15 Pengakuan Miris Korban Predator Seks Reynhard Sinaga, Merasa Depresi Hingga Kepikiran Bunuh Diri

Pengakuan korban Reynhard Sinaga

Bayangkan jika di suatu siang yang damai tiba-tiba ada polisi mendatangi kediaman kita, lalu mengatakan kalau kita telah menjadi korban pemerkosaan oleh seseorang. Mereka juga melaporkan kalau pelaku telah merekam aksi cabul yang dilakukan pada kita. Pasti perasaan kita langsung hancur, bingung, takut, bahkan nggak percaya.

Kira-kira itulah yang dirasakan 48 pria korban pelecehan seksual yang dilakukan Reynhard Sinaga, mahasiswa doktoral di Inggris asal Indonesia. Ke-48 pria itu baru yang sudah diadili aja, polisi memperkirakan masih ada ratusan korban lainnya yang belum diidentifikasi. Sejak dikabarkan telah menjadi korban pemerkosaan, para korban ini menjalani hari-hari mereka dengan sangat menyakitkan. Trauma, stres, depresi, hingga ada keinginan untuk bunuh diri. Hal ini semakin menegaskan bahwa lelaki pun juga sangat bisa jadi korban pelecehan seksual, bahwa predator seks itu nyata adanya dan nggak hanya mengancam perempuan. Berikut Hipwee telah merangkum pengakuan miris para korban Reynhard.

1. Satu hal yang pasti dirasakan para korban adalah perasaan dendam terhadap pelaku. Mereka berharap pelaku nggak akan pernah dibebaskan

Sebuah dendam sekaligus harapan via www.mosselbayadvertiser.com

2. Meski sudah divonis hukuman seumur hidup, tapi itu semua tetap nggak akan bisa membayar apa yang telah dilakukan pelaku pada korban

Tidak ada hukuman yang bisa membayar rasa trauma via www.mosselbayadvertiser.com

3. Pasalnya tindakan gila pelaku nggak hanya berdampak pada diri korban saja, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar korban

Dampaknya sangat luas! via www.mosselbayadvertiser.com

4. Pelaku sama saja telah menghancurkan hidup seseorang dengan melakukan hal memalukan itu. Sulit sekali memaafkan!

Sampai disumpahi hal-hal buruk via www.mosselbayadvertiser.com

5. Tak sedikit juga korban yang merasa bingung sampai nggak tahu gimana cara mengatasinya

Bingung hingga tak tahu harus bagaimana via www.mosselbayadvertiser.com

6. Nggak bayangin jadi korban, pasti hari-hari dijalani dengan perasaan campur aduk dan nggak tenang. Seandainya waktu bisa diulang kembali…

Pikiran tak bisa lepas dari peristiwa yang menimpanya via www.mosselbayadvertiser.com

7. Tindakan pelaku memang sangat buruk. Korban begitu marah, merasa dikhianati, yang otomatis memunculkan ‘trust issue‘ –atau perasaan sulit percaya ke orang lain lagi

Muncul trust issue via www.mosselbayadvertiser.com

8. Masalah lain selain mendapat kabar telah diperkosa, korban juga cukup shock dengan pelaku yang ternyata memfilmkan aksinya

Pelaku merekam dan menyimpan seluruh video saat ia melancarkan aksi cabulnya via www.mosselbayadvertiser.com

9. Kasus ini jelas bisa mengubah hidup para korban, rasa trauma mendalam nggak bisa begitu saja dihilangkan

Walau tidak merasakan saat kejadian berlangsung, tapi kabar yang datang dari polisi tentu jadi pukulan telak via www.mosselbayadvertiser.com

10. Penyesalan juga turut hadir, lagi-lagi mereka berharap andai waktu bisa berputar kembali

Penyesalan mendalam via www.mosselbayadvertiser.com

11. Nggak hanya berdampak pada kondisi kejiwaan, tapi juga hubungan sosial. Korban menjadi minder dan takut bergaul

Benar-benar tertekan via www.mosselbayadvertiser.com

12. Ibarat sebuah bom atom yang mampu meluluhlantakkan kota, kabar soal peristiwa itu seolah mampu mengubah hidup korban 180 derajat

Bingung dan linglung via www.mosselbayadvertiser.com

13. Orangtua korban juga pasti sangat terpukul. Nggak tega kalau sudah menyangkut ibu kayak gini 🙁

Berita yang juga membuat ibu korban menangis via www.mosselbayadvertiser.com

14. Wajar jika korban sampai banyak yang depresi. Untungnya pihak pengadilan menyertakan layanan konseling untuk para korban

Semoga kondisi kejiwaan korban bisa segera pulih via www.mosselbayadvertiser.com

15. Hingga ada yang kepikiran untuk bunuh diri…

Sempat terlintas untuk bunuh diri saja via www.mosselbayadvertiser.com

Meski bukan korban, membaca sederet pengakuan korban Reynhard di atas rasanya juga ikut marah, kalut, jijik, dan berharap agar pelaku tidak pernah dibebaskan selama-lamanya. Atau mungkin lebih buruk dari itu, dibiarkan kelaparan, dibuang ke sarang buaya, atau dilepas ke tengah hutan rimba tanpa perlengkapan satu pun!

Teruntuk semua korban pelecehan seksual, ketahuilah bahwa kalian berhak bersuara. Kalian juga masih punya harapan untuk hidup damai di masa depan. Jangan putus asa dan carilah dukungan ke lingkungan atau kelompok terkait yang menangani masalah ini. Semangat ya!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE