www.flickr.com

Sejak dikabarkan hilang pada hari Rabu pukul 03.00 WIB, TNI AL masih terus mencari keberadaan kapal selam KRI Nanggala 402. Menurut Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), kapal selam itu meminta izin untuk menguji penembakan Torpedo SUT. Komandan Gugus Tempur  Laut  II (Danguspurla II) pun mengizinkan kapal buatan Jerman pada tahn 1977 itu menyelam. Namun setelah menjalani sesi latihan torpedo, kapal selam KRI Nanggala tak bisa dihubungi sama sekali. Dugaan tenggelamnya kapal itu makin menguat ketika ditemukan tumpahan minyak di lokasi penyelaman pada pukul 07.00 WIB.

Menukil Kompas, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi kapal selam tersebut hilang di titik koordinat sekitar 60 mil atau 95 kilometer di utara Bali. Terhitung ada 53 awak di dalam kapal selam KRI Nanggala 402 yang terdiri dari 49 ABK, 1 komandan kapal, dan 3 orang arsenal. Segera setelah kapal selam itu hilang kontak, pihak TNI AL memerintahkan KRI Raden  Eddy Martadinata-313, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Diponegoro-365 untuk melakukan pencarian. Ketiganya menggunakan sonar aktif untuk mendeteksi keberadaan KRI Nanggala 402.

Advertisement

Usai dicari dalam kurun waktu 24 jam, keberadaan kapal selam KRI Nanggala 402 masih tak terdeteksi. Hasil pencarian nihil

Ilustrasi pencarian kapal selam | Photo by U.S. Pacific Fleet via www.flickr.com

Julius Widjojono selaku Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama menegaskan akan melakukan pencarian tanpa henti selama 24 jam. Melansir BBC Indonesia, pihak TNI AL  telah mencari hingga di kedalaman 700 meter dengan mengandalkan metode Cordon 2.000 yrds. Namun, sayangnya pencarian itu belum membuahkan hasil memuaskan.

Meskipun begitu, bala bantuan  terus berdatangan. Pada pukul 14.00 WIB, KRI Rigel dari Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau turut turun tangan . Bahkan tim pencarian mengirimkan dua mobil chamber di Banyuwangi. Tak hanya itu, tim pencarian juga mengirimkan distres International Submarine Escape and Rescue Leaison Office (ISMERLO) agar pencarian makin optimal.

Di tengah upaya menemukan KRI Nanggal 402, Julius sempat merasa khawatir karena kapal selam itu dilaporkan tenggelam di kedalaman 700 meter. Padahal kemampuan selamnya hanya sebatas 250 sampai 500 meter. Bila lebih dari itu, kejadian fatal tak terelakkan lagi. Namun, dirinya akan berusaha menyelematkan awak dan kapal secepatnya. Ia pun meminta doa dari semua pihak.

Insiden tersebut menuai simpati dari negara tetangga. Angkatan Laut Singapura dan Australia ikut membantu pencarian

Simbol negara Australia | Photo by Pxhere via pxhere.com

Kabar hilangnya KRI Nanggala 402 sampai ke telinga negara Singapura dan Australia. Dua negara itu langsung memberikan bantuan. Mereka mengerahkan angakatan lautnya untuk terjun menemukan kapal selam KRI Nanggala 402. Menurut dugaan sementara, kapal selam itu mengalami black out. Alhasil kapal tidak bisa melakukan prosedur kedaruratan. Bila tombol darurat ditekan, seharusnya kapal itu dapat timbul ke permukaan.

Semantara itu, Julius Widjojono menduga kondisi kapal selam yang sudah tua menjadi pemicunya. Kapal selam berusia 40 tahun itu sangat mungkin lelah ketika menerima tekanan cukup besar. Menurut pengamat pertahanan LIPI, Muhamamd Haripin, kapal selam bisa tenggelam karena dua hal yakni kendala teknis dan human error. Meskipun banyak spekulasi yang bermunculan, tapi penyebab hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 belum bisa dipastikan sampai sekarang.

Beredar kabar penemuan kapal selam KRI Nanggala 402, TNI AL tegaskan belum ada kepastian

Ilustrasi kapal selam | Photo by Pxhere via pxhere.com

Berselang 21 jam hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402, muncul kabar simpang-siur kalau kapal selam itu telah ditemukan. Kabar yang beredar menyebutkan TNI AL berhasil menemukan pergerakan di bawah laut yang diduga kapal selam KRI Nanggala 402. Melalui konferensi pers pagi ini, Jumat (22/4), pihak TNI AL membantah kabar tersebut.

“Jadi saya tegaskan kembali berbagai berita yang disampaikan sudah ditemukan 21 jam itu sebenarnya belum bisa digunakan sebagai dasar. Oleh karena itu saya berharap kepada rekan-rekan media untuk tidak membuat analisa, tidak memberitakan yang mungkin belum dipastikan kebenarannya sehingga memberikan ketenangan kepada masyarakat khususnya informasi ini,” ujar Achmad Riad.

Dinukil dari Detik, Riad sebagai Kapuspen TNI Mayjen TNI menerangkan memang ada pergerakan di bawah laut di lokasi tumpahan minyak. Hanya saja pergerakan itu tak bisa dijadikan bukti kuat untuk mendeteksi kapal selam KRI Nanggala 402.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE