Satu-satunya ‘shutdown‘ yang kita kenal mungkin cuma tombol shutdown di laptop atau gawai elektronik kita. Nah terus apa artinya jika banyak kabar memberitakan kalau pemerintahan Amerika Serikat saat ini sedang dalam kondisi ‘shutdown‘. Seperti dilansir dari New York Times, pemerintahan Amerika Serikat sudah dalam status shutdown sejak tanggal 22 Desember yang lalu dan belum berakhir hingga hari ini. Shutdown di bawah pemerintahan Presiden Donald J. Trump ini merupakan shutdown terlama dalam sejarah Amerika Serikat lo.

Terus apakah itu berarti pemerintah Amerika Serikat ‘mati’ atau mungkin lumpuh — seperti bagaimana kita mematikan alat-alat elektronik kita lewat tombol shutdown? Gawat dong berarti! Mau tahu kenapa dan seperti apa sebenarnya shutdown pemerintahan Amerika Serikat ini, yuk kulik fakta-faktanya bareng Hipwee News & Feature!

Shutdown terjadi ketika kongres atau badan legislatif tidak menyetujui budget yang diajukan pemerintah federal. Sampai pendanaan itu disetujui, beberapa bagian dari pemerintah pusat terpaksa ditutup

Gontok-gontokkan antara eksekutif dan legislatif via www.marketwatch.com

Advertisement

Shutdown bisa dibilang fenomena unik yang mungkin lebih sering terjadi di Amerika Serikat, dibandingkan tempat lain di dunia. Karena hanya ada dua partai berkuasa yaitu Partai Republik dan Parta Demokrat, pembagian kekuasaan yang terbelah dua itu seringkali justru berujung jalan buntu seperti shutdown ini. Apalagi jika presiden terpilih berbeda partai dengan partai mayoritas di kongres, pasti sulit banget tuh meloloskan kebijakan atau pengajuan budgetSalah satu perdebatan paling alot adalah perihal pendanaan pembangunan tembok negara yang diinginkan Trump.

Kenapa ditutup? Ya karena budget atau pendanaan untuk tahun depan belum disetujui, banyak departemen yang akhirnya tidak bisa beroperasi

Tidak duit yang dianggarkan, banyak harus beroperasi pakai dana simpanan dulu via www.nationalhogfarmer.com

Tidak semua bagian dari pemerintahan Amerika Serikat tutup. Departemen-departeman yang dinilai lebih tidak esensial ditutup, sedangkan departemen ‘garis depan’ seperti departemen pertahanan tetap buka

Lama-lama semakin banyak kantor pemerintahan federal yang tutup via abcnews.go.com

Akibat shutdown ini, lebih dari 800 ribu pegawai federal atau PNS Amerika tidak bisa digaji. Banyak yang akhirnya cuti atau bahkan dipaksa bekerja meski tidak dibayar

Mereka ingin pemerintah segera menyudahi shutdown ini supaya bisa kembali bekerja via abcnews.go.com

Karena banyak pegawainya yang ‘dirumahkan’, fasilitas-fasilitas publik seperti museum atau taman nasional langsung sudah banyak tutup. Tidak akan buka sampai shutdown ini selesai

Taman-taman nasional yang biasanya ramai dikunjungi warga untuk berlibur, tutup via www.npca.org

Semakin lama shutdown ini berlangsung, akan semakin banyak fasilitas dan servis negara yang tutup. Kini, pengurusan visa dan paspor saja katanya sudah tertunda

Antrian panjang terlihat di airport karena kekurangan petugas via www.npca.org

Sejak tahun 1981, ada 12 kali shutdown dan ini adalah yang terlama. Semakin lama shutdown ini berlangsung, pemerintah Amerika Serikat sebenarnya merugi semakin besar

Sampah berserakan di sekitar gedung pemerintahan karena tidak ada tenaga keberhasihan via www.aol.com

Menurut survei, banyak warga Amrik menyalahkan Trump atas kejadian ini. Soalnya Trump bersikeras ingin pembiayaan temboknya disetujui, sedangkan anggota kongres mayoritas menolaknya

Harus segera ada kesepakatan untuk mengakhiri shutdown ini via www.nationalhogfarmer.com

Hanya ada dua pihak yang bisa menghentikan shutdown ini. Masalahnya kedua belah pihak, baik Trump atau politisi Demokrat di kongres tampaknya masih tidak bergeming

Warga Amerika ingin shutdown ini cepat berakhir via www.thedailybeast.com

Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan kehilangan atau rugi $12,5 juta per jam selama shutdown ini berlangsung. Meski merugikan, para elit politik di sana tampaknya tetap bersikeras mempertahankan posisinya masing-masing. Trump bersikeras bahwa pembangunan tembok itu krusial bagi keamanan dan masa depan ekonomi Amerika Serikat, sementara oposisi kukuh di posisi sebaliknya menganggap tembok itu tidak perlu. Ngeri juga ya kalau sampai pemerintahan lumpuh gara-gara elitnya nggak sepakat, kita tunggu aja update-nya besok ya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya