Kematian Goo Hara dan 6 Cara Inspiratif Pemerintah Korsel Cegah Warganya Bunuh Diri

Pemerintah Korsel cegah bunuh diri

Belum lama ini lagi-lagi ada artis Korea Selatan yang dikabarkan meninggal dunia lantaran bunuh diri. Goo Hara ditemukan tak bernyawa di rumahnya sendiri sekitar sepekan lalu. Kematian Goo Hara cukup mengejutkan publik karena sebulanan lebih sebelum ia meninggal, sahabatnya yang bernama Sulli juga dilaporkan tewas bunuh diri. Keduanya sama-sama diisukan mengalami depresi akibat tekanan sosial yang ada di industri K-Pop.

Advertisement

Fenomena bunuh diri di Korea nggak hanya populer di kalangan artis-artisnya aja, orang biasa pun banyak yang mengakhiri hidupnya secara tragis karena depresi akut. Korsel pun jadi salah satu negara dengan tingkat bunuh diri yang tinggi, kalau dirata-rata mencapai 40 orang per hari. Masalah ini kalau dibiarkan berlarut-larut jelas akan merugikan negara. Makanya, pemerintah Korsel nggak tinggal diam. Mereka terus berusaha menekan angka bunuh diri yang terus meninggi dengan cara di bawah ini. Cukup inspiratif sih…

1. Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah telah melarang penjualan pestisida terutama di daerah pedesaan. Soalnya orang-orang di sana sering menggunakan pestisida untuk bunuh diri dengan cara meminumnya

Pestisida dilarang via www.livingindianews.co.in

Pestisida jadi salah satu metode populer yang kerap digunakan orang Korea untuk bunuh diri. Mereka meminumnya begitu saja dan membiarkan tubuh mereka keracunan hingga meninggal. Pemerintah akhirnya melarang penjualan pestisida sejak 2011 lalu. Cara ini ternyata terbukti efektif karena setelahnya jumlah orang bunuh diri menggunakan zat beracun itu berkurang.

2. Di Korsel banyak ditemukan jembatan penuh quotes dan patung sebagai penyemangat. Tujuannya untuk menyadarkan orang yang ingin lompat dari sana agar mengurungkan niatnya

Banyak kalimat motivasi via www.thedrum.com

Jembatan dengan tulisan-tulisan penyemangat bukan lah hal yang baru di Korsel. Tulisan-tulisan itu memang sengaja dibuat untuk menyadarkan orang-orang yang akan bunuh diri agar mengurungkan niatnya. Selain menenggak pestisida, orang Korsel juga banyak yang memilih bunuh diri dengan cara lompat dari jembatan. Makanya, pemerintah kemudian memutuskan membuat tulisan sampai patung yang fungsinya sebagai penyemangat.

Advertisement

Quote-quote itu di antaranya seperti: “Mari berjalan bersama”, “Besok matahari akan terbit”, atau “Ibumu”.

Patung motivasi via www.bbc.com

3. Selain memenuhi jembatan dengan kata-kata motivasi, pemerintah juga menaikkan pagar pembatasnya, agar nggak mudah dilompati

Menaikkan tinggi pagar via www.idntimes.com

Nggak hanya memenuhi sisi jembatan dengan kalimat-kalimat motivasi, pemerintah juga menaikkan pagar jembatan dan membuat bagian atasnya melengkung agar orang kesulitan jika ingin lompat dari sana.

4. Di banyak jembatan juga bisa ditemukan hotline telepon umum. Isinya nomor-nomor yang bisa dimintai bantuan jika ada yang depresi

Hotline telepon umum via hiveminer.com

Ada juga jembatan yang dilengkapi dengan telepon umum. Fungsinya untuk memfasilitasi orang menelepon siapa pun jika orang tersebut butuh bantuan, misalnya keluarga atau lembaga yang berfokus menyelamatkan orang yang berniat bunuh diri. Harapannya dengan menelepon mereka, orang itu akan mendapat semangat baru sehingga membatalkan rencananya bunuh diri.

Advertisement

5. Ada juga petugas yang bekerja sebagai penyelamat orang-orang yang akan bunuh diri. Mereka akan membujuk hingga menahan orang agar nggak jadi bunuh diri

Tim penyelamat via hypebae.com

Pemerintah Korsel juga membentuk Suicide Watch, tim penyelamat yang berjaga di sekitar lokasi bunuh diri, seperti sekitar sungai atau jembatan. Jadi jika sewaktu-waktu ada yang melompat, tim ini bisa dengan sigap menyelamatkan. Selain Suicide Watch, tim pemadam kebakaran di Korsel juga punya tugas menggagalkan aksi bunuh diri di gedung atau bangunan bertingkat.

6. Di Seoul ada program latihan mati massal yang tujuannya agar orang jadi lebih menghargai kehidupan. Beneran latihan jadi orang mati gitu sampai bikin surat wasiat segala

Latihan mati massal via www.nytimes.com

Saking maraknya bunuh diri, di Korsel sampai dibuka program latihan mati massal. Sejak diluncurkan pertama kali tahun 2012 lalu, sudah ribuan orang mengikutinya. Program ini diadakan dengan tujuan agar para peserta jadi bisa lebih menghargai kehidupan. Mereka menjalani semua tahapan yang dilalui orang yang meninggal, mulai memakai baju jenazah, membuat surat wasiat, berfoto, berbaring di peti mati untuk merenung. Program ini banyak mendapat testimoni positif dari pesertanya lo!

Sedih sih ya kalau banyak yang menganggap bunuh diri sebagai satu-satunya jalan keluar setiap masalah. Jika kamu merasa hidupmu berat, please, segera cari bantuan, minimal ke orang-orang terdekat, dan ceritakan segala keluh kesahmu. Yang terpenting, sadari bahwa kamu tidak sendirian yaa…

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE