Pemerintah Anjurkan Warga Pakai Masker di dalam Rumah. Benarkah Bisa Lindungi Keluarga dari Corona?

Pakai masker di rumah

Setiap hari, jumlah kasus corona terus bertambah di Indonesia. Bahkan jumlah pasien yang meninggal sudah melebihi 10 ribu orang. Namun banyak orang tampaknya masih tidak disiplin melakukan protokol kesehatan. Bukan cuma masyarakat biasa saja, bahkan baru-baru ini ada pejabat mengadakan acara dengan hiburan dangdutan yang mengundang kerumuman sebagaimana dilansir dari laman Tempo.

Advertisement

Di tengah-tengah minimnya kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang rangkaian protokol kesehatan yang sebenarnya wajib dilakukan, ada berita terbaru bahwa pemerintah kini juga menganjurkan pemakaian masker di dalam rumah. Berita ini sontak menimbulkan berbagai reaksi. Da yang mempertanyakan alasan, ada juga yang tidak terbayang bagaimana cara mengawasi jika ada pelanggaran.

Anjuran memakai masker di dalam rumah ini, dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus corona muncul dari kluster keluarga. Orang cenderung sering lengah begitu kembali ke rumah

Sedihnya, virus ini memang bisa-bisa saja ‘menyelip’ masuk ke dalam rumahmu. / Credit: Photo by Macau Photo Agency on Unsplash via unsplash.com

Banyak orang yang sudah paham pentingnya memakai masker saat bepergian. Agar pencegahan virus corona semakin baik, sekarang masyrakat juga diminta untuk memakai masker di dalam rumah. Anjuran ini disampaikan oleh Menteri PPA I Gusti Bintang Ayu Dharmawati pada Jumat (25/9).

Bintang menjelaskan, alasan di balik anjuran tersebut adalah munculnya banyak kasus corona dari klaster keluarga. Dilansir dari CNN, ada 299 kasus baru yang berasal dari klaster keluarga di Bandung. Hal ini terjadi karena ada orang yang terinfeksi virus setelah bepergian, lalu menularkan pada anggota keluarganya di rumah secara nggak sengaja. Untuk mencegahnya, kita bisa memakai masker di dalam rumah.

Advertisement

Anjuran ini menuai berbagai respons dari warganet. Sebagian orang bingung tentang proses pengawasannya, sebab sulit bagi pemerintah untuk mengawasi setiap keluarga. Hingga kini, pemerintah memang masih menggodok aturan pemakaian masker di dalam rumah dan protokol kesehatan lainnya untuk mencegah Covid-19 di keluarga. Jadi tunggu aja sampai selesai, yang penting kita tahu dulu poin pentingnya.

Kita memang perlu memakai masker kalau diperlukan, baik di luar maupun di dalam rumah. Apalagi kalau sedang flu atau tinggal bersama balita dan lansia

Sebenarnya bukan masalah lokasi, tapi dengan siapa kita berinteraksi./ Credit: Photo by David Veksler on Unsplash via unsplash.com

Kewaspadaan nggak hanya dibutuhkan di luar rumah, tetapi juga di dalam rumah. Apalagi kalau kita tinggal bersama balita atau lansia yang secara fisik lebih rentan tertular virus corona. Kondisi lain yang perlu diwaspadai adalah saat kita terkena flu atau demam karena bisa menularkannya pada orang terdekat.

Untuk melindungi anggota keluarga dari virus corona, kita bisa memakai masker di dalam rumah terutama setelah bepergian. Nggak harus 24 jam kok! Pakai aja masker itu kalau sedang berinteraksi dengan mereka di ruangan bersama. Jangan lupa untuk memilih masker yang aman, misalnya masker bedah atau masker kain yang terdiri dari dua atau tiga lapisan. Kita bisa melepasnya setelah berada di kamar sendirian. Mungkin terkesan agak merepotkan, tetapi ini demi kesehatan bersama.

Advertisement

Solusi lainnya, hindari bepergian kecuali untuk urusan penting. Anggota keluarga yang baru pulang juga bisa diisolasi sementara di ruang terpisah

Melindungi keluarga / Credit: Photo by Julian Wan on Unsplash via unsplash.com

Meskipun ingin berada di rumah aja, ada orang-orang yang terpaksa ke luar rumah untuk bekerja atau melakukan urusan pentingnya lainnya. Yang penting tetap menjaga protokol kesehatan. Setelah pulang ke rumah, pastikan untuk mencuci tangan dengan bersih atau sekalian mandi dan keramas. Jangan lupa untuk memisahkan dan membersihkan barang-barang yang dibawa bepergian. Solusi lainnya adalah mengisolasi diri sementara di ruangan terpisah.

Selain itu, sebaiknya kita menghindari acara keluarga yang mengundang banyak kerabat. Misalnya arisan keluarga, perayaan ulang tahun, syukuran, dan sebagainya. Sebab kita nggak tahu seperti apa kondisi mereka kalau belum melakukan tes PCR. Lebih baik acara tersebut dilakukan secara daring untuk menimalisir risiko. Silaturahmi bisa tetap terjaga kok!

Yuk kita berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kesehatan keluarga. Jangan lupa untuk memberi pengertian pada anggota keluarga lain agar suasana di rumah tetap nyaman. Dengan menarapkan cara itu, semoga keluarga kita terhindar dari virus corona.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE