Beberapa dari kamu mungkin seringkali menyaksikan linimasa sosmed dipenuhi dengan rekomendasi video ‘memuaskan’ yang menunjukkan bagaimana seseorang memencet jerawat, komedo dan pembersihan telinga. Entah mengapa video semacam ini punya angka penonton yang sungguh fantastis.

Pengguna internet pun secara tidak langsung terbagi menjadi dua. Satu adalah mereka yang hobi banget menonton video ini, lalu yang kedua adalah mereka yang nggak mengerti kenapa ada saja orang yang membagikan dan mengunggah video semacam ini. Kali ini Hipwee News & Feature akan membantumu memahami fenomena kekinian ini dari sudut pandang keilmuwan yang logis. Yuk simak!

Video pencet komedo atau sering disebut pimple popping yang populer di internet ini punya jumlah pemirsa yang bener-bener banyak

Dokter cantik ini jadi spesialis mengangkat jerawat-jerawat ekstrem via www.cosmopolitan.com

Advertisement

Kalau kamu aktif dalam situs berbagi video di Youtube atau Instagram, kamu nggak akan asing dengan akun Dr. Pimple Popper. Akun tersebut dikelola oleh seorang dokter kulit yang memang seringkali menangani pasien dengan keluhan aneh-aneh seperti jerawat menahun, komedo di telinga, hingga jerawat di punggung. Dr Sandra Lee adalah sosok dibalik akun tersebut yang sering banget membagikan pengalamannya dalam menangani pasiennya. Ia merekam kegiatannya dan nggak tanggung-tanggung buat menampilkan aksi pencet jerawat dan komedo dari jarak extreme close up alias sangat dekat. Bukannya dibenci dan jadi bulan-bulanan warganet, akun Dr. Pimple Popper justru sudah mengantongi 3,3 juta subscriber dan videonya sudah ditonton 1 miliar kali.

Awalnya kita mungkin nggak akan percaya dan kaget dengan fakta betapa joroknya hobi orang-orang yang menghabiskan awaktunya buat menonton video semacam ini. Tapi nyatanya hingga saat ini video serupa masih bertebaran, dibagikan, dan disukai miliaran orang di seluruh dunia.

Menjijikan memang, tapi apa yang ada di video adalah pengalaman orang lain Sehingga kita pun merasa ‘aman’ dan bisa menghadapinya

Cabut komedo, lega banget keangkat semua komedonya! via hilight.kapook.com

Sebenernya ada penjelasan psikologis yang benar-benar masuk akal dari pertanyaan mengapa kita nggak bisa mengabaikan begitu saja video-video tersebut. Apa yang kita lihat di layar gawai adalah hasil pengalaman oranglain yang mungkin selama ini bikin kita penasaran. Pencet jerawat dan komedo di wajah kita sendiri kadang memang bikin kita lega, tapi kita merasakan sakit dan ribetnya juga. Sedangkan menyimak sebuah pengalaman orang lain memang lebih minim resiko. Apalagi yang kita lihat adalah sebuah rekaman visual, kalau nggak kuat dan bosan tinggal stop aja videonya. Dengan kata lain kita punya kontrol penuh saat menontonnya, jadi posisi kita pun ‘aman’.

Advertisement

“Saya rasa ini seperti merasakan pengalaman dengan cara yang aman. Menjijikan memang, tapi itu bukanlah pengalaman anda, itu adalah sesuatu yang bisa anda matikan dan anda memiliki kewenangan untuk mengabaikannya.” Alexander Skolnick seorang psikolog dari Saint Joseph’s University

Logika ini bisa diibaratkan dengan orang yang suka menonton film horor dan naik roller coaster. Ngeri tapi seru!

Uwh gemes banget pengen pencet! via www.bellybelly.com.au

Kalau rasanya masih sulit dimengerti, ibaratkan saja fenomena ini layaknya menonton film horor dan menaiki wahana berbahaya seperti roller coaster. Banyak orang yang hobi menonton film horor, padahal jika menghadapi pengalaman spiritual layaknya di film, mereka akan takut. Mereka merasa senang dengan sensasi ketakutan dan kekagetan dalam horor, dan justru menikmatinya. Sama halnya dengan naik wahana berbahaya, sudah tahu berbahaya tapi hobi banget menantang adrenalin.

Begitu juga dengan menonton video menjijikan. Sudah tau menjijikan dan bikin merinding, tapi tetap saja penasaran dan ditonton berkali-kali. Euphoria dan rangsangan kehebohan yang sama terjadi di otak kita.

Sesuatu yang menjijikan itu seringnya bikin penasaran. Kalau nggak ikutan menonton, kamu takut jadi nggak update

Jadi penasaran nih setelah diangkat jerawatnya, gimana ya? via hilight.kapook.com

Video yang beredar di linimasamu mungkin telah ditonton jutaan kali dan dibagikan ribuan kali oleh pengguna sosmed lain. Sehingga video semacam ini pun bisa termasuk dalam kategori viral. Sementara, kamu nggak ingin melewatkan sesuatu yang viral. Ada semacam gejala psikologis bernama FOMO (Fear of Missing Out), gejala ini banyak terjadi pada generasi milenial dan gen Z. Mereka nggak ingin melewatkan sesuatu yang sedang banyak dibicarakan orang lain, rasa takut terkucilkan kalau sehari saja nggak buka akun sosmed rasanya sudah kayak hidup di dalam goa. Nah bentuk ketertarikan menonton video ini adalah variasi dari gejala FOMO. Hal ini terjadi berulang kali setiap hari sampai alam bawah sadarmu sudah ada dalam kesimpulan; video pencet komedo ini harus ditonton.

Meski begitu, semua bisa dijelaskan dengan ilmu sains. Ada kelenjar dopamin yang berperan di dalamnya

Kelenjar Dopamin via bacaan-hari.blogspot.com

Ngomongin soal pencet jerawatnya, ternyata otak kita punya reaksi tertentu. Dikutip melaui Bustle, Dr. Sandra Lee a.k.a Dr. Pimple Popper pernah mengatakan kalau sebenarnya ketika memencet jerawat kita sendiri, otak kita mengeluarkan kelenjar dopamin. Kelenjar ini menyebabkan sensasi semacam kegembiraan dan perasaan puas atau happy-feel-good neurotransmitter. Namun ada kecemasan sebelum memencet jerawat sendiri, yang kemudian dibayar dengan kelegaan setelah melakukannya.

Sedangkan kalau menonton video serupa yang dialami orang lain, kecemasan tidak akan membayangi kita. Tapi kelegaan tetap akan muncul. Itulah kenapa kita suka banget nonton versi lain pencet jerawat dan komedo meski terlihat menjijikan.

Kembali lagi pada diri kita masing-masing, memang ada yang hobi banget melihat video pencet-pencet jerawat dan komedo. Ada juga yang merasa sangat terganggu dengan video tersebut. Sama hal nya dengan orang-orang yang memilih menyukai film horor dan nggak mau nonton karena takut. Yang jelas masing-masing orang pasti punya alasan tersendiri. Makanya jangan heran lagi kalau ada video viral menjijikan yang terus-terusan muncul di beranda dan linimasa sosmedmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya