10 Hal Mengejutkan di Balik Kemegahan Candi Borobudur yang Harus Kamu Tahu

Selamat Hari Raya Waisak 2024!

Advertisement

Hari Raya Waisak di Indonesia tentu saja tidak bisa dilepaskan dari perayaan di candi Buddha terbesar di negeri ini, Borobudur. Selain sebagai tempat ibadah penting bagi umat Buddha, Borobudur adalah salah satu situs warisan budaya paling terkenal di dunia, sebab bangunan ini merupakan bentuk keserasian estetika arsitektur Buddha di pulau Jawa. Dengan segala keistimewaannya tersebut, situs ini selalu jadi daftar wajib buat siapapun yang berkunjung ke Indonesia.

Bagi kita orang Indonesia, pastinya sudah sangat familiar dan mungkin telah berkali-kali mengunjungi Borobudur baik pas study tour atau liburan keluarga. Meski sudah tahu, yuk bareng Hipwee News & Feature gali lebih dalam pengetahuan kita tentang peninggalan sejarah berharga Indonesia ini.

1. Sir Thomas Raffles adalah orang yang pertamakali ‘memperkenalkan’ Borobudur kepada dunia pada tahun 1814. Candi ini mengalami 2 kali pemugaran besar oleh Indonesia dan UNESCO

Sir Thos. Stamford Raffles/Foto: Wikimedia via dr-david-harrison.com

Awal mulanya, Raffles mendengar berita tentang adanya benda purbakala di desa Borobudur, lantas ia menyuruh anak buahnya bernama H.C. Cornelius guna mencari kebenaran berita. Setelah Cornelius menemukannya lantas ia bersama beberapa prajuritnya membersihkan semua semak belukar yang menutupi candi. Raffles pun menuliskan peristiwa ini dalam bukunya.

Advertisement

2. Candi Borobudur ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO tahun 1991, arti nama Borobudur sendiri masih menjadi perdebatan para sejarawan

Raffles menuliskan Bore-Budur dalam bahasa Inggris yang mengacu pada desa Bore dan “Budur” yang berarti Purba dalam bahasa Jawa. Namun ada yang bilang bahwa Budur di situ berarti gunung. Selain Raffles, teori lain menyebutkan bahwa nama Borobudur diambil dari istilah Sambharabudhara yang berarti gunung yang memiliki teras-teras. Lain lagi halnya dengan etimologi penduduk setempat bahwa Borobudur adalah sebuah nama yang terpeleset dari ujaran ‘para-buddha’ menjadi “Borobudur”.

3. Jika ditarik garis lurus maka Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut letaknya sejajar, ketiga candi tersebut juga bercorak Buddha Mahayana

Memang kebetulan ketiga candi tersebut bercorak Buddha Mahayana yang menyebar ke Asia Timur. Bahkan mitosnya ada sebuah jalan lurus antara tiga candi tersebut yang sering digunakan pada zaman dahulu, akan tetapi penelitian yang dilakukan tidak menemukan bukti tersebut.

4. Seorang ilmuwan yakin Candi Borobudur dibangun di tengah danau purba menyerupai teratai yang tumbuh di permukaan air

Seorang ilmuwan mengatakan bahwa Candi Borobudur dibangun di tengah danau purba, menyerupai teratai yang biasa jadi simbol para Buddha. Walaupun sempat disangkal, pernyataan tersebut kembali menjadi bahan perbincangan tatkala seorang geolog berpendapat bahwa hal demikian bisa saja terjadi dengan beberapa alasan yang dijelaskannya.

Advertisement

5. Dibangun pada Wangsa Syailendra dan rampung pada tahun 825 M pada masa pemerintahan Raja Simaratungga

Konon Wangsa Syailendra yang membangun candi Borobudur berasal dari Kerajaan Sriwijaya di Sumatera yang awalnya beragama Hindu lalu beralih memeluk Buddha sampai kepada keturunan-keturunannya.

6. Foto pertama Candi Borobudur diambil pada 1873 oleh Isidore van Kinsbergen, seorang Belanda yang ahli di bidang tersebut

hipwee-foto pertama candi Borobudur - 1873 oleh isidore van kinsbergen

sumber: www.asia-pacific-photography.com

Seorang ahli di bidang engraving membuat potret pertama Candi Borobudur pada masa kedudukan Hindia Belanda di Nusantara. Borobudur pun menjadi semakin terkenal dan masyhur.

7. Bukan tanpa ancaman, bagian candi terbesar dunia ini pun sering dicuri terutama bagian kepala arca Budha karena harganya yang mahal

Ancaman akan kerusakan bangunan candi bukan hanya datang dari kondisi alam, melainkan beberapa kriminalitas dengan mencuri beberapa bagian candi terutama kepala arca Buddha yang dipenggal dengan cari mendorongnya sampai jatuh dan patah. Harganya yang tinggi jadi incaran para pencuri untuk dijual kepada para kolektor.

8. Tahun 1896, pemerintah Hindia Belanda menyerahkan beberapa bagian candi sebagai cendera mata Raja Thailand pada saat itu

Avalokiteshvara Srivijaya Art Chaiya via id.wikipedia.org

Pada saat Raja Thailand Chulalongkorn datang mengunjungi Borobudur, ia amat terpesona dengan kemegahan dan kegemilangan leluhur pulau Jawa. Pemerintah Kolonial akhirnya memberikan cendera mata berupa beberapa potongan arca dan patung yang sangat tak ternilai harganya.

9. Tahun 1980-an Candi Borobudur pernah mendapatkan serangan bom yang merusak setidaknya 9 stupa

Candi Borobudur pada masa pemerintahan Indonesia ternyata juga sering mendapat ancaman dan salah satunya sangat fatal. Seorang pemimpin radikal meledakan bom dan menghancurkan stupa hingga beberapa di antaranya hancur, sehingga gagal diselamatkan. Pada akhirnya pelaku ditahan dan dipenjara atas serangkaian ancaman bom.

10. Sebagian relik Candi Borobudur juga tersebar di 6 museum di beberapa negara dunia termasuk di Museum Louvre, Paris

Nggak cuma di museum-museum Indonesia saja ternyata kemasyurannya, banyak dari potongan bangunan candi meyebar ke banyak museum di dunia, seperti Museum Nasional Bangkok sampai Museum Louvre di Paris.

Kita patut bangga akan semua yang telah Indonesia miliki. Sebagai ungkapan rasa syukur, sudah seharusnya hal-hal di atas paling tidak kita ketahui. Nggak ada hal yang sia-sia dari sebuah pekerjaan, sebuah usaha untuk menolak lupa. Candi Borobudur bukan satu-satunya warisan leluhur, ada banyak sekali jejak peninggalan nenek moyang yang mungkin belum ditemukan atau malah terabaikan.

Cari panduan lengkap buat traveling? Mulai dari info destinasi sampai tips, dan akomodasi ada di sini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kertas...

CLOSE