Menilik 5 Negara yang Disebut Punya Pendidikan Terbaik di Dunia, Ada yang Punya Pelajaran Empati

Negara pendidikan terbaik

Sudah puaskah kamu dengan sistem pendidikan di Indonesia? Mungkin bakal banyak yang menjawab belum. Dari kurikulum yang sering ganti tergantung menterinya siapa sampai kisruhnya penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, harus diakui masih banyak masalah dalam sistem pendidikan negeri ini. Nah, kalau sistem pendidikan di negara lain memang gimana sih? Yuk kita lihat negara-negara yang disebut memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

Advertisement

Bukan berarti sistem pendidikan di luar negeri itu selalu lebih baik daripada Indonesia lo, karena pastinya tiap negara punya masalahnya masing-masing. Biar lebih paham aja kenapa pendidikan di negara-negara di bawah ini dikategorikan sebagai yang terbaik. Ada Finlandia, Korea Selatan, Denmark, Hong Kong, dan Norwegia. Peringkat ini dibuat berdasarkan prediksi New Jersey Minority Educational Development tentang sistem pendidikan terbaik pada 2020. Ada berbagai tolak ukur yang digunakan, mulai dari tingkat pendidikan di masyarakat sampai jumlah perbandingan siswa dan guru. Berikut ini daftarnya~

1. Finlandia disebut-sebut mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia. Padahal sekolahnya hanya 5 jam per hari dan nggak ada Ujian Nasional!

Sekolah di Finlandia via www.bloomberg.com

Agar mentalnya lebih siap, anak-anak di Finlandia baru masuk sekolah saat berusia 7 tahun. Cara belajar mereka juga tergolong unik. Setelah belajar selama 45 menit, mereka berhak mendapat istirahat selama 15 menit. Itu dilakukan agar otaknya bisa istirahat dan fokus lagi. Yang nggak kalah asyik, anak SD di Finlandia hanya bersekolah selama 5 jam dalam sehari! Sedangkan siswa SMP dan SMA mengikuti sistem seperti di bangku kuliah sehingga bisa memilih pelajaran favoritnya.

Pemerintah juga sangat memerhatikan para tenaga pendidik. Guru-guru di Finlandia mendapat gaji dua kali lipat dibandingkan guru di Amerika Serikat. Mereka juga dibiayai pemerintah untuk meraih gelar master. Karena kualitasnya sudah terjamin, guru dianggap paling tahu cara mengevaluasi murid-muridnya. Jadi nggak perlu ada Ujian Nasional! Walaupun begitu, anak-anak sekolah di Finlandia tetap pintar. Tingkat pendidikannya juga merata karena pemerintah menggratiskan semua biaya sekolah.

Advertisement

2. Sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan yang tinggi, Denmark mempunyai sistem pendidikan yang cenderung bebas. Para siswa juga mendapat pelajaran empati

Kelas di Denmark via naijamode.com

Denmark adalah salah satu negara paling bahagia di dunia. Dari segi pendidikan, pihak sekolah nggak memberi tekanan yang berat. Pembelajaran saat SD justru digabung dengan aktivitas bermain. Nilai ujian dan ranking juga nggak dijadikan tujuan utama. Sebab, orang-orang Denmark berpikir kalau menikmati proses belajar itu penting. Keunikan lainnya adalah ada pelajaran empati untuk murid selama satu jam setiap minggu. Mereka diajak untuk membahas masalah dan mencari solusinya bersama dalam suasana yang santai. Menarik ya! Pelajar di Denmark jadi mempunyai kepintaran otak dan mental sekaligus.

3. Kepintaran dan ketekunan siswa Korea Selatan sudah terkenal di mana-mana. Demi pendidikan, mereka rela belajar di sekolah sampai menjelang tengah malam

Siswa Korea Selatan via aminoapps.com

Siswa Korea Selatan mempunyai kemampuan matematika, science, dan tingkat literasi yang lebih tinggi dari siswa manapun di dunia. Dari mana kepintaran itu berasal? Tentu dari ketekunan dan kerja keras untuk belajar setiap hari. Sejak dulu, orang-orang Korea Selatan memang terobsesi dengan pendidikan. Mereka menganggap pendidikan bisa mengubah kehidupan jadi lebih baik. Jadi ujian masuk universitas dianggap sebagai kesempatan hidup dan mati. Sebab, universitas yang bagus bisa mengantarkan mereka pada pekerjaan bergengsi.

Untuk menghadapi ujian universitas yang sangat penting, siswa Korea Selatan rela hanya tidur 4-5 jam per hari. Mereka belajar di sekolah dari pagi hingga pukul 3 sore. Setelah itu, mereka belajar secara mandiri di sekolah hingga menjelang tengah malam. Banyak pula yang memilih untuk belajar di hagwon atau tempat les. Demi mendapat tempat les terbaik, mereka rela membayar sebanyak apa pun! Semua pengorbanan itulah yang membuat siswa Korea Selatan menjadi sangat pintar. Tetapi, tekanannya juga tinggi sehingga banyak yang mengalami stres.

Advertisement

4. Sistem pendidikan di Hong Kong mengutamakan kualitas pengajar dan kompetitif. Mereka juga terpengaruh sistem Inggris karena pernah dijajah negara tersebut

Sekolah internasional di Hong Kong via www.la-salle.edu.hk

Biasanya anak-anak di Hong Kong mulai bersekolah pada usia 3 tahun di preschool. Setelah itu mereka akan melanjutkan TK. Kalau sudah SD, siswa bakal didorong buat menguasai bahasa Cina dan Inggris sekaligus. Sistem pendidikan Hong Kong memang terpengaruh sistem Inggris karena pernah dijajah oleh negara tersebut. Hong Kong juga mempunyai sekolah bertaraf internasional dengan kualitas yang bagus. Apalagi mereka mengutamakan kualitas tenaga pengajar. Selain akademis, para siswa juga diajari kemampuan interpersonal dan keahlian praktik supaya terbiasa kalau sudah bekerja.

5. Sistem pendidikan di Norwegia nggak berbeda jauh dengan negara lain di Eropa. Yang bikin spesial, mereka sangat memerhatikan perkembangan kepribadian siswa

Suasana di Norwegia via www.ffhillcrest.org

Bagi tenaga pendidik di Norwegia, perkembangan kepribadian siswa menjadi perhatian utama. Setiap siswa diperlakukan dengan baik, dihargai bakat dan minatnya, lalu dipersiapkan untuk hidup mandiri. Ukuran keberhasilan di Norwegia nggak muluk-muluk sehingga bisa diraih dengan usaha yang realistis dan terukur. Nggak heran kalau tingkat kepuasan hidup penduduknya cukup tinggi sehingga Norwegia menjadi salah satu negara paling bahagia di dunia. Apalagi pendidikan berkualitas baik diberikan pada setiap orang tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, dan wilayahnya.

Itulah negara-negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Keren ya! Sebagian sistem itu sangat berbeda dengan Indonesia, kemungkinan besar juga tidak bisa diaplikasikan sepenuhnya di Indonesia. Tetapi ada beberapa poin penting seperti yang bisa diambil dari tiap negara untuk jadi pembelajaran.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE