Buat kamu para pasangan muda yang sudah siap membina keluarga, rasa-rasanya perlu sekali memahami beberapa hal penting demi kebahagiaan masa depan nanti. Menikah tentu saja bukan hanya soal komitmen seumur hidup tapi juga betapa siapnya kamu menghadapi berbagai konflik nantinya. Cinta memang indah, apalagi jika dijalani berdua dengan si dia. Tapi kamu pun harus memerhatikan dalam setiap keluarga pasti akan ada problematika.

Angka perceraian yang semakin tinggi di Indonesia memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Berbagai macam penyebab bisa saja terjadi. Hal inilah yang menjadi fokus dalam acara Forum Diskusi Media yang diadakan oleh SKATA dan GKIA (Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak) Selasa, 24 Oktober lalu di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Advertisement

Forum diskusi bertajuk “Perencanaan Keluarga dan Kehamilan” menghadirkan banyak pakar kompeten di bidangnya seperti Prof. Dr. H. Fasli Jalal SpGK, PhD., dosen FK Universitas Pelita Harapan dr. Fransisca Handy Agung, SpA., Psikolog Keluarga Pinkan Rumondor, P.C.B, dan masih banyak lagi. Persoalan yang dibahas pun beragam, mulai dari perencanaan keuangan keluarga, kehamilan yang sehat, pemakaian KB, dan lain-lain. 

Lalu hal apa aja sih yang harus diperhatikan agar pernikahan nanti menjadi ‘samara’?

Harus memiliki perencanaan keluarga yang matang agar jauh dari kata pisah

harus terus romantis via unsplash.com

Sebuah pernikahan bukanlah akhir dari hubungan kamu setelah berpacaran, tapi justru merupakan langkah awal untuk masa depan. Memiliki satu visi misi bersama pasangan sangatlah penting untuk dilakukan. Bukan tidak mungkin jika kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) terjadi karena kurangnya rasa menyayangi. Hal tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak akibat yang terjadi jika tidak memiliki perencanaan keluarga.

Advertisement

Oleh sebab itulah, kamu dan si dia sudah harus mulai menata rencana kalian berdua untuk rumah tangga bahkan sebelum memutuskan untuk menikah. Membaca berbagai kasus perceraian atau cerita tentang keharmonisan sebuah keluarga juga bisa menjadi faktor lain untuk kamu dalam berencana. Kamu pun akan lebih memahami dan mengetahui betapa pentingnya memiliki pandangan yang sama dengannya. Tapi di balik itu semua, mencintai, menyayangi, menghormati, dan menerima apa adanya pasangan kamu ialah hal yang terpenting.

4 lingkaran perencanaan keluarga yang saling berkesinambungan. Kamu harus perhatikan hal ini secara baik-baik

menikah bukanlah perkarah mudah via unsplash.com

Bukan perkara mudah untuk menjaga hubungan agar baik-baik saja. Hidup nggak selalu lurus sesuai dengan keinginan. Ada kalanya kamu akan dihadapkan oleh masalah yang terkadang di luar kendali kamu dan si dia. Jika kamu telah yakin membina keluarga dengannya, sekiranya ada 4 faktor dasar yang harus kamu perhatikan.

Faktor keuangan, piskologi, kesehatan, dan hukum ialah 4 fondasi awal bagi kamu dan pasangan hidupmu. Jika menelaah lebih jauh lagi, adanya financial check up, pengaturan keuangan, serta dana lainnya untuk berjaga-jaga perlu kamu rencanakan. Unsur psikologi dalam hubungan pernikahan juga tak kalah pentingnya. Mengenali diri sendiri serta karakter pasangan, mampu melakukan manajemen konflik, dan juga manajemen parenting.

Sebagai anak muda yang memang sudah siap untuk menikah, kamu pun juga harus memikirkan tentang KB (Keluarga Berencana) untuk kesejahteraan keluarga kecilmu kelak

kehamilan sangat penting dalam sebuah keluarga via unsplash.com

Pembangunan keluarga sangat fundamental bagi kemajuan bangsa. Keluarga adalah landasan kehidupan bagi setiap insan. Keluarga yang terencana dengan baik disegala aspek lebih besar kemungkinannya untuk menjadi keluarga sejahtera yang melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan bahagia.

Bijak dalam memilih kontraspesi ialah faktor terpenting. Kehamilan yang direncakan pasti memiliki tujuan untuk menjadi keluarga sejahtera. Jenis kontrasepsi yang ideal pun bisa kamu pilih berdasarkan; Dapat diandalkan, tidak membahayakan kesehatan, dapat disesuaikan kebutuhan, tidak mengganggu aktifitas seksual, dan mendapat persetujuan dari masyarakat.

Tentunya kurang pas bila berpikir bahwa pernikahan akan menyelesaikan segala persoalan hidup. Karena sebenarnya pernikahan adalah sebuah awal, yang juga akan punya bergam persoalannya. Karena itulah rencana harus ada dan matang, agar bahtera keluarga lebih terarah dan pasangan tetap tegar menghadapi apapun persoalannya kelak.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya