Lagi-lagi, NASA Buka Lowongan Baru. Kali Ini Mereka Cari Orang yang Mau Tiduran Doang Selama 2 Bulan

Lowongan pekerjaan NASA

Buat kaum yang selalu susah bangun pagi dan pengin nempel terus di kasur, penawaran terbaru NASA ini jelas terdengar menggiurkan. Setelah mencari orang humoris untuk dikirim ke misi luar angkasa, badan antariksa Amerika Serikat ini kembali membuka lowongan baru mencari sukarelawan yang mau berbaring di kasur selama dua bulan. Bayarannya $18,522 atau sekitar Rp260 juta cuma untuk berbaring doang!

Advertisement

Nah tapi jangan buru-buru kirim CV dulu Guys. Meski sangat menggiurkan, pekerjaan untuk tiduran terus selama dua bulan penuh itu sebenarnya sulit banget. Mau tahu info selengkapnya? Yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

24 sukarelawan dibutuhkan untuk penelitian NASA terbaru. Tugasnya cuma berbaring di kasur, tapi tidak boleh bangun, kamu harus melakukan semua aktivitas sambil tiduran

Penelitian bed rest NASA via edition.cnn.com

Walaupun terdengar too good to be true, beritan ini bukan hoaks atau kabar bohong semata. NASA, The National Aeronautics and Space Administration, bekerja sama dengan badan antariksa Jerman serta Eropa, yaitu German Aerospace Center dan the European Space Agency, mencari 24 sukarelawan untuk tiduran selama 60 hari lamanya. Dilansir dari CNN, 24 relawan yang terdiri dari 12 cowok dan 12 cewek ini hanya diminta untuk berbaring di kasur, sambil melakukan semua aktivitas sehari-hari. 

Makan atau main game dengan teman pun harus sambil berbaring via www.nasa.gov

Dari makan, minum, nonton TV, sampai buang air besar atau keramas, semua harus dilakukan sambil berbaring. Proyek ini totalnya akan dilaksanakan dalam 89 hari, 60 hari untuk test berbaring dan selebihnya untuk masa penyesuaian awal serta recovery di akhir. Proyek penelitian ‘bed rest’ ini rencananya akan digelar sekitar akhir tahun 2019 ini. Sebelumnya, tahun 2017 yang lalu, NASA pernah mengadakan penelitian serupa dengan 11 peserta tapi hanya untuk 30 hari.

Advertisement

Nah lowongan untuk peserta cowok kayaknya sudah tutup, sekarang yang dicari adalah cewek berusia 24 – 55 tahun, sehat jasmani, non-smoker, dan harus bisa bahasa Jerman. Soalnya penelitian ini diadakan di Jerman

Biar bisa ngobrol sama petugasnya via www.orlandosentinel.com

Meski pesertanya dijelaskan terdiri dari 12 cowok dan 12 cewek, secara khusus lowongan yang terbuka sekarang adalah untuk cewek saja. Mungkin 12 peserta cowoknya sudah terpilih kali ya. Selain syarat standar seperti kelompok usia, kondisi kesehatan, dan secara khusus disebutkan dicari yang bukan perokok, syarat utama lainnya adalah fasih berbahasa Jerman.

Tidak disebutkan sih harus warga negara Jerman atau Amerika, tapi memang disyaratkan harus bisa berbahasa Jerman. Mungkin karena penelitian ini dilaksanakan di kantor German Aerospace Center di kota Cologne, Jerman. Nah kamu yang bisa bahasa Jerman, mungkin bisa coba…

Penelitian diadakan untuk mempelajari lebih jauh efek mikrogravitasi terhadap tubuh manusia. Karena perjalanan luar angkasa makin jauh, mereka mau mencari solusi supaya para astronot bisa bertahan lebih lama di ‘luar sana’

Grup satu diam di tempat, grup satunya akan diputar via www.forbes.com

Advertisement

Terus kenapa penelitian semacam ini harus dilakukan, sampai-sampai badan-badan antariksa ini mau membayar mahal sukarelawan untuk berbaring? Berbaring terus di atas kasur merupakan posisi yang paling mendekati kondisi mikrogravitasi atau minimnya gravitasi di luar angkasa sana.Kasurnya pun di-setting khusus dengan kemiringan 6 derajat dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi dari kepala. Dibagi jadi dua grup, grup pertama akan berbaring di kasur yang diam, sementara kasur di grup kedua akan diputar.

Dengan mengamati perubahan tubuh sukarelawan jika dalam keadaan terus berbaring selama dua bulan penuh, peneliti berharap bisa menemukan solusi untuk mengatasi efek mikrogravitas pada astronot.

Wajib treadmill kayak gini. Ditahan pakai suspender biar nggak terbang-terbang via www.newsweek.com

Melayang-melayang seakan-akan tanpa berat dalam kondisi mikrogravitasi, tulang dan otot astronot bakal melemah dan berisiko rusak karena tidak dipakai. Maka dari itu, selama ini, para astronot wajib berolah raga tiap hari ketika menjalani misi luar angkasa. Nah peneliti ingin melihat apakah ada solusi lain untuk meminimalisir dampak mikrogravitasi ini. Apalagi perjalanan luar angkasa bakal semakin lama, jika kita ingin mencapai tempat yang lebih jauh lagi — mereka harus bisa menjamin keamanan dan keselamatan astronot.

Meski sudah bisa mengirim misi tidak berawak dengan robot canggih ke Mars, mereka tetap ingin mengirim langsung manusia untuk menjelajahi luar angkasa. Ada nggak nih yang berminat?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE