Di tengah-tengah ‘kengerian’ Halloween yang banyak dirayakan orang di seluruh dunia, sebuah kisah mengerikan nyata-nyatanya sedang bergulir dan menghantui warga Jerman. Seorang mantan perawat Jerman mengaku telah membunuh 100 orang pasiennya, dari rentang tahun 1999 sampai 2005. Caranya membunuh mirip di sinetron dan FTV lho, yaitu memberi obat yang nggak diresepkan kepada pasien dengan efek bikin gagal jantung. Sebagaimana dilaporkan CNN, ini adalah kasus pembunuhan berantai terburuk di Jerman sejak jaman Perang Dunia.

Bahkan yang lebih menghebohkan adalah motivasi di balik kejahatan yang mengerikan itu. Perawat yang bernama Neils Hoegel itu mengaku sengaja membuat pasiennya gagal jantung supaya bisa berlagak bak ‘pahlawan’ menyadarkan dan menyelamatkan pasien tersebut. Tapi nyatanya banyak pasien yang benar-benar meninggal karena tindakan Hoegel. Kok seorang perawat bisa tega melakukan hal seperti itu? Orang yang seharusnya bekerja secara profesional untuk merawat dan menyembuhkan pasien, justru ‘bermain Tuhan’ membunuh pasien-pasiennya. Kenapa juga baru ketahuan sekarang ya? Buat yang penasaran, yuk simak kisah mengerikan ini selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Neils Hoegel, perawat di rumah sakit Jerman, mengaku telah membunuh pasiennya. Jumlah yang dibunuh mencapai 100 orang, belum termasuk yang sudah dikremasi

Ini dia wajah Niels Hoegel, mantan perawat yang membunuh 100 pasiennya via www.nytimes.com

Advertisement

100 pasien meninggal dunia di tangan Neils Hoegel, seorang perawat di rumah sakit Jerman Utara. Korbannya berusia antara 34 sampai 96 tahun. Hal itu dilakukan oleh Hoegel di dua rumah sakit yaitu di Delmenhorst and Oldenburg. Dilansir dari BBC, Hoegel tercatat membunuh 36 pasien di kota Oldenburg dan 64 pasien di dekat Delmenhorst sepanjang tahun 1999 sampai 2005. Menurut polisi yang diungkapkan ke CNN, jumlah korban bisa saja lebih dari itu karena ada korban yang sudah dikremasi sehingga sulit diselidiki. Bahkan kemungkinan adanya korban di negara lain juga sedang diselidiki.

Angka yang fantastis tersebut terungkap setelah dirinya menjalani hukuman seumur hidup untuk enam kasus kematian pasien ketika dalam penanganannya

Sebelumnya, Hoegel sudah tersandung kasus yang sama via www.channelnewsasia.com

Sebenarnya, saat ini Hoegel sedang menjalani hukuman seumur hidup untuk kasus kematian enam pasien yang dia tangani. Dia jadi tersangka untuk kasus pembunuhan dan pembunuhan berencana. Nah, dari enam kasus itu, polisi lalu melakukan penyelidikan kembali. Hasilnya, ditemukan lebih banyak pasien yang meninggal saat Hoegel tugas jaga di rumah sakit. Ketika ditanya di persidangan, Hoegel membenarkan kalau ada kurang lebih 100 pasien yang sudah meninggal.

Pasien diberi obat yang nggak diresepkan sampai gagal jantung. Ini demi pamer ke rekan kerjanya kalau dia mampu menyelamatkan pasien dalam kondisi darurat

Pasien diberi obat yang nggak diresepkan. Padahal obat itu bisa bikin gagal jantung via www.spineuniverse.com

Cara membunuhnya mirip seperti kisah pemeran antagonis di sinetron yang memberikan obat dengan efek buruk ke pasien secara diam-diam. Ya, jangan kira adegan seperti itu adanya di sinetron, di kehidupan nyata juga ada lho. Obat yang diberikan oleh Hoegel memang nggak diresepkan oleh dokter. Dan obat itu punya potensi membuat gagal jantung yang memang mengancam hidup pasien. Setelah itu, dia akan berusaha menghidupkan pasien yang nyaris meninggal itu demi membuat rekan kerjanya terkesan. Duh!

Katanya, dia merasa antusias ketika berhasil menghidupkan pasien kembali setelah melalui kondisi darurat dan merasa hancur kalau gagal

Ada rasa antusias ketika berhasil menyelamatkan nyawa pasien yang dibuatnya kritis via gomerblog.com

Advertisement

Seperti ditulis oleh CNN, Hoegel merasa antusias dan ada euforia khusus ketika dia berhasil menyelamatkan pasien yang dia buat nyaris meninggal itu. Kalau gagal, dia sebenarnya juga merasa hancur kok. Tapi hal itu dilakukan berulang-ulang sampai ada 100 pasien meninggal, seolah nyawa pasien dibuat mainan. Bahkan, dia seperti melakukan itu untuk seru-seruan dan juga membunuh kebosanan saat tugas jaga. Nggak masuk akal dan nggak manusiawi ‘kan?

Saat ini sih kasus itu masih diselidiki. Bahkan ada sekitar 126 kerabat korban yang akan terlibat dalam persidangan yang diperkirakan berlangsung sampai bulan Mei tahun depan. Semoga kebenaran bisa terungkap dan keluarga korban yang selama ini bertanya-tanya lekas mendapat jawabannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya