Pegawai Honorer DKI Jakarta Diminta Berendam dalam Got Sebagai Syarat Perpanjang Kontrak. Kok Tega..

Pegawai honorer berendam dalam got

Semenjak ada media sosial, rasanya sangat mudah membuat sesuatu jadi viral. Media sosial juga bisa jadi penggerak orang atau pihak tertentu mengambil keputusan-keputusan penting. Makanya sekarang, tak jarang ada orang yang menjadikan rekaman video sebagai senjata untuk mengancam orang lain. Atau menggunakannya untuk menguak praktik-praktik yang tak lazim di masyarakat.

Advertisement

Seperti baru-baru ini, ada sebuah video viral di media sosial setelah mempertontonkan puluhan pegawai honorer DKI Jakarta, berendam di dalam got yang berisi air yang sangat kotor. Di sisi mereka tampak sejumlah orang berseragam Aparatur Sipil Negara (ASN) mengawasi dan sesekali memberi instruksi. Video itu disesalkan banyak pihak karena kabarnya, para pegawai itu diminta masuk got sebagai syarat untuk memperpanjang kontrak kerja. Memang gimana sih kejadian yang sebenarnya?

Belum lama ini media sosial dikejutkan dengan video puluhan orang berendam di got berair keruh sambil saling memijat bahu satu sama lain. Menurut kabar, orang-orang itu adalah pegawai honorer di DKI Jakarta

Penampakan tak biasa terjadi di Jakarta. Sebanyak kurang lebih 30 orang pria dan wanita terlihat berendam dan berbaris di selokan besar yang airnya tampak menghitam. Mereka juga saling memijat bahu di dalam air yang tingginya sudah mencapai dada orang dewasa. Puluhan orang itu kabarnya adalah pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI Jakarta. Melansir dari Detik, mereka diminta melakukan itu terkait syarat perpanjangan masa kontrak kerja.

Peristiwa yang jadi perbincangan warganet itu dibenarkan oleh Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih. Nur menyesalkan adanya perlakuan tak wajar tersebut

Peristiwa ini disesalkan beberapa pihak via akurat.co

Kejadian yang berlangsung antara Senin atau Selasa di wilayah Jelambar, Jakarta Barat itu dibenarkan oleh Nur Baitih, Koordinator Wilayah PHK2I DKI Jakarta. Ia juga menyesalkan adanya peristiwa yang mengusik hati banyak orang itu. Karena menurut aturan baru yang berlaku, saat masa perpanjangan kontrak seharusnya sudah tak ada lagi tes lapangan atau tes fisik.

Lagipula, menurut informasi, pegawai yang masuk got itu tidak semuanya petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) –atau petugas berseragam oranye yang sering terlihat bekerja di jalanan. Selain petugas PPSU, ada juga staf administrasi yang notabene kerjanya di kantor. Tapi justru semua disamaratakan.

Atas kelanjutan video viral itu, kabarnya lurah Jelambar sudah diperiksa. Kalau memang terbukti ada tindakan indisipliner, nggak menutup kemungkinan ia bisa dicopot dari jabatan

Lurah Jelambar diperiksa via wartakota.tribunnews.com

Lurah Jelambar, Agung Tri Atmojo, dan segenap panitia pelaksanaan kegiatan, kabarnya telah diperiksa oleh Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta. Jika terbukti ada tindakan indisipliner terkait kegiatan yang melibatkan pegawai honorer dalam masa perpanjangan kontrak itu, nggak menutup kemungkinan Agung akan dikenai sanksi mulai ringan hingga berat. Yang terparah, ia bisa dicopot dari jabatannya dan dijadikan staf biasa.

Terlepas dari apakah ada perintah langsung dari lurah atau tidak, dan meski mungkin para pegawai honorer itu terima-terima saja, tapi perlakuan semacam itu jelas nggak bisa dibenarkan. Selain nggak ada manfaatnya, tindakan itu juga bisa mengancam kesehatan karena kandungan air dalam selokan yang kotornya mungkin sudah level dewa. Dari tampilannya aja sudah kelihatan hitam. Mungkin saja air itu sudah tercemar bakteri atau virus berbahaya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE