Kamu mungkin pernah bertanya-tanya kenapa rambut bisa tumbuh panjang, sedangkan bulu-bulu di bagian tubuh lainnya tidak. Lucu, ya? Padahal kalau dipikir-pikir bulu-bulu ini juga bisa dibilang rambut juga. Hanya saja tumbuhnya di bagian lain, bukan di kepala.

Ketika kamu mencukur bulu kemaluan, ketiak, atau kaki misalnya. Bulu di bagian itu memang tumbuh, tapi panjangnya ya sebenarnya bakal cuma segitu-gitu saja. Beda ceritanya dengan rambut di kepala yang panjangnya bisa kayak tokoh Rapunzel kalau nggak kamu potong dalam jangka waktu lama. Hmmm…. Kok bisa? Berikut ini ada penjelasan ilmiah di balik panjangnya bulu kemaluan, ketiak, kaki, kumis, dan di bagian tubuh lainnya yang segitu-gitu saja dan tumbuhnya nggak kayak rambut. Yuk simak bareng Hipwee News & Feature!

Segala jenis rambut dan bulu yang ada di tubuh berawal dari folikel, kantong kelenjar kecil yang tersebar di seluruh bagian tubuh tapi ukurannya berbeda-beda

Ukuran folikel berbeda-beda di tiap bagian tubuh via unsplash.com

Sel rambut akan terbentuk di dalam folikel, di mana sel baru di akar batang rambut akan mendorong keluar sel-sel rambut lama. Nah lamanya proses ini berbeda-beda lamanya antar folikel

Lamanya proses pertumbuhan rambut di folikel rambut kepala dan tangan berbeda via aggregator.leafscience.org

Bulu dan rambut mengalami berbagai fase, yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase transisi (katagen) dan fase istirahat (telogen).

Proses pertumbuhan rambut – fase istirahat – fase transisi via www.quora.com

Advertisement

FYI, fase anagen merupakan masa pertumbuhan yang lambat laun akan ‘menua’. Saat inilah seara otomatis tubuh akan membuat folikel untuk berhenti menumbuhkan bulu dan rambut. Pun demikian dengan asupan makanan pada sel rambut baru dari folikel juga akan berhenti, yang berarti fase anagen selesai dan diganti dengan fase katagen. Pada fase katagen ini bulu dan rambut mengalami peralihan, yaitu dipaksa keluar dari batangnya, sehingga menimbulkan efek seperti makin panjang

Setelah masa katagen usai, dalam beberapa bulan selanjutnya terjadi fase telogen. Inilah yang sering kita sebut rambut rontok, fase di mana hadirnya rambut baru di lokasi yang sama dan menyebabkan salah satu rambut mengalah

akan patah dan berganti yang baru via caprihairrestoration.com

Folikel rambut di kepala memang diprogram untuk membiarkan tumbuh selama bertahun-tahun. Sedangkan di bagian lain memang sudah diprogram untuk berhenti tumbuh pada jangka waktu tertentu

Nggak heran ada orang yang rambutnya bisa sepanjang tokoh fantasi Rapunzel, ya via incrediblethings.com

Rambut ternyata memang unik karena bisa beda-beda di tiap lokasi folikelnya. Termasuk juga perbedaan masa pertumbuhan dan istirahat rambut di berbagai area tubuh

Termasuk organ yang sangat unik di tubuh kita via www.newscientist.com

Sebaliknya, rambut di bagian tubuh lainnya seperti ketiak, alis, bulu mata, dan kemaluan memiliki fase istirahat yang cukup lama, dengan demikian pertumbuhannya melambat dan ukurannya pun mandeg

Bulu di ketiak pertumbuhannya lambat via www.nytimes.com

Lamanya waktu yang dibutuhkan rambut di masa pertumbuhan ternyata juga berpengaruh terhadap seberapa panjang rambut tumbuh nanti. Misalnya, bulu kemaluan yang memang sudah diprogram hanya beberapa bulan saja masa pertumbuhannya, setelahnya akan berhenti tumbuh

Tidak akan panjang seperti rambut kepala via www.bustle.com

Btw, kondisi folikel tiap orang itu nggak sama lo. Banyak faktor yang berpengaruh seperti faktor genetik, hormon, usia, lingkungan, dan gaya hidup yang diterapkan sehari-hari

Nggak heran kalau ada orang yang bisa beda bentuk dan warna rambutnya, meski sedarah via www.descubretumundo.net

Nggak kebayang kayak gimana cara kita saat mau memotong bulu dan rambut jika semuanya bisa tumbuh panjang tanpa ada batasnya. Bisa-bisanya, waktu yang kita miliki habis untuk mengurusi bulu dan rambut di tiap bagian tubuh.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya