5 Sikap di Dunia Digital yang Jadi Cerminan Nilai Pancasila

Memaknai nilai dari dasar negara ini juga perlu dilakukan saat beraktivitas di dunia digital

Juni dikenal sebagai Bulan Pancasila. Ini karena pada tanggal 1 Juni kita memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai dasar negara. Perayaan tahunan itu bertujuan menumbuhkan serta memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari. Namun, sejatinya upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila harus kita lakukan setiap hari, bukan hanya di Bulan Pancasila.

Nah, selain di kehidupan dunia nyata, mengimplementasikan sekaligus memaknai kelima sila dalam Pancasila juga perlu dilakukan saat beraktivitas di dunia digital, agar tercipta keseimbangan di mana kita mengadopsi teknologi dan mengikuti perkembangannya tanpa melupakan nilai dasar yang harus dijunjung segenap bangsa Indonesia. 

Selain itu, mengimplementasikan nilai Pancasila dalam aktivitas di dunia digital artinya kita berupaya untuk berlaku baik dan adil sebagaimana bunyi tiap butir Pancasila. Nah, adapun untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas digital bisa kamu lakukan lewat 5 cara berikut. Apa saja? Langsung simak.

1. Menghargai perbedaan agama saat berinteraksi di media sosial

Ilustrasi keberagaman | Photo by Brooke Cagle on Unsplash

Seperti diketahui, sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”. Sila ini berarti setiap orang Indonesia harus mempercayai, meyakini, dan beriman kepada Tuhan. Kita pun bebas memeluk agama atau kepercayaan tertentu dan melaksanakan ajarannya dengan rasa aman. 

Nah, kepercayaan terhadap agama masing-masing juga harus dibarengi dengan sikap saling menghargai atas agama yang dianut orang lain. Terlebih lagi, di media sosial siapa pun berhak membagikan aktivitasnya tidak terkecuali saat beribadah. Sikap yang bisa kita lakukan adalah melihat hal tersebut sebagai wujud hidup berdampingan karena rasa toleran dan persaudaraan.

2. Mengakui persamaan derajat dan mau berkolaborasi menggunakan teknologi digital

Ilustrasi berkolaborasi di dunia digital | Photo by LinkedIn Sales Solutions on Unsplash

Seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id, “Kemanusiaan yang adil dan beradab” sebagai sila kedua Pancasila dapat dimaknai sebagai bentuk persamaan hak, harkat, martabat, dan derajat bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Dalam ranah digital, persamaan tersebut juga harus tetap dijunjung tinggi. Meskipun berbeda latar belakang, kita nyatanya bisa disatukan lewat kesamaan minat yang berujung pada kolaborasi. 

Mau berkolaborasi bersama individu terlepas dari latar belakangnya melalui teknologi digital adalah implementasi yang tepat untuk sila kedua Pancasila di dunia digital.

3. Menghargai perbedaan sebagai wujud nyata kebhinekaan

Ilustrasi menghargai perbedaan | Photo by Noorulabdeen Ahmad on Unsplash

Kemauan untuk tetap bersatu di tengah perbedaan adalah satu hal yang sampai saat ini membuat negara kita tetap berdiri. Sila ketiga “Persatuan Indonesia” mengajak kita untuk melawan segala bentuk ancaman persatuan yang bisa memecah belah bangsa.

Ancaman itu nyatanya tidak hanya datang dari negara lain, tapi juga dari orang Indonesia itu sendiri. Dalam dunia digital, orang dengan beragam latar belakang berkumpul. Perbedaan yang tak terelakkan itu bukan untuk dihilangkan. Justru, kita harus merangkulnya sebagai bentuk jati diri Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.

4. Menghargai pendapat orang lain

Ilustrasi orang berdiskusi | Photo by GOC from iStockphoto

Setiap hari selalu ada topik baru yang meramaikan lini masa. Ada yang ikut menanggapi, tapi ada juga yang memutuskan diam dan hanya memantau. Di sisi lain, banyak warganet yang tak segan-segan melontarkan argumen hingga terkesan menyerang pendapat orang lain.

Untuk dapat mencerminkan sila keempat Pancasila yang mengajak kita untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan serta mengajarkan pentingnya mendengarkan, kita harus bisa menahan dan mengendalikan diri dalam berkomentar di dunia digital, terlebih jika komentar tersebut ditujukan untuk merespons pendapat orang lain.

Perlu dipahami bahwa mustahil mengharapkan semua orang setuju dengan pendapat kita, dan sama sulitnya untuk selalu sepakat dengan pendapat orang lain. Oleh karena itu, cara paling sederhana untuk memaknai sila ini adalah menghargai pendapat orang lain, dengan cara menyampaikan pendapat kita dengan bijaksana.

5. Menghormati hak dan kewajiban setiap orang sebagi bentuk bersikap adil

Ilustrasi aktif di dunia digital | Photo by Bench Accounting on Unsplash

Selain menghargai pendapat orang lain, kita bisa mencerminkan nilai Pancasila di dunia digital dengan menghormati hak dan kewajiban setiap orang. Setiap orang punya kepentingan dan tujuannya masing-masing dalam menggunakan platform digital. Di tengah irisan kepentingan itu, keadilan yang tercantum dalam sila kelima dapat terwujud di dunia digital jika kita bisa menghormati hak orang lain dan menjalankan kewajiban kita.

Pancasila sebagai ideologi bangsa kita sudah dijadikan pedoman hidup dalam beraktivitas dan juga bernegara. Oleh karena itu, mengamalkan nilai-nilai di dalamnya tidak terbatas hanya pada momentum Bulan Pancasila, tapi juga harus diterapkan dalam hidup setiap hari.

Pasalnya, sebagai makhluk sosial, kita hidup berdampingan dan Pancasila selalu mengajarkan untuk tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi, tapi juga orang lain demi mewujudkan kehidupan yang seimbang.

Kehidupan seimbang ini merupakan pencapaian yang penting kita upayakan, semata agar kita bisa menikmati hidup tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan, tidak hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. 

Nah, selain dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari termasuk di dunia digital, kamu yang tengah berupaya mencapai keseimbangan hidup juga bisa follow akun Instagram @guegensy. Di sana kamu akan menemukan banyak konten menarik dan inspiratif yang siap membantumu menjadi pribadi yang kreatif, dinamis, dan seimbang dalam menjalani kehidupan.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor