Beberapa bulan lalu, kita dihebohkan dengan rencana seorang ilmuwan Rusia, Igor Ashurbeyli, untuk menciptakan negara luar angkasa. Ashurbeyli menawarkan konsep negara damai dan bebas dari hukum yang mengikat seperti di bumi. Awalnya banyak yang menganggap rencana ini cuma ambisi berlebihan ilmuwan sekaligus pengusaha itu yang rasanya tak mungkin benar-benar diwujudkan. Tapi kenyataannya, Minggu (12/11) kemarin, Asgardia resmi diluncurkan ke luar angkasa!

Tapi sebelum membahasnya lebih jauh, kamu perlu meluruskan pikiranmu dulu nih. Negara Asgardia ini negara virtual yang mana penduduknya nggak perlu menginjakkan kaki dari bumi. Sebagai gantinya, negara ini menyimpan seluruh data penduduk di luar angkasa, mulai dari foto diri, data pribadi, termasuk seluruh informasi soal negara itu, seperti bendera, konstitusi, dan lain-lain. Nah gimana ya peluncurannya kemarin? Simak deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

Satelit bernama Asgardia-1 dilaporkan meninggalkan bumi pada 12 November 2017 kemarin

Satelit Asgardia-1 via asgardia.space

Advertisement

Satelit Asgardia-1 yang besarnya cuma seukur roti itu meluncur melalui fasilitas peluncuran Wallops milik NASA di Virginia, lebih tepatnya di atas pesawat Cygnus di orbit roket ATK Antares. Dilansir CNN, satelit ini membawa 0,5 Terabyte data milik penduduk yang sudah mendaftar. Tak cuma itu, ada juga data tentang negara Asgardia sendiri, seperti dasar proyek, simbol nasional, dan konstitusi bangsa.

Pesawat Cygnus yang membawa satelit ‘roti’ itu mendarat di International Space Station (ISS) dua hari kemudian, yakni Selasa (14/11). Cygnus terlebih dulu melakukan misi utamanya yaitu mengirim barang-barang kebutuhan astronot di sana, sebelum kurang lebih sebulan ia akan terbang kembali melepas satelit Asgardia-1 ke orbitnya.

Peluncuran ini sempat ditunda lantaran ada berbagai masalah terkait sistem politik, penggunaan bahasa, dan lain-lain

Peluncurannya sempat ditunda via edition.cnn.com

Awalnya satelit Asgardia-1 akan diluncurkan September lalu, tapi terpaksa ditunda karena ada beberapa masalah yang menghalangi ide tersebut. Penduduk Asgardia diprediksi akan memakai berbagai bahasa dan sistem politik berbeda, yang mana justru akan menyebabkan kerusuhan politik. Dari 500-an ribu pendaftar aja kenyataannya hanya segelintir yang menyetujui konstitusi dan diberi kewarganegaraan. PBB juga belum mengakui Asgardia sebagai negara sih. Lah gimana, wong ini cuma negara virtual yang nggak bisa ditinggali secara fisik.

Seniman asal Hong Kong, Rayven Sin, termasuk salah satu orang yang mendaftar jadi warga negara Asgardia

Penduduk yang terdaftar paling banyak dari Turki via www.businessinsider.sg

Advertisement

Rencana gila Ashurbeyli ini rupanya dilirik seniman asal Hong Kong, Rayven Sin. Ia menilai dengan menjadi penduduk negara itu, ia jadi punya kesempatan lebih luas untuk berekspresi. Menurutnya sudah selayaknya kita meninggalkan masyarakat yang penuh dengan konflik ini. Lebih lanjut, ia mengharapkan sebuah kedamaian dan keleluasaan memilih sesuatu, tanpa dibatasi aturan-aturan rumit layaknya di bumi.

Kabarnya Asgardia tak cuma jadi negara berbasis di luar angkasa saja, tapi juga bisa jadi pelindung bumi dari ancaman benda-benda angkasa seperti asteroid atau sampah luar angkasa. Gimana guys, apakah ada dari kalian yang masih menganggap ini omong kosong, meski sudah diluncurkan?

Advertisement