Meet the Expert #MakinCakapDigital Siberkreasi X Hipwee Bahas Peran Ibu Cegah Kecanduan Internet pada Anak

Dalam kegiatan ini Ayank Irma mengulas topik “Peran Ibu Cegah Adiksi Internet dan Mendorong Prestasi Buah Hati.”

Di tengah laju perkembangan dunia digital saat ini, Hipwee sebagai media yang fokus memproduksi konten-konten positif untuk anak muda berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) serta Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, menggelar rangkaian kegiatan literasi digital Meet the Expert #MakinCakapDigital demi menjawab tantangan penggunaan ruang digital bagi anak muda saat ini.

Rangkaian kegiatan literasi digital #MakinCakapDigital ini merupakan wadah bagi masyarakat Indonesia mengembangkan kemampuan literasi digital mereka. Harapan dari kegiatan ini adalah menghasilkan talenta digital baru Indonesia yang lebih berkualitas dan siap membantu mewujudkan Indonesia Digital Nation. 

Adapun rangkaian kegiatan Meet the Expert #MakinCakapDigital digelar dengan mengusung berbagai topik tentang literasi digital yang relevan. Seperti yang dilaksanakan secara virtual pada Jumat 14 Oktober 2022, kegiatan ini menghadirkan psikolog anak sekaligus self growth and parenting coach Ayank Irma untuk mengulas topik “Peran Ibu Cegah Adiksi Internet dan Mendorong Prestasi Buah Hati.”

Orang tua yang mengasuh anak-anak generasi digital harus memahami dunia digital

Self growth and parenting coach Ayank Irma dalam Meet the Expert #MakinCakapDigital Siberkreasi X Hipwee, Jumat 14 Oktober 2022

Kegiatan ini dibuka Irma dengan mengajak para peserta untuk mengenal karakter Generasi Z, yaitu mereka yang lahir dalam rentang waktu tahun 1995-2010, dan Generasi Alpha yang lahir mulai dari tahun 2011-2025. 

Disampaikan oleh Irma, generasi tersebut adalah anak-anak yang lahir, bertumbuh, dan berinteraksi sejak dini dengan peralatan digital, oleh karena itu mereka memiliki ciri-ciri khusus. Beberapa di antaranya adalah sikap kritis, kreatif, aktif multimedia, dan teknologi minded. Mereka juga generasi yang akrab dengan entertainment, sosial media, dan gawai layar sentuh.

Irma pun mengatakan bahwa penggunaan media digital dapat mendatangkan pengaruh positif, terutama saat pandemi COVID-19 di mana pembelajaran berlangsung daring. Namun, ia juga menyadari bahwa di sisi lain media digital juga datang dengan risiko. Dalam hal ini, Irma menyoroti soal pemberian gadget untuk menenangkan anak yang tantrum.

Seperti umum diketahui, memberi gadget pada anak memang dapat membuatnya tenang. Namun, hal tersebut hanyalah sesaat. Memilih cara ini untuk menenangkan anak dinilai bisa membahayakan psikis mereka yang akan berujung pada kecanduan terhadap internet.

Irma pun menyampaikan agar anak bisa terhindar dari kecanduan internet, peran ibu sangat dibutuhkan. Dalam penelitian yang dikutip Irma, diungkap salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemahiran anak dalam bermain gadget adalah peran ibu, dalam hal ini tingkat pendidikannya.

“Anak-anak ini mahir main gadget ternyata salah satunya adalah karena peran ibu. Jadi, ibu itu perlu untuk mendiskusikan mengenai masalah teknologi ini pada anak-anak. Ibu punya peran yang luar biasa untuk memberikan arahan-arahan,” ujar Irma.

Apa yang dimaksud Irma adalah kemampuan sang ibu memberi literasi digital kepada anak, di mana hal tersebut dapat membantu sang buah hati fasih memakai teknologi, tapi tetap paham tentang batasannya. Dengan kata lain, mendidik anak digital native harus disesuaikan dengan kebiasaan anak dalam menggunakan gadget.

Menurut Irma, orang tua harus memberikan batasan yang jelas kepada anak tentang hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan saat menggunakan gadget atau perangkat digital. Dari sudut pandang anak, Irma menjelaskan hal itu karena anak membutuhkan orang tua yang terlibat membangun komunikasi ketika mengarahkan mereka memakai gadget

Di sini orang tua perlu mengingat kalau mereka secara langsung maupun tidak juga ikut terlibat saat anak mulai menggunakan perangkat digital. Oleh karena itu, Irma mengimbau para orang tua untuk jangan mengabaikan anak, tetapi dampingi sambil terus membangun komunikasi.

Adapun agar komunikasi berjalan dua arah, Irma menyampaikan orang tua pun perlu membekali diri tentang pengetahuan seputar dunia digital. Hal ini sangat penting supaya bisa jadi teman diskusi anak dan mencegah dampak negatif dari penggunaan gadget berlebihan.

“Jadi, memang harus belajar. Belajar belum tentu kita harus mengerti software dan hardware, nggak seperti itu. Tapi kita belajar bahwa, oke ini ada gadget, di dalam gadget itu bisa melukai anak, melukai mentalnya, dan berbahaya bagi pertumbuhannya,” jelas Irma.

Perlunya mendampingi dan menyeleksi konten yang dikonsumsi anak di internet

Meet the Expert #MakinCakapDigital Siberkreasi X Hipwee, Jumat 14 Oktober 2022

Saat ini, sejumlah platform digital menerapkan usia minimal orang-orang yang boleh mengakses konten di dalamnya. Dengan kata lain, tidak semua konten di internet layak untuk dikonsumsi oleh anak. Di sini orang tua perlu mendampingi anak karena setiap konten yang dikonsumsi akan dicerna oleh pikirannya dan mempengaruhi pola perilaku serta pola pikir.

Untuk itu Irma mengingatkan orang tua agar waspada ketika anak tiba-tiba menyembunyikan ponselnya saat dihampiri. Karena besar kemungkinan mereka sedang mengonsumsi konten yang tidak ditujukan untuk usianya. 

Adapun ketika mendapati anak berperilaku demikian, Irma mengimbau para orang tua untuk tidak langsung menuduh sang anak, melainkan tetap dampingi agar anak lebih bijak menggunakan internet ke depannya.

Di sisi lain, Irma juga menyoroti pentingnya orang tua menanamkan nilai-nilai baik keluarga kepada anak agar mereka bisa lebih berhati-hati menggunakan internet, dimulai dari tutur kata yang sopan, cara berpakaian, hingga cara berperilaku.

“Kenapa anak-anak perlu tahu nilai keluarga masing-masing? Supaya nanti membatasi mereka nggak sembarangan untuk publish konten-konten,” ujar Irma.

Dampingi dan arahkan anak untuk memproduksi konten positif di dunia digital

Self growth and parenting coach Ayank Irma dalam Meet the Expert #MakinCakapDigital Siberkreasi X Hipwee, Jumat 14 Oktober 2022

Tak dimungkiri pemakaian gadget seringkali membuat orang lupa waktu. Alhasil, sebagian besar waktunya hanya tersita untuk menyelami konten-konten di internet tanpa melakukan aktivitas yang produktif.

Menyikapi itu, Irma menyarankan agar orang tua mengarahkan anak untuk memakai waktu mereka di internet dengan melakukan aktivitas yang lebih positif seperti memproduksi konten sesuai minat dan bakat mereka. Dengan begitu, anak tidak hanya mengonsumsi konten-konten di internet, melainkan ikut mengoptimalkan potensi dirinya.

Berawal dari memproduksi konten positif, orang tua dan anak bisa melakukan kolaborasi bersama. Menurut Irma, partisipasi dan kolaborasi adalah puncak tertinggi dari seluruh rangkaian pola pengasuhan anak generasi digital ini.

Orang tua dan anak bebas berkreasi dalam membuat konten. Irma mencontohkan kolaborasi sederhana yang bisa dijadikan inspirasi yakni membuat vlog keluarga. Lewat kolaborasi ini, orang tua tetap bisa mendampingi anak dan segala aktivitas digitalnya tanpa terlalu terlihat menekan dan membatasi.

Berbagai tips yang dibagikan oleh Irma Gustiana dalam Meet the Expert #MakinCakapDigital kali ini diharapkan dapat menjadi inspirasi para orang tua untuk mencegah kecanduan internet pada anak serta mendorong mereka untuk menggunakan internet sebagai sarana untuk berkarya dan lebih bermanfaat.

Ke depannya akan ada banyak topik-topik menarik dan relevan terkait dunia digital yang akan dibahas bersama para ahlinya dalam kegiatan Meet the Expert #MakinCakapDigital. Untuk itu, jangan lupa follow akun Instagram @siberkreasi untuk mendapatkan update kegiatan #MakinCakapDigital selanjutnya. 

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor