Makin Banyak Aja Polemik Transport Online. Sudah Dibayar Credit, Supir Uber Marah-marah Minta Cash

Satu pengalaman kurang menyenangkan seorang pengguna taksi online kembali viral di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah infia_fact, terlihat bagaimana driver Uber berteriak-teriak marah menuntut pembayaran tunai sementara penumpangnya bersikukuh telah membayar dengan sistem kredit. Apakah driver belum mengerti sepenuhnya sistem online Uber atau memang karena terdesak karena tidak ada uang untuk beli bensin, tidak ada yang tahu pasti. Namun driver yang sudah lumayan sepuh itu tetap ngotot minta uang cash bahkan mengancam akan tetap parkir di sana karena mobilnya nggak ada bensin.

Advertisement

Video ini cukup menyesakkan sih. Di satu sisi, sebagai penumpang tentu nggak bisa disalahkan karena sudah memenuhi kewajiban pembayaran. Sementara dari sisi sopir, mungkin jumlah uang yang tidak seberapa itu benar-benar dibutuhkan saat itu. Nggak heran bila akhirnya komentar-komentar di bawah tayangan sibuk berdebat sendiri dan saling menyalahkan. Ah, netizen~Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature selengkapnya!

Sebagai bagian dari transportasi online, pembayaran non-tunai tak bisa dipisahkan. Meski lebih mudah dan aman, nyatanya memang belum semua orang fasih menggunakannya

Pembayaran online via ubermanilatips.com

Sebagai pengguna transportasi online biasanya kita diberi pilihan pembayaran: cash atau online. Seperti Gojek yang pakai Gopay, Grab yang pakai Grabpay, dan Uber yang pakai Credit Card-nya. Nah biasanya penumpang muda seperti kita memilih pembayaran online. Selain lebih mudah, pembayaran online juga bertabur dengan promo dan potongan harga yang menguntungkan. Sayangnya, nggak semua orang memahami sistem pembayaran online ini. Entah kurang familiar, atau memang secara sistem bisnis dengan perusahaan kurang menguntungkan bagi para driver. Mungkin salah satunya ya bapak driver Uber tadi.

Satu sisi transportasi online memang memudahkan. Tapi dari beberapa kasus yang sudah terjadi, tak bisa disangkal sistem modern itu jauh dari sempurna

Pesan driver online yang bernada pelecehan via www.vemale.com

Kehadiran transportasi online memang super membantu untuk kita-kita yang tinggal di kota besar dan nggak bawa kendaraan sendiri. Tinggal pesan di aplikasi, nunggu sebentar, kemudian diantar. Biayanya pun relatif lebih murah daripada ojek atau taksi konvensional. Tapi transportasi online ini juga bukannya tanpa masalah. Dari sisi driver, beberapa kali muncul aksi protes karena kurang “ramahnya” kebijakan dari perusahaan. Konflik berkepanjangan antara driver transportasi online dengan pengemudi ojek, angkot, dan transportasi konvensional lain juga tak belum ada solusinya.

Advertisement

Sementara dari penumpang, nggak sedikit kasus-kasus yang meresahkan. Belum lama ini, heboh pula kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan persatuan driver Grabike Pocin kepada salah seorang penumpang. Mereka marah karena penumpang selalu memakai kode promo, yang membuat uang nggak bisa langsung didapatkan. Masalahnya bahasa yang dipakai nggak sopan dan melecehkan, padahal kalau dipikir-pikir soal pembayaran murni urusan driver dengan perusahaan.

Barangkali sekarang kita sedang di masa transisi. Di mana masyarakat belum sepenuhnya siap dengan segala yang serba teknologi

Masih dalam masa transisi teknologi via qz.com

Beberapa “efek samping” dari transportasi online memang tak bisa dihindari. Mulai dari gap antar generasi yang belum sepenuhnya terjembatani. Jangan heran bila kaum muda begitu hobi menggunakan Credit Card, sementara para orang tua masih kagok menggunakannya (sebagaimana bapak driver uber bersikeras untuk minta cash padahal penumpang sudah bayar dengan credit card). Lalu ada juga persoalan teknis antara perusahaan dengan para driver-nya, karena tentu miris bila sampai driver tak punya bensin untuk narik. Belum lagi soal keamanan dan tata krama yang ternyata juga sulit dikontrol karena begitu luasnya jangkauan.

Segala sesuatu yang baru memang butuh adaptasi. Memang kita belum lama dihadapkan dengan segala sesuatu yang serba online. Sesuatu yang sudah dianggap lumrah bagi generasi kekinian yang ‘melek’ teknologi, memang bisa jadi konsep yang sangat sulit dimengerti oleh generasi yang lebih tua. Meski kemajuan teknologi dan peradaban itu memang tidak bisa dihindari, alangkah baiknya jika semua orang bisa sama-sama merasakan manfaatnya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

9 Comments

  1. Yang namanya mobilisasi atau perubahan itu pasti selalu ada adaptasi dulu min selanjutnya penyesuaian diri dulu yang selalu dibumbui oleh pro kontra min jadi yang begituan anggap aja itu merupakan sebuah proses menuju ke perubahan yang lebih baik

  2. Rossy Hayani berkata:

    Kl aku dpt penumpang yang uang tunai,Pay,Pay Promosi apa potongan Argo ttp ku trima karna tu dah tugas kita jlni pekerjaan…kadang penumpang pake Pay tp pas smpe tujuan suka di tambahin kt nya bt jajan ank nya y mba…. alhasil ku ambil karna mereka yg maksa….mksi tuk smua para penumpang ku yg dah baik sm aku…..tanpa klian ku ku mungkin g bs ngasih mkn ankku,g bs byr kontrakan dan g bisa bahagia in ank2 ku…..mksi byk

  3. Kadang kesel juga di bayar kredit dsn itu pun ditambah dengan promo dan itu pun diskon/promonya ga dibayar soalnya pun perusahaan transportasi online pun kadang suka ngaret ngsih pembayaran ke driver ada juga yg udah lama tp ga ngasih uang promonya dari perusahaan kan bikin keki, kalaupun ingin menghormati agar sama” enak ya langsung bayar di tempat soalnya mereka juga yang jd driver rata” orang” yang nyari penghasilan dari situ dan beli kebutuhan pokok pun dari warung bukan minimarket yang kebanyakan ada di kota dan mayoritas yg jd drivernya orang” pedalaman dan pinggiran kota.

    Welcome to Indonesia dimana modernisasi lebih di utamakan dan menghilangkan budaya ??

    #pengalaman #temen #driver #online

  4. Fuad Fauzi berkata:

    Itu kan hak konsumen. Toh kita ngga curang juga.. klw driver ngga mau ya tinggal pindah ke konvensional aja lagi.. gimana toh?

  5. Bram JJ berkata:

    Kalau cash tambah bahaya lebih baik pakek kartu kredit….kalau g mau ngikuti regulasi ya udah pindah ….jangan jadi uber

  6. Suryanto berkata:

    Syarat driver online :
    1. Mobil pribadi
    2. Rmh pribadi punya kmr cost/kontrakan
    3. Di dompet ada uang min. Rp. 500rb
    4. Punya pensiunan
    5. Jadi driver online amaann utk iseng ajaaa… Spt sy

  7. Adi Nugroho berkata:

    Alhamdulillah ya mbak dapat customer yang baik. Yang menyebalkan juga banyak, gayanya sok eksekutif kelas atas, hobinya cari promo buat ongkos. Kalo ngomong sok yes no yes no, padahal jemput nya masuk ke gang rumahnya yang cukup satu mobil. Kalo dulu, bajaj aja ogah jemput ke dalam gang. Hehehe…

  8. Rossy Hayani berkata:

    Alhamdulillah mas Adi Nugroho…..smua penumpang ku baik2 smua g da yg sok gaya eksekutif……malah ada 1 penumpang ku kl lg pas dpt aku sllu dia yg bawa motor nya kt nya kasian sm aku y mmg ku dpt dia g tiap hr malah sebln sekali dia dpt aku….mksi tuk smua penumpang ku yg baik….mksi

  9. tarmaernawati berkata:

    Natal sudah dekat, yuk persiapkan kado-kado terbaikmu untuk yang tersayang, hanya di ToneStudio.
    Kunjungi retail online kami di http://bit.ly/2AdMGD8

CLOSE