#HipweeJurnal: Ternyata Memelihara Tanaman Tak Pernah Buang-buang Waktu. Termasuk Bagi Pekerja WFH Sepertiku

Manfaat memelihara tanaman

Cahaya matahari pagi yang menerobos tirai tipis selalu lebih dulu membangunkan tanaman-tanaman di bibir jendela kamar. Saya biasanya masih pulas. Pukul tujuh pagi, masih terlalu dini untuk bangun, meski bagi warga Jakarta memulai hari setelah mentari terbit untuk kedua kalinya dari balik gedung, berarti kesiangan. Ya, kota telah mengubah defenisi waktu.

Tak seperti kucing yang akan bertingkah ketika ia mulai lapar di pagi hari, tanaman yang mungkin dehidrasi setelah melewati malam Jakarta yang gerah hanya bisa menunggu saya bangun untuk mendapatkan air.

Setiap dua hari sekali–sekitar pukul 7 pagi juga–tanaman-tanaman yang terdiri dari sirih gading, lidah mertua, jemani mangkok, Philodendron selloum, dan Monstera adansonii akan saya siram. Sementara Mistletoe lacti, Opuntia microdasys, dan tiga kaktus lain yang tak saya ketahui nama persisnya, punya jadwal siram satu kali dalam seminggu.

Di luar jadwal menyiram tanaman pun, sepagi itu tetap menjadi waktu eksklusif saya bersama tanaman-tanaman tersebut. Sekadar untuk mengamati pertumbuhannya, menggonta-ganti posisi agar masing-masing mendapat cahaya yang sama, atau mengobrol sembari memutarkan musik untuk mereka. Iya, kamu nggak salah baca. Saya memang suka nogbrol dan mutar lagu khusus untuk mereka. Alasannya…

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Not that millennial in digital era.