7 Cara Orang Kaya Dunia Hadapi Virus Corona. Nggak Hanya Rajin Cuci Tangan & Social Distancing aja

Orang kaya hadapi virus corona

Merebaknya virus Corona atau Covid-19 menimbulkan beragam respon di masyarakat. Ada yang siaga cegah penyebarannya dengan lakukan social distancing dan rajin cuci tangan, ada yang terlalu khawatir sampai kalap belanja. Bahkan ada pula yang kelewat santai manfaatkan kesempatan meraup untung dengan nimbun masker dan nyolong hand sanitizer. Duh, untuk tindakan nggak terpuji terakhir itu mohon jangan ditiru ya. Sampai artikel ini ditulis, Indonesia sudah punya 309 kasus infeksi Covid-19.

Advertisement

Tapi di antara cara “umum” masyarakat dalam menyikapi bencana tersebut, ada orang-orang yang melakukan cara-cara sedikit nggak lazim untuk menghindari virus corona. Mereka adalah orang-orang terkaya di dunia, yang seperti dimuat di The New York Times, mereka punya cara tersendiri untuk menghindar dari virus corona. Nggak nyangka sih ternyata wabah penyakit semacam ini juga memicu kesenjangan sosial di antara masyarakat. Yang kaya bisa jauh lebih prepare dari mereka yang mungkin berada di kalangan ekonomi ke bawah. Memang, gimana sih kaum elite ini membelanjakan uangnya buat menghadapi pandemi corona?

1. Beli masker yang dilengkapi lima lapisan penyaring kuman seharga sekitar 1,5 juta rupiah

(Kiri) Gwyneth Paltrow menggunakan masker Airinum, (kanan) Naomi Campbell menggunakan pakaian pelindung dan masker 3M N95. (kolase oleh Hipwee) via www.instagram.com

Jika di Indonesia dan negara lainnya masker bedah sekali pakai sering habis dan langka di pasaran, di Amerika sana bahkan masker merek Airinum yang dilengkapi lima lapisan penyaring kuman dihargai sekitar 1.5 juta rupiah juga ludes. Masker yang diklaim ramah lingkungan dan ramah kulit tersebut salah satunya digunakan aktris Gwyneth Paltrow, yang diketahui lewat unggahan Instagramnya, ia gunakan dalam penerbangan ke Paris. Hmm sobat misqueen kayaknya enggak bakal borong ini masker, deh~

Di sisi lain, aktris Naomi Campbell melakukan hal yang nggak kalah “aneh”. Ia naik pesawat mengenakan pakaian pelindung serba putih lengkap dengan masker 3M N95. The Guardian menulis semacam ironi karena faktanya para dokter dan ahli virus kekurangan pasokan pakaian kelas rumah sakit tersebut.

Advertisement

2. Pesepakbola Portugal, Cristiano Ronaldo juga sempat menghebohkan dunia maya dengan keputusannya membeli pulau pribadi dan mengasingkan diri bersama keluarganya di sana selama wabah corona merebak

Ilustrasi pulau pribadi via ticartagena.rezdy.com

Selain membeli barang untuk pencegahan virus corona, mengisolasi diri dengan tinggal di pulau pribadi juga jadi favoritnya orang super kaya. Salah satunya telah dilakukan Cristiano Ronaldo. Beberapa waktu lalu lini masa Insta Story sempat ramai dengan potret keluarga Ronaldo dengan caption bahwa mereka akan “mengamankan diri” dengan tinggal di pulau pribadi selama beberapa waktu. Sebenarnya jauh sebelum merebaknya bencana global ini Ronaldo emang doyan beli pulau pribadi, sih.

3. Selain pulau pribadi, bunker mewah juga jadi tempat favorit orang-orang kaya menghadapi bencana

Ilustrasi salah satu ruang tengah bunker pribadi via observer.com

Selain “kabur” ke pulau pribadi, memilih tinggal di bunker juga favoritnya orang super kaya untuk menghindari “kiamat” dan virus corona. Sejumlah petinggi di Silicon Valley AS memutuskan untuk tinggal di bunker dengan membeli bangunan yang tadinya digunakan sebagai penyimpanan senjata nuklir. Kegemaran orang super kaya beli bunker ini sebenarnya sudah mengalami peningkatan sejak Donald Trump terpilih jadi presiden AS loh. Gary Lynch, pengusaha sejenis bunker mengatakan kalau orang-orang super kaya takut peluang terjadinya perang akan lebih besar di bawah kepemimpinan Trump.

4. Ada juga orang-orang yang ikut program infusi vitamin kekebalan tubuh

Ilustrasi suntik vitamin kekebalan tubuh via kawaiibeautyjapan.com

Melansir dari Kompas, fasilitas medis swasta sebuah klub privat di London bernama Lanserhof, mencatat terdapat lonjakan pertanyaan hingga 18 persen dari biasanya untuk sesi infusi senilai 300 Poundsterling atau kira-kira 5,58 juta rupiah selama pandemi Covid-19. Padahal kata mereka, program tersebut nggak dirancang khusus buat melawan virus corona. Hanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara umum saja. Tapi namanya jaga-jaga nggak masalah, sih. Apalagi punya money~

Advertisement

5. Di saat kita mungkin cuma bisa beli hand sanitizer dengan merek yang umum, orang-orang kaya ada yang sampai beli hand sanitizer dan survival kit bermerek mewah

Hand sanitizer Byredo via intothegloss.com

Selain masker, New York Times dalam laporannya menulis kalau sebuah brand mewah Eropa, Byredo menjual ludes hand sanitizer seharga sekitar 600 ribu rupiah. Nggak hanya itu, survival kit merek Judy yang dijual seharga 800 ribu hingga 2,5 juta rupiah juga mengalami lonjakan permintaan. Padahal isinya ya selayaknya kotak survival kit: P3K, tisu basah, pembersih tangan, senter, obat-obatan, dan peralatan lainnya. Namanya orang kaya mah bebas~

6. Selama wabah corona berlangsung, kita diminta supaya mengindari kerumunan sebisa mungkin. Orang-orang kaya punya cara mereka sendiri, yaitu dengan sewa jet pribadi demi menghindari kerumunan orang di bandara

Ilustrasi pesawat jet pribadi via www.businessinsider.sg

Seperti yang diketahui, bandara dan pesawat adalah wahana paling rawan penyebaran covid-19. Maka jet pribadi adalah pilihan utama orang super kaya kalau mau terbang dari satu tempat. Perusahaan jet pribadi PrivateFly menyatakan kalau mereka mengalami peningkatan pesanan secara signifikan dari perusahaan dan perorangan untuk kebutuhan evakuasi dari daerah yang rawan terkena wabah corona. Perusahaan sejenis, JetSet Group, juga mengalami peningkatan pemesanan. Bahkan mereka mengatakan kalau sebagaian pemesan berasal dari orang-orang yang belum pernah menggunakan jasa jet pribadi. Hmm~

7. Ada juga yang menyewa jasa layanan kesehatan lengkap dengan dokter panggilan dan ruang emergency pribadi

Ilustrasi ruang emergency pribadi via www.nytimes.com

Semakin memantapkan posisinya, orang super kaya juga menyewa jasa dokter panggilan lengkap dengan layanan kelas VIP-nya. Laporan Williams dan Bromwich, menyebut adanya peningkatan pendaftaraan keanggotaan jasa kesehatan Sollis Health dari golongan super kaya. Dengan membayar biaya keanggotan setidaknya 8.000 dolar AS atau sekitar 128 juta rupiah per tahun, mereka dapat fasilitas dokter panggilan, layanan pesan antar obat ke rumah, dan ruang emergency pribadi. Sebagian anggota Sollis Health ini juga memesan obat antivirus flu, antibiotik, obat untuk gangguan saluran pernapasan, serta masker. Padahal dokter Sollis Health sudah mewanti-wanti kalau memesan obat dan masker dalam jumlah banyak nggak akan efektif membentengi diri dari covid-19. Tapi mereka cuek aja. Lha wong punya duit…

Seperti kata F. Scott Fitzgerald dalam The Great Gatsby, orang kaya itu beda dengan aku dan kamu. Jadi ya, cara mereka menggunakan uang dalam mengatasi kepanikan juga dimaklumi berbeda. Dan selama usaha mereka itu nggak merugikan orang lain sih nggak masalah. Dan kita yang mungkin nggak bisa seperti mereka, nggak perlu berkecil hati. Toh, sejauh ini menurut WHO yang terpenting adalah rajin cuci tangan, jaga kebersihan, dan menerapkan social distancing. Semoga pandemi ini bisa segera berlalu agar kehidupan bisa berjalan seperti sediakala!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An amateur writer.

CLOSE