Setara Presiden, Mobil Tesla Milik Deddy Corbuzier Bebas dari Aturan Ganjil Genap di Jakarta. Gokil!

Mobil Tesla bebas ganjil genap

Kemacetan di Jakarta seolah nggak ada habisnya. Setiap hari banyak banget motor dan mobil yang berlalu-lalang di jalan raya. Polusi udara yang keluar dari knalpot kendaraan pun nggak terelakkan lagi. Selain itu, penduduk Jakarta terpaksa harus membuang waktu berjam-jam di jalanan akibat macet. Karena itulah pemerintah melakukan segala cara untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Advertisement

Selama tiga tahun terakhir, muncul peraturan ganjil genap untuk membatasi jumlah kendaraan di jalan raya. Peraturan itu berlaku untuk seluruh kendaraan dengan sedikit perkecualian khusus. Namun sejak ada mobil Tesla, peraturan itu berubah.

Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, sejak tahun 2016 pemerintah menerapkan aturan ganjil genap bagi seluruh pengendara mobil. Hanya ada sedikit perkecualian, contohnya mobil milik presiden

Kemacetan di Jakarta via www.insidejakarta.com

Saat tanggal-tanggal genap, hanya mobil berplat nomor genap yang boleh berada di jalanan Jakarta. Begitu juga sebaliknya. Peraturan itu berlaku setiap Senin hingga Jumat (kecuali hari libur nasional), pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-21.00 WIB. Ada 25 ruas jalan di DKI Jakarta yang menerapkan peraturan tersebut. Jika melanggar, maka pengendara akan didenda Rp500.000. Seluruh pengendara mobil wajib menaatinya kecuali sejumlah perkecualian seperti presiden, wakil presiden, sederet pejabat penting, dan petugas ambulans serta pemadam kebakaran.

Namun sekarang, peraturan itu berubah dengan hadirnya mobil Tesla di Indonesia. Mobil listrik ramah lingkungan ini dibebaskan dari aturan ganjil genap

Mobil Tesla model 3 via otomotif.kompas.com

Sekarang nggak hanya presiden dan sejumlah perkecualian lain yang bebas dari aturan ganjil genap. Siapapun bisa bebas juga asalkan punya mobil Tesla. Kendaraan yang berasal dari Amerika Serikat ini nggak menggunakan BBM, tetapi menggunakan tenaga listrik. Jadi lebih ramah lingkungan karena nggak mengeluarkan asap knalpot. Tentunya lebih hemat juga, sebab hanya dibutuhkan listrik senilai 70 ribuan rupiah bagi Tesla model 3 untuk berjalan sejauh 400 kilometer. Sedangkan untuk mobil jenis lain, jarak yang sama harus ditempuh dengan BBM seharga hampir 400 ribu rupiah.

Advertisement

Tertarik memiliki mobil Tesla? Siapkan dana miliaran rupiah! Pasalnya, mobil ini dilengkapi teknologi supercanggih, bahkan sangat aman karena antipeluru

Mobil Tesla yang sangat canggih via otomotif.kompas.com

Dilansir dari CNBC, mobil Tesla disebut sebagai mobil teraman di dunia jika terjadi tabrakan dari depan. Sebab mobil listrik ini bisa melakukan pengereman sendiri dan nggak mempunyai mesin, jadi dijamin nggak akan meledak. Tesla bahkan dilengkapi lapisan antipeluru. Nggak hanya itu, Tesla juga mempunyai berbagai fitur canggih seperti fitur autopilot, sensor ultrasonic, delapan kamera surround, dan penggerak all wheel drive (4WD). Nggak heran kalau harganya sangat mahal, lebih dari 1 miliar rupiah untuk satu mobil! Hanya orang-orang tertentu yang bisa beli.

Di Indonesia, orang pertama yang memiliki mobil Tesla model 3 adalah Deddy Corbuzier. Disusul oleh Raffi Ahmad, Dian Sastro, serta sejumlah artis dan pejabat lainnya

Deddy Corbuzier dan mobil Tesla miliknya via www.instagram.com

Beberapa hari lalu, Deddy Corbuzier mengunggah fotonya melalui Instagram saat dia berada di depan mobil Tesla model 3. Ternyata pembawa acara Hitam Putih ini udah mengincar dan memesannya sejak lama. Setelah Deddy, Raffi Ahmad dan Dian Sastro juga ikut memesan. Mereka semua tergiur oleh kecanggihan, kemewahan, dan kebebasan yang dimiliki Tesla. Sejak diperkenalkan pada Agustus silam, mobil Tesla model 3 sudah laku sebanyak 10 unit.

Kalau banyak orang naik mobil Tesla, berarti jalanan Jakarta bakal lebih macet lagi dong? Jokowi menilai, sebetulnya ada insentif yang lebih baik seperti menggratiskan parkir

Advertisement

Isinya mobil semua. via money.kompas.com

Walaupun segmen pembeli Tesla kurang luas, diperkirakan pembelinya bakal meningkat di masa depan. Padahal semakin banyak yang beli, berarti semakin banyak pula orang yang bebas dari peraturan ganjil genap. Gimana dong nanti kalau Jakarta macet lagi? Presiden Jokowi memang udah menyetujui peraturan khusus tentang Tesla. Namun seperti dilansir dari Kompas, Jokowi menilai ada insentif yang lebih baik daripada membebaskan mobil listrik dari peraturan ganjil genap. Alternatif lainnya adalah menggratiskan parkir, menggratiskan balik nama, dan memberi subsidi saat pembelian.

Gimana menurutmu, apakah setuju kalau mobil listrik seperti Tesla diberi kebebasan dari peraturan ganjil genap? Atau sebaiknya peraturan itu berlaku untuk semua mobil tanpa perkecualian?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Senois.

CLOSE