Pengalaman 2 Hari Menjelajahi Pulau Dewata Menggunakan Hyundai Creta

40 Unit mobil SUV beriringan membelah Denpasar, Uluwatu hingga Kintamani

Sekira pukul 10.30 WITA pesawat yang saya tumpangi dari Jakarta mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pendaratan yang mulus pada pagi hari Rabu (26/1) cerah itu jadi semacam sambutan baik dari Bali yang baru pertama kali saya kunjungi.

Advertisement

Ini adalah kunjungan dua hari bagi saya dan awak media lain bersama Hyundai Motors Indonesia (HMID). Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjajal Hyundai Creta, mobil pertama jenis SUV garapan HMID yang diluncurkan pada ajang GIIAS 2021.

40 unit Hyundai Creta beriringan membelah Denpasar menuju Uluwatu

Hyundai Creta

Sekitar 40 unit Hyundai Creta meninggalkan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (26/1) | Dok. HMID

Di luar pintu kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, kami berkumpul untuk mendengarkan arahan. Cuaca cerah menjelang tengah hari mulai terasa gerah. Tak lama, setiap dua orang awak media termasuk saya diantar ke mobil yang akan menemani kami selama di Bali.

Hyundai Creta garapan pabrik Cikarang yang akan jadi basis ekspor ke negara-negara Asia Pasifik ini punya empat jenis varian, meliputi Active, Trend, Style dan Prime. Saya dan rekan pada hari itu akan mengendarai Hyundai Creta Prime sebagai varian tertinggi.

Advertisement

Hyundai Creta Prime punya fitur dan tampilan yang lebih lengkap dibanding tiga varian di bawahnya. Seperti tampilan luarnya, fitur yang disematkan pada mobil ini futuristik. Setelah melakukan observasi singkat terhadap mobil yang akan saya tumpangi, perjalanan pun dimulai.

Sekitar kurang lebih 40 unit Hyundai Creta beriringan membelah Denpasar menuju Uluwatu. Nggak butuh waktu lama, kenyamanan mengendarai dan menumpangi Hyundai Creta terbukti di Jalan Tol Bali Mandara yang punya beberapa titik lengkung panjang.

Advertisement

Dari kursi depan penumpang, terasa kalau mobil dengan mesin Smartstream 1.5 liter 4 silinder yang dipasangkan dengan transmisi otomatis Intelligent Variable Transmission (IVT) ini melaju stabil, bahkan saat rekan saya di balik kemudi mencoba melakukan manuver singkat.

Hyundai Creta mengaspal

Creta Driving Day, Bali | dok. HMID

Menurut Assistant Manager R&D Team Hyundai Motor Asia Pasific HQ Heri Setiawan, kestabilan Hyundai Creta ini salah satunya berkat body handling. Sebab, jika hanya mengacu pada suspensi, Hyundai Creta sebenarnya punya tuning yang relatif empuk.

“Suspensi adalah salah satu bagian yang mempengaruhi riding comfort. Suspensi Hyundai Creta di-tuning empuk tanpa melupakan body handling. Kalau tidak begitu maka mobil akan limbung,” terang Heri di sela Creta Driving Day.

Di atas kertas, mobil ini mampu memuntahkan tenaga 115 PS pada 6.300 RPM, dan torsi maksimum 143,8 Nm pada 4.500 RPM. Pengalaman mengendarai varian ini turut dipastikan oleh sederet fitur seperti Paddle Shift, Cruise Control, Drive Modes dan Electric Parking Brake.

Ada juga Traction Control Mode yang bertugas secara otomatis menyempurnakan sistem penggerak roda depan, untuk beradaptasi dengan kondisi jalan agar mobil senantiasa stabil. Cara kerjanya dengan mengatur kontrol slip roda kanan dan kiri sesuai torsi mesin dan pola perpindahan gigi.

Setelah melewati beberapa jalan melengkung, mobil yang saya tumpangi hanya melaju di jalur lurus. Dari balik kemudi, rekan saya mengulik fitur Drive Modes yang menawarkan empat pengaturan yaitu Eco, Comfort, Sport dan Smart. Masing-masing mode menawarkan tarikan yang berbeda.

Sementara saya menatap jauh Patung Garuda Wisnu Kencana karya I Nyoman Nuarta yang seakan mengawasi perjalanan kami. Setelah itu, pandangan saya edarkan di dalam kabin yang sejuk. Fitur pendingin kursi pada Hyundai Creta ini menyempurnakan kesejukan itu.

Perhatian saya tertarik oleh detail kecil yang diperhatikan dengan saksama

Dashboar Hyundai Creta

Dashboard Hyundai Creta | Foto: Luthfi/Hipwee

Interior mobil ini megah berkat bangku yang dibungkus kulit dan fitur inovatif tambahan. Berukuran lebih compact untuk kelas SUV, Hyundai Creta didesain secara tepat guna. Muat hingga lima orang, mobil ini sangat memanjakan pengemudi maupun penumpang.

Di bagian dashboard, Hyundai Creta dilengkapi 10.25-inch Full TFT LCD Meter Cluster. Tampilan yang dihadirkan punya kesan modern, detail dan mudah dipahami. Indikator bahan bakar dilengkapi perkiraan jarak yang bisa ditempuh merupakan detail menarik.

Kemudian ada 8-inch Display Audio yang terintegrasi dengan smartphone, dan tepat di depan kursi penumpang terdapat glove box yang dilengkapi pendingin untuk minuman. Unik.

Geser ke bawah Display Audio, terdapat wireless smartphone charger dan dua slot USB tipe A 12V 180W. Untuk pencinta musik, audio yang ditawarkan Hyundai Creta mungkin tidak akan mengecewakan. Mobil ini dilengkapi delapan speaker dengan sistem audio Bose.

Nggak berhenti sampai di sana, Hyundai Creta juga punya armrest yang unik karena dilengkapi air purifier. Di bagian belakang armrest tersebut terdapat satu slot USB tipe A, satu slot penyimpanan smartphone, dan dua jendela AC.

Yup, jendela AC untuk area belakang Hyundai Creta diposisikan di bagian bawah karena pada bagian atas varian Prime terdapat Panoramic Sunroof yang menegaskan kesan mewah dan luas ketika dibuka.

Belum sempat mengagumi seluruh fitur dan interior Hyundai Creta yang saya tumpangi, rombongan tiba di Uluwatu. Di sana kami istirahat makan siang sambil bincang santai dengan pihak HMID. Hanya soal selera, ayam betutu kurang cocok dengan lidah saya.

COO HMID Makmur

COO HMID Makmur di sela di sela Creta Driving Day, Rabu (26/1) | dok. HMID

Nah, untuk performa dan sejumlah fitur yang sudah sempat kami coba dalam perjalanan dari bandara hingga Uluwatu, COO HMID Makmur mengatakan semuanya didesain khusus untuk pasar Indonesia. Hyundai Creta produksi HMID punya fitur yang berbeda dari produksi negara lain.

“Desainer kami mewujudkan kebutuhan masyarakat kita ke dalam desain dan fitur yang ada pada Hyundai Creta. Setiap aspek pada mobil ini didesain khusus untuk pasar Indonesia, dan fiturnya disesuaikan untuk kebutuhan masyarakat kita,” terang Makmur di sela Creta Driving Day, Rabu (26/1).

Setelah istirahat makan siang, kami akan menuju Pantai Pandawa lalu berlanjut ke Pantai Melasti untuk menikmati sunset sekaligus makan malam. Sebelum perjalanan dilanjutkan, Makmur menjelaskan fitur lain wajib coba, yaitu Hyundai SmartSense dan Hyundai Bluelink.

Bisa jadi wujud sempurna dari mobil masa depan yang aman, nyaman dan serba mudah

Aplikasi Hyundai Bluelink

Aplikasi Hyundai Creta | Foto: Luthfi/Hipwee

Hyundai Bluelink merupakan rangkaian layanan konektivitas terintegrasi yang dirancang khusus agar pengalaman berkendara semakin lebih aman, mudah, dan menyenangkan. Fitur ini bisa dimanfaatkan melalui dua tombol khusus di overhead console dan melalui aplikasi smartphone.

Tombol pertama berfungsi menyambungkan pemilik Hyundai Creta ke Call Center untuk layanan Roadside Assistance 24 jam. Dengan ini, jika pemilik mobil mengalami masalah di jalan akan diarahkan ke Hyundai Service Center terdekat atau jasa mobil derek.

Tombol kedua dilabeli SOS dan berfungsi untuk keadaan darurat 24 jam. Dengan menekan tombol ini, pemilik mobil bisa meminta bantuan apapun kepada call center. Bantuan yang dibutuhkan akan segera dikirimkan ke alamat tepat di mana tombol SOS ditekan.

Selain melalui dua tombol yang berada di overhead console tersebut, fitur keamanan dari Hyundai Bluelink lainnya adalah Auto Collision Notification yang secara otomatis akan memberi tahu call center jika terjadi kecelakaan dan airbag mengembang.

Hyundai Bluelink

Demonstrasi penggunaan Hyundai Bluelink melalui tombol di overhead console | Foto: Luthfi/Hipwee

Juga ada Stolen Vehicle Notification yang akan memberikan notifikasi via smartphone jika pintu mobil dibuka paksa, Stolen Vehicle Tracking, dan Stolen Vehicle Immobilization yang berfungsi bagi call center untuk mematikan mesin mobil sepenuhnya.

Fitur Hyundai Bluelink lain yang nggak kalah keren adalah Remote Function. Melalui fitur yang dapat diakses melalui aplikasi smartphone ini mesin mobil bisa dinyalakan atau dimatikan. Fitur ini juga dapat mengaktifkan AC hingga menyalakan lampu depan dan klakson dari jarak jauh.

Secara keseluruhan, Hyundai Bluelink bagi saya pribadi adalah wujud sempurna dari mobil masa depan yang aman, nyaman dan serba mudah. Ada lebih banyak lagi layanan yang ditawarkan fitur ini, seperti informasi kondisi mobil, notifikasi kecepatan, hingga valet mode.

Hyundai Creta mampu menaklukkan medan bergelombang, berliku, dan menanjak menuju Kintamani tanpa kerepotan

Rombongan Hyundai Creta di Bali

Creta Driving Day, Bali | dok. HMID

Hari kedua di Pulau Dewata kami berkendara ke Kintamani. Perjalanan ini jadi momentum pembuktian lebih jauh kualitas Hyundai Creta, karena medan yang akan kami lalui sangat dinamis. Melintasi jalanan sibuk dan berliku, saya tidak bisa tidak mengagumi fitur Hyundai SmartSense.

Hyundai SmartSense merupakan satu set teknologi keselamatan yang aktif memantau kondisi lalu lintas. Setidaknya terdapat tujuh sensor yang secara aktif bekerja untuk sewaktu-waktu memperingatkan pengemudi jika ada potensi bahaya, salah satunya Forward Collision-avoidance Assist.

Fitur tersebut akan memperingatkan pengemudi ketika sistem mendeteksi risiko benturan dari arah depan, seperti ketika kendaraan di depan berhenti mendadak. Jika risiko benturan terus meningkat setelah peringatan, maka sistem secara otomatis akan melakukan pengeraman darurat.

Selain itu ada fitur Lane Following Assist yang akan menjaga kendaraan tetap berada dalam jalur, Lane Keeping Assist yang akan memperingatkan pengemudi jika keluar jalur tanpa menyalakan lampu sein, serta Hill-start Assist Control yang mampu mencegah rollback tidak disengaja.

Juga ada Blind-spot Collision-avoidance Assist yang akan menyalakan lampu LED pada spion jika ada kendaraan di area blind-spot, Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist, hingga Rear View Monitor untuk memonitor area belakang mobil saat mundur.

Tampak depan Hyundai Creta

Creta Driving Day, Bali  | Foto: Luthfi/Hipwee

Seperti dijelaskan oleh Makmur, semua fitur pada Hyundai Creta ini adalah untuk kebutuhan jalanan Indonesia. Dan Hyundai SmartSense menurut saya akan sangat berguna di jalanan Indonesia yang punya bermacam risiko karena nggak bisa dibilang pernah sepi kendaraan.

Soal performa, Hyundai Creta mampu menaklukkan medan bergelombang, berliku, dan menanjak menuju Kintamani tanpa kerepotan. Rekan saya menggunakan mode Sport sejak jalanan yang datar mulai menanjak, dan memuji suspensi saat memasuki jalan bergelombang.

Sepanjang perjalanan menuju Kintamani, di kiri dan kanan jalan dingin sehabis hujan membayang. Sejumlah warga terlihat tengah menghaturkan canang.

Menumpangi Hyundai Creta serasa berkendara sendirian di jalanan yang kosong

Hyundai Creta

Creta Driving Day, Bali | dok. HMID

Satu hal yang hampir tidak saya sadari adalah mobil ini ternyata senyap. Saya baru menyadari hal tersebut sesaat setelah hujan yang sangat deras mengguyur awal perjalanan kami menuju Kintamani. Hujan tersebut menyadarkan saya kalau suara dari luar bisa terdengar dari dalam kabin.

Sepanjang hari pertama ketenteram dalam kabin yang saya rasakan seperti sebuah kewajaran saja. Fakta kalau di luar kendaraan lain berlalu lalang hampir tidak saya sadari, karena tidak ada kebisingan berarti yang merambat dari celah manapun pada mobil ini.

Heri mengatakan, kesenyapan yang bikin saya merasa berkendara sendirian di jalanan yang kosong itu dimungkinkan berkat beberapa komponen peredam kebisingan.

Untuk meredam suara dari mesin, Heri menjelaskan Hyundai Creta punya semacam peredam di bagian area dashboard. Sementara untuk kebisingan dari roda yang melaju, Heri menjelaskan terdapat sejenis foam yang dipasang di area suspensi.

“Aspek quietness Hyundai Creta dari engine noise jauh lebih baik dibanding kompetitor. Untuk road tire noise juga jauh lebih senyap dibanding kompetitor, karena di bagian suspensi ada foam yang akan meredam kebisingan ketika ban bergesekan dengan jalan,” terang Heri.

Futuristik tetapi tidak menargetkan pasar spesifik

Tampak belakang Hyundai Creta

Tampak belakang Hyundai Creta dengan profil lampu menyerupai bumerang | Foto: Luthfi/Hipwee

Dengan semua keunggulan teknologi dan banderol harga yang sangat kompetitif, saya penasaran mengenai target pasar Hyundai Creta. Namun, Head of Marketing HMID Astrid Ariani mengatakan tidak ada target pasar yang spesifik.

Di sini Astrid mengatakan bahwa Hyundai Creta ingin menjadi pemimpin kelas SUV dengan menggandeng current and future customer. Untuk itu ada banyak aktivasi yang telah dilakukan, seperti berkolaborasi dengan BTS untuk memperkenalkan merek Hyundai kepada future customer.

“Hyundai Creta melihat current and future customer. (Kami pun mencoba) dekat dengan generasi muda, seperti dengan melakukan kolaborasi bersama BTS. Kami mempersiapkan basis pendengar BTS yang saat ini masih muda untuk kenal dan mau membeli produk kami di masa depan,” jelas Astrid.

Head of Marketing HMID

Head of Marketing HMID Astrid Ariani | Foto: Luthfi/Hipwee

Meski tidak merujuk kepada satu kelompok tertentu sebagai target pasar, Hyundai Creta garapan HMID punya awal yang gemilang. Sejak diperkenalkan pada November 2021 hingga akhir Januari 2022, lebih dari 1.700 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sudah tercatat.

Hal tersebut bisa disebut prestasi. Pasalnya, hingga saat ini Hyundai Creta belum tersedia untuk test-drive dan belum dipajang di dealer. Makmur mengatakan hal ini merupakan bukti kalau masyarakat Indonesia mempercayai produk pertama Hyundai yang diproduksi HMID.

“Dengan kondisi tidak ada test-drive dan tidak ada display di dealer, sampai akhir Januari 2022 ini booking sudah lebih dari 1.700 unit. Ini merupakan bukti masyarakat kita percaya akan produk pertama yang Hyundai produksi di Indonesia,” ujarnya.

Bagi yang berminat menjajal Hyundai Creta, mobil ini direncakanan akan hadir di berbagai dealer-dealer mulai awal Februari 2022. Akan ada banyak penawaran menarik bagi calon pembeli mulai dari gratis biaya jasa perawatan selama 5 tahun hingga New Creta Replacement Guarantee.

Danau Batur Kintamani

Pemandangan Danau Batur Kintamani | Foto: Luthfi/Hipwee

Menjelajahi Pulau Dewata sejauh lebih 200km menggunakan Hyundai Creta meninggalkan kesan berkendara yang sangat baik bagi saya. Nggak perlu menjadi pencinta dunia otomotif untuk menemukan kenyamanan dan keunggulan yang ditawarkan mobil ini.

Kintamani menutup perjalanan kami. Sebelum meninggalkan tempat itu, saya mengambil beberapa foto Danau Batur yang tersohor. Langit yang masih mendung jadi payung perjalanan kami menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

CLOSE