Viralnya Foto Pemotor Acungkan Jari Tengah di Jalan. Wagub DKI Beri Peringatan ke Pesepeda

Pemotor kesal dengan pesepeda

Media sosial diramaikan dengan seorang pemotor yang mengacungkan jari ke rombongan road bike atau peloton di kawasan Jakarta Pusat. Peristiwa terjadi di Dukuh Atas, Jalan Sudirman. Semula aksi pengemudi dengan plat AA atau Kebumen itu dibagikan oleh salah satu akun di Twitter yang mendapat ribuan cuitan dari warganet.

Advertisement

Mayoritas melontarkan hal yang sama, yakni keberanian dari pemotor di situasi tersebut. Di sisi lain, tindakan pemotor seperti mewakilkan perasaan masyarakat mengenai rombongan pesepeda di ibu kota yang kerap kali menutup jalan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga komunitas dari pesepeda buka suara. Sebelum kamu berkomentar, simak dulu yuk ulasannya berikut ini!

Merespon kasus yang tengah jadi pembicaraan, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar pesepeda menggunakan jalan sesuai dengan jalurnya

Viralnya foto pengendara motor ditanggapi langsung oleh Wagub DKI Jakarta. Disebutkan pembagian jalur sudah diatur untuk menjamin keselematan seluruh pengendara, baik pesepeda, pengendara bermotor hingga transportasi roda empat.

Advertisement

“Kami meminta kepada teman-teman penggemar sepeda road bike, mari kita gunakan jalan sesuai dengan peruntukannya. Bukan berarti tidak boleh menggunakan jalan, tapi diatur peruntukannya kapan, daerah mana, jalur mana,” kata Riza dikutip dari pemberitaan Kompas TVSabtu (29/5).

Lantas Riza pun meminta agar seluruh pengguna jalan saling menghormati. Sebab akan berbahaya bagi keselematan jika pesepeda masuk ke jalur umum hingga menutup pengendara lain.

“Kalau sepeda masuk di jalur umum seperti itu akan sangat berbahaya. Untuk itu kami minta ke depan mari kita saling jaga, saling menghormati satu sama lain supaya Jakarta bisa lebih baik, lebih aman dan kita tata untuk kepentingan semua,” lanjutnya.

Trending-nya potret pemotor tersebut membuat rombongan pesepeda melakukan klarifikasi di Instagram. Disebutkan jika mereka terpaksa bersepeda di jalur kanan

Rombongan road bike biasanya memang kerap bergerak dalam rombongan atau peleton. Mereka umumnya tak bisa melaju pelan, apalagi di jalur sepeda yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Catatan waktu kecepatan biasanya juga menjadi alasan.

Terkait insdien itu, muncul klarifikasi dari kelompok pesepeda balap. Di dalamnya dijelaskan bahwa mereka terpaksa bersepeda di jalur kanan karena ada bus yang menyebrang hendak mengarah ke underpass Dukuh Atas. Setelah di rasa aman dan mereka hendak mengarah ke kiri datanglah pemotor hingga kemudian fotonya menjadi viral.

“Kami ingin kembali ke kiri, tapi entah darimana bapak-bapak pengendara motor itu muncul. Akhirnya, cuma satu foto yang viral dan memberikan asumsi satu sisi saja,” tulisnya dikutip dari Instagram @goshow.cc.

Tak sedikit warganet yang ikut merespon kejadian tersebut. Ada yang membela pesepeda ada juga yang membela pemotor karena mengalami hal serupa. “Itu jalanan lebar padahal. Bisalah bikin barisan rapi di sebelah kiri. Bisa beli sepeda dan perlengkapan mahal masa iya nggak bisa rapi. Jual sepedanya, belajar gerak jalan aja di koramil,” tulis akun @lukito***

Menerapkan gaya hidup bebas polusi dengan sepeda memang baiknya menjadi kebiasaan masyarakat. Namun, perlu diingat untuk selalu menjadi pengendara yang menghargai antara satu dengan lainnya jangan sampai memberikan kerugian. Penting banget untuk saling menghargai sesama pengguna jalan.

Semoga penetapan jalur pesepeda dan regulasinya di ibu kota lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE