Misteri Perkebunan Tebu Milik Orang Belanda. Diliputi Isu Pesugihan, Warga Alami Banyak Kejadian~

misteri perkebunan tebu

*Kamis Mistis kembali menyapa kamu. Edisi kali ini menceritakan perkebunan tebu yang terletak di salah satu kota di Indonesia. Konon, perkebunan milik orang Belanda ini menyimpan beragam misteri yang kerap bikin orang di sekitarnya merasa ngeri. Demi kenyamanan dan privasi, nama dan kota sengaja disamarkan.

Kabar soal kematian Pak Norman langsung jadi buah bibir orang-orang sekampung ketika Retno pulang ke tanah kelahiran. Kematian anak dari Ketua RT itu sontak menyita perhatian. Keganjilan yang selama ini diam-diam dibicarakan orang mulai mencuat, yaitu bahwa kematian Pak Norman berkaitan dengan perkebunan tebu milik orang Belanda.

Di sebuah kota, di ujung selatan Pulau Jawa terdapat perkebunan tebu yang berada di sebelah barat rumah Retno. Sebelum menuju jalan beraspal, Retno dan tetangganya harus melewati perkebunan itu. Meski terbilang nggak luas, perkebunan itu dikelilingi kebun-kebun kecil milik warga. Kondisi itu menciptakan suasana mencekam, terutama saat malam tiba. Sejak Retno kecil, isu soal pesugihan kencang berhembus di perkebunan tersebut.

Desas-desus soal ‘penunggu’ yang menjaga perkebunan tebu santer terdengar. Katanya banyak yang kena sial

Penampakan hantu di perkebunan tebu | Photo by Monstera on Pexels

Masih lekat dalam ingatan Retno, beberapa kali ia melihat orang Belanda dan anak keturunannya menyambangi perkebunan itu. Dengan mobil lawas yang sering dinaiki orang-orang kompeni pada jaman dulu, sang pemilik menengok lahan miliknya. Tak banyak orang yang  tahu asal-usul orang Belanda itu. Namun, menurut kabar yang beredar, ia telah menetap di Indonesia bersama keluarga asli yang dibawa dari Belanda pada masa penjajahan.

Perkebunan itu pun jadi jejak penjajahan Belanda pada masanya. Sampai detik ini, perkebunan ini juga jadi sumber mata pencaharian sebagian warga. Pasalnya, warga yang kebanyakan berprofesi sebagai petani dan buruh tani kerap bekerja di sana saat musim tanam dan musim panen tiba.

Bertahun-tahun ‘hidup’ dekat dengan perkebunan itu, warga sekitar menyakini adanya penunggu. Bukan satpam ya, tapi penunggu tak kasat mata yang dipercayai untuk menjaga sesuatu, seperti ladang, kebun, atau lahan. Di tengah kuatnya keyakinan pada hal-hal mistis dan gaib, kehadiran ‘penunggu’ memang masih dipercaya sampai sekarang, termasuk oleh tetangga-tetangga Retno.

Tak sedikit warga, terutama yang tidak tinggal di sekitar perkebunan itu, takut  dengan penunggu yang disebut-sebut. Setiap kali ada orang yang berniat jahat, si penunggu pasti berbuat jahil. Beredar kabar, seorang warga dari desa lain pernah mengambil tebu tanpa izin. Dalam perjalanan pulang, warga tersebut berkali-kali kena sial. Mulai dari ban motor bocor, dompet hilang, sampai tebu yang dicurinya ternyata nggak enak sama sekali.

Kejadian seperti ini cukup sering terjadi. Hal inilah yang membuat orang-orang mulai mengaitkannya dengan si penunggu yang menjaga perkebunan tebu tersebut.

Jalan perkebunan yang paling dihindari saat malam hari. Banyak orang jadi ‘korban’ penampakan makhluk-makhluk halus

Takut melihat penampakan hantu | Photo by Nothing Ahead on Pexels

Bukan cuma satu, orang-orang menyakini banyak penunggu di perkebunan tebu itu. Sebenarnya, warga sih nggak masalah. Apalagi, kalau penunggu itu memang menjaga perkebunan tebu dari orang-orang yang berniat jahat. Namun, orang percaya kalau beberapa penunggu memang jahil.

Buktinya, terkadang orang-orang menjadi korban ketika melewati perkebunan itu, khususnya saat malam hari. Biasanya, warga dari gang sebelah atau desa lain yang menerima kejahilan ini. Suatu hari, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak tengah menaiki motor. Malam itu, sekitar pukul 22.00 WIB, mereka pulang dari mengunjungi sanak famili.

Untuk pulang ke rumah, mereka harus melewati jalan perkebunan tebu. Semula perjalanan baik-baik saja meski jalan gelap tanpa lampu penerang di sekitarnya. Nah
. dari kejauhan, keluarga itu melihat sosok perempuan di pinggir jalan. Duduk di bawah lampu jalan sebuah rumah yang temaram, sosok itu tak terlihat jelas.

Semakin lama, motor yang ditumpangi keluarga itu pun mendekat ke sosok tersebut. Setelah bisa melihat dengan lebih jelas, semua anggota keluarga langsung panik. Soalnya, sosok itu adalah seorang nenek yang sudah beberapa hari meninggal dunia. Mendiang nenek itu tinggal di rumah tersebut.

Saking kaget dan takutnya, sang suami sampai tidak bisa mengendarai motor dengan baik. Mereka pun jatuh ke selokan.

Selain penampakan nenek, kadang muncul juga penampakan ular besar yang tiba-tiba melintas, lelaki tua yang berlari mengikuti setiap orang yang melewati perkebunan, sampai bayangan putih menjulang tinggi. Semua penampakan ganjil itu dianggap kebanyakan orang sebagai keusilan penunggu perkebunan.

Muncul omongan “Jangan jadi penjaga perkebunan, nanti jatuh sakit atau keluargamu meninggal”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini