Siapa sih yang nggak suka berburu barang diskon dengan harga yang dibawah pasaran? Dari perang tawar-menawar sengit di pasar tradisional, sampai perjuangan generasi kekinian berburu sale online di depan laptop, semua orang pasti sulit menahan diri dari godaan diskon. Meskipun sekilas terlihat menggiurkan, sebagai konsumen, kita harus tetap hati-hati. Banyak lho yang cari untung lewat sale besar-besaran tapi ujung-ujungnya malah buntung alias rugi.

Seperti skandal yang barusan terungkap di balik sale yang diadakan oleh salah satu platform belanja online populer di Indonesia, Tokopedia. Puluhan karyawan Tokopedia sampai dipecat karena terbukti berbuat curang selama program “Flash Sale Spesial 9” selama tanggal 15 – 17 Agustus 2018 lalu. Makanya, tidak mengherankan jika banyak pembeli mengeluh barang atau produk-produk langsung habis walaupun periode sale baru saja dimulai.

Advertisement

Susah juga ya kalau modusnya seperti ini, orang-orang awam seperti kita pastinya sulit untuk mendeteksi kecurangan begini. Jangan-jangan sebelumnya juga pernah terjadi tapi tidak terungkap, baca deh ulasan Hipwee News & Feature ini!

Flash sale dalam rangka ulang tahun Tokopedia jadi masalah. Konsumen protes karena banyak barang yang nggak bisa dibeli oleh mereka

Dalam semenit aja udah ludes via twitter.com

Konsumen yang ingin membeli barang dengan harga murah di flash sale Tokopedia dalam rangka ulang tahunnya ke-9 bernama “Flash Sale Spesial 9” merasa kecewa. Berdasarkan cerita mereka ke Tirto, barang yang dijual cepat sekali ludes. Bahkan, ada juga yang sudah bisa memasukkan barang yang diinginkan ke keranjang pembelanjaan namun bermasalah ketika akan melakukan pembayaran. Ternyata, keluhan konsumen ini penyebabnya adalah kecurangan dari pihak karyawan Tokopedia yang membuat konsumen nggak bisa membeli barang secara adil. Akibatnya, lebih dari 40 karyawan dipecat karena melakukan kecurangan pada 49 barang yang dijual pada flash sale tersebut.

Nggak cuma Tokopedia aja yang tersandung program sale-nya sendiri, konsumen Lazada juga pernah protes sama diskon barang saat Harbolnas

Disebut diskon tipu-tipuan karena harganya dinaikkan terlebih dahulu via twitter.com

Pada diskon Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun 2017 lalu, Lazada juga mendapat keluhan dari konsumennya. Mereka menemukan bahwa harga barang dinaikkan berkali-kali lipat terlebih dahulu sebelum akhirnya didiskon hingga 80% besarnya. Contohnya saja pada ponsel iPhone 6S 16GB. Harga awalnya dinaikkan hingga Rp 19 juta dahulu baru diberi potongan 79% hingga harganya menjadi Rp3.950.900,00 yang memang harga asli dari ponsel tersebut saat itu.

Selain itu, isu tentang ‘ponsel gaib’ juga pernah muncul karena konsumen merasa kesulitan mendapatkan ponsel harga diskon

Bisa jadi ada orang yang borong lalu dijual lagi lho via www.alhidamart.com

Advertisement

Istilah ‘ponsel gaib’ muncul karena adanya flash sale ponsel terbaru yang langsung ludes dijual dalam waktu beberapa detik. Hal ini membuat konsumen menduga bahwa ponsel nggak benar-benar dijual. Apalagi karena jumlah stok barang yang dijual nggak pernah dipublikasikan secara gamblang. Melalui Kompas, Country Manager Xiaomi Indonesia membantah hal tersebut. Produknya, Xiaomi Redmi 5A, memang ludes dalam hitungan menit tapi hal ini karena permintaan untuk jenis ponsel tersebut sangat besar. Yang perlu dicurigai malah adanya pembeli curang yang memborong untuk dijual lagi.

Jadi konsumen belanja online memang harus cerdas. Jangan mau ditipu dan dimanfaatkan oleh diskon besar-besaran

Belanja online memang harus waspada dan jangan mudah termakan diskon besar-besaran via www.techiestuffs.com

Kita sebagai konsumen nggak pernah tahu ada apa dibalik potongan harga besar-besaran yang ditawarkan oleh e-commerce tersebut. Bisa jadi barang yang didiskon memang stoknya sedikit, harganya dinaikkan dahulu, atau adanya kecurangan dari pihak internal. Yang jelas, kita tetap harus waspada. Bandingkan juga harga antar e-commerce dan tetap belanja dengan bijak ya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya