Andai Terjebak di Lokasi Saat Penembakan Terjadi, 4 Hal Ini Mungkin Bisa Bantu Selamatkan Diri

Penembakan di mal Thailand

Akhir pekan yang harusnya jadi hari menyenangkan karena tiba saatnya jalan-jalan bareng keluarga, di Thailand tepatnya di Kota Korat, semua itu berubah jadi pengalaman pahit nan mencekam. Seluruh pengunjung pusat perbelanjaan Terminal 21 di Distrik Muang dibuat deg-degan parah dengan adanya teror penembakan massal. Pelakunya adalah seorang tentara bernama Jakkrapanth Thomma –yang saat ini sudah ditembak mati. Ia memasuki mal itu dan menembaki orang-orang di dalamnya. Belakangan diketahui kalau motifnya melakukan tindakan gila itu karena kesal dengan atasannya.

Advertisement

Bukannya berdoa supaya bisa berada di situasi mengerikan di atas ya! Tapi coba deh kita sejenak membayangkan gimana rasanya jadi salah satu pengunjung mal Terminal 21. Takut, khawatir, pengin nangis, semua datang bersamaan. Tapi di saat yang bersamaan pula mereka dituntut untuk tetap fokus supaya bisa menyelamatkan diri. Kira-kira apa sih yang bisa dilakukan –dan mungkin sudah dilakukan para pengunjung Terminal 21– saat terjebak di situasi penembakan seperti di atas?

1. Menelepon petugas kepolisian! Inget ya, harus polisi dulu yang dihubungi. Setelah itu baru mengabari orang-orang terdekat

Hubungi emergency call via www.kxan.com

Kenapa harus polisi dulu? Ya karena mereka lah yang berwenang menangkap pelaku kejahatan dan mereka pula yang sudah pasti punya peralatan persenjataan lengkap sehingga bisa digunakan untuk melumpuhkan pelaku. Jelaskan situasi yang kita alami selengkap-lengkapnya kepada polisi dan suruh mereka segera datang. Setelah itu, hubungi keluarga atau orang terdekat. Minta mereka jangan panik dan jangan lupa mohon doa. Sebaiknya sih jangan suruh mereka datang ke lokasi karena justru akan membahayakan.

2. Kabarkan di media sosial seluas-luasnya. Tujuannya agar orang-orang yang sekiranya akan mendatangi lokasi kejadian bisa membatalkan niatnya

Berkabar di medsos. Tapi jangan nyebar hoaks ya! via careerblueprint.com.au

Saat teknologi sudah secanggih sekarang, kita pun bisa mengabarkan ke media sosial tentang situasi yang terjadi di TKP. Bilang ke publik agar mereka sementara nggak berkunjung dulu ke lokasi sampai situasi dinyatakan aman. Tapi jangan maruk juga sampai setiap senti pergerakan kalian di-story atau bahkan live di IG. Itu sih namanya sih fakir engagement.

Advertisement

3. Cari tempat perlindungan! Putar otak di mana sekiranya tempat yang nggak mungkin bakal didatangi pelaku

Cari tempat berlindung! via twitter.com

Karena mal rata-rata cukup luas, pasti banyak lokasi-lokasi tersembunyi yang mungkin bisa dimanfaatkan jadi tempat persembunyian. Misalnya kabinet dapur di restoran, toilet yang tempatnya di pojok-pojok, atau pintu-pintu darurat (bisa sekalian kabur kalau memang memungkinkan). Kuncinya jangan lengah dan tetap fokus!

4. Tapi sebelum mencari tempat perlindungan, ada baiknya mencari informasi di media sosial atau media-media lain soal perkembangan di lokasi, misalnya apakah polisi sudah sampai lokasi, dan lain-lain

Tetap update informasi via www.independent.co.uk

Kita jelas nggak mungkin ngecek sendiri ke luar gedung apakah polisi sudah datang atau belum. Soalnya khawatir bakal papasan sama si pelaku. Cari dulu informasinya di media sosial maupun media-media lain, soal update terbaru di lokasi. Kalau memang polisi udah datang dan mengepung gedung, lebih baik kita diam di tempat aja sih (tapi kalau bisa sih tetap cari tempat yang tertutup) dan menunggu instruksi dari polisi.

Sebenarnya masih ada satu lagi dan nggak kalah penting: berdoa, berharap segera ada bala bantuan datang. Berdoa juga untuk keselamatan kita dan pengunjung lain. Serahkan semua kepada Sang Maha Kuasa, dan tetap optimis bisa kembali pulang tanpa kekurangan satu apapun. Stay strong, Thailand! #PrayForThailand #PrayForKorat

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE