Mengenal Lebih Jauh Menstruasi Pada Binatang. Kenapa Mereka Nggak Perlu Pembalut Kayak Kita, Ya?

Menstruasi pada binatang

Normalnya, kita sebagai wanita memang mengalami menstruasi setiap bulannya. Pas pelajaran biologi kita pasti sudah diberi tahu kalau menstruasi terjadi ketika sel telur yang kita produksi gagal dibuahi, sehingga ia luruh bersama lapisan dinding rahim dalam bentuk darah. Proses ini wajar terjadi pada manusia. Sebagai bagian dari proses reproduksi, apakah binatang yang juga bisa hamil dan melahirkan, akan mengalami menstruasi juga?

Advertisement

Jawabannya adalah ya. Sejumlah binatang ternyata juga mengalami menstruasi lo, Guys. Tapi kenapa mereka nggak perlu pembalut seperti kita? Malah kayaknya nggak pernah kelihatan mengeluarkan darah atau menderita seperti kita setiap bulannya. Kalau kamu penasaran, yuk, cari tahu bareng Hipwee News & Feature kali ini.

1. Selain manusia, ternyata seluruh primata juga mengalami yang namanya menstruasi, seperti monyet, gorila, simpanse, dan siamang

Primata juga menstruasi via www.internationalprimatologicalsociety.org

2. Nggak cuma spesies primata aja, hewan lain yang juga mengalami haid adalah gajah dan kelelawar

Kelelawar menstruasi via www.worldatlas.com

3. Bahkan anjing dan kucing peliharaan kesayangan kita juga menstruasi lo. Tapi kita mungkin nggak sadar karena memang keluar darahnya cuma sedikit

Mungkin kamu nggak sadar karena memang jarang terlihat sih via wallpaperclicker.com

4. Malah tikus dan kuda nggak mengalami perdarahan sama sekali saat lagi datang bulan lo. Enak ya mereka nggak perlu pakai pembalut…

Beberapa hewan malah keluar darah sama sekali, padahal mereka menstruasi via www.farnam.com

5. Kenapa beda-beda ya? Padahal kalau dipikir-pikir mereka menstruasi juga sebagai proses reproduksi, atau persiapan menghasilkan keturunan

Nggak butuh pembalut~ via www.quora.com

Ternyata ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi. Kalau seperti yang dibilang John J Rasweiler IV, profesor di State University of New York, kemungkinan karena hewan tertentu ukurannya memang lebih kecil dibanding manusia. Contohnya kelelawar, karena ukurannya lebih kecil, pembuluh darahnya pun lebih kecil, jadi ya nggak mungkin juga binatang sekecil itu mengeluarkan darah sebanyak manusia~

6. Alasan lain karena memang tubuh mereka didesain supaya bisa mengontrol seberapa banyak darah haid yang keluar, kayak kata Deena Emera dari Yale University, dalam penelitiannya

Mengontrol dinding rahimnya sendiri via malct32.blogspot.com

Sejumlah hewan betina katanya memang bisa mengontrol penebalan dan penipisan dinding rahimnya sendiri, “trik” ini disebut ‘spontaneous decidualisation‘.

Advertisement

7. “Trik” di atas katanya berguna buat melindungi ibu dari janin yang agresif. Soalnya ketika embrio berhasil terbentuk, pada hewan seperti primata, mereka ini akan memaksa masuk ke dinding rahim buat mendapatkan nutrisi

Ada alasannya lo via www.care2.com

Dan rupanya, tipikal embrio manusia pun begitu, tapi kita diatur supaya bisa tetap hidup meski nutrisi diambil si embrio. Beda sama sejumlah primata, yang mana ibunya bisa saja mati gara-gara keegoisan bakal anaknya. Maka dari itu, mereka terpaksa meluruhkan dinding rahimnya sendiri.

8. Kemungkinan lain, ‘spontaneous decidualisation’ ini terjadi semata-mata buat membuang embrio yang kualitasnya buruk, dilansir dari Vice. Wah, bisa tahu gitu ya mana embrio yang jelek mana yang bagus~

Membuang embrio jelek via amazingbeautifulworld.com

9. Nah, kalau ada hewan yang nggak pernah kelihatan datang bulan, bisa jadi dinding rahimnya tipis, jadi tubuhnya akan menyerap sel telur nggak dibuahi itu

Mungkin dinding rahimnya tipis via fertyimg.pw

10. Beda sama kita, primata, dan sejumlah mamalia –seperti gajah– yang punya dinding rahim yang cukup tebal. Itulah kenapa kita “berdarah” setiap bulannya

11. Terus hewan-hewan yang menstruasi ini merasakan PMS menyebalkan kayak kita nggak ya? Ternyata pernah ada penelitiannya tahun 1980 lalu lo yang dilakukan pada babon

Kalau kita sih sampai gulung-gulung begini tiap mens ya 🙁 via www.dailymail.co.uk

Sayangnya, ilmuwan nggak bisa mengukur sejauh mana si babon ini merasakannya. Apakah ia sebenarnya kesakitan, atau nggak sama sekali. Tapi katanya sih beberapa hewan malah jadi lebih lembut dan ramah saat datang bulan lo, seperti kucing. Hmm..

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE