Sebab Kenapa Kita Nggak Bisa Menggelitik Diri Sendiri. Iya ya, Kok Nggak Geli Sama Sekali?

Menggelitik diri sendiri

Asli, rasanya digelitiki orang lain apalagi sampai keluar air mata itu nggak enak banget! Pas digelitik sih kita emang ketawa-ketawa tapi bukan berarti kita menikmatinya, kan? Kecuali memang ada fetish tertentu yang justru hasrat seksualnya makin naik kalau digelitik. Di luar itu, nggak ada yang menyenangkan dari yang namanya digelitik. Tapi, kenapa ya rasanya nggak geli sama sekali kalau kita menggelitik diri sendiri? Kita bisa tetap chill dan santuy padahal kalau yang gelitik orang lain bisa sampai alay responnya.

Advertisement

Biasanya ini jadi pembelaan orang-orang yang hobi menggelitik. Setelah puas bikin korbannya kesel mereka coba menggelitik diri sendiri, “Mana sih orang nggak geli gini, lebay deh lu!”. Hmm.. bikin esmosi jiwa. Ternyata semua ini ada alasannya, Gaes. Ndilalah kok ya ada orang yang penasaran soal ini dan punya jawabannya. Kita jadi nggak perlu repot bikin penelitian atau nanya ke ahli saraf (atau siapa lah) tentang susahnya bikin diri sendiri geli. Nih, Hipwee udah bantu ngerangkum juga, tinggal baca aja~

1. Semua perasaan geli yang kita rasakan pusatnya ada di otak. Nah, otak kita ini ternyata mampu mengendalikan rasa geli yang disebabkan oleh kita sendiri. Beda kalau yang menggelitik orang lain

Self tickling via www.dailymail.co.uk

Sensasi geli utamanya muncul dari otak. Otak juga lah yang bertugas mengendalikan rasa geli tersebut. Saat orang lain menggelitik, kita kehilangan kontrol atas perasaan geli yang muncul. Akibatnya, kita akan kegelian sampai ketawa, lemes, bahkan ngompol. Nah, beda ketika kita sendiri yang menggelitik. Otak akan otomatis mengendalikan rasa geli yang muncul. Jadinya ya kayak nggak berasa gitu.

2. Yang kedua adalah karena faktor kepercayaan. Kita lebih percaya diri kita sendiri dibanding orang lain

Faktor kepercayaan via www.freepik.com

Maksudnya gimana tuh? Coba deh saat kita menggelitik diri sendiri, pasti kita tahu “ujungnya” bakal ke mana. Seperti kapan berakhirnya, dan seberapa besar kekuatan gelitiknya. Beda kalau orang lain yang menggelitik, kita nggak tahu di mana “ujungnya”, kapan berakhirnya, dan apakah ada “serangan” lanjutan di bagian tubuh lain. Jadi kayak semacam nggak pasti gitu, inilah yang akhirnya bikin kita super duper geli saat orang lain menggelitik kita, terutama di area ketiak, pinggang, atau telapak kaki.

Advertisement

3. Nah, perasaan percaya yang udah disebut di atas bikin kita kayak eman-eman gitu. Paham kan maksudnya eman-eman? 😀

Suka “eman-eman” via www.bbc.com

Eman-eman itu bahasa Jawa yang artinya semacam sayang. Tapi bukan “sayang” yang itu ya maksudnya. Eman-eman tuh artinya kayak kita sayang buat ngelakuinnya. Soalnya kan kita nggak mungkin melakukan sesuatu lebih dari yang kita pengin lakukan. Misal lagi menggelitik diri sendiri, kita pasti nggak akan melakukannya melebihi yang bisa kita tahan. Karena kita udah tahu batasnya. Makanya nggak bakal ngerasa geli, kalau bukan orang lain yang melakukan.

Sebenarnya setiap orang juga punya “spot” geli yang beda-beda. Ada yang lebih geli kalau disentuh perutnya, pinggangnya, kakinya, atau bahkan tengkuknya. Jadi malah bisa juga ada orang berusaha bikin kita geli di bagian tengkuk padahal spot kita ada di pinggang, dan sebagainya. Gitchu deh~

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE